alexametrics
27.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Polisi Tegur Pemotor di Bawah Umur

SILIRAGUNG – Pengendara motor di bawah umur dan maraknya penggunaan knalpot brong, masih cukup marak di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Itu seperti yang ada di daerah Kecamatan Siliragung, kemarin (19/3).

Untuk menertibkan itu, Kapolsek Siliragung AKP Endro Abrianto melakukan pembinaan pada anak di bawah umur yang kedapatan membawa motor. “Masih anak-anak naik motor, tidak membawa helm pula,” cetus Kapolsek.

Kapolsek mengaku rishi dengan banyaknya anak-anak yang berkeliaran di jalan raya dengan naik motor. Makanya, anak-anak itu dihentikan dan diminta menaati aturan yang ada. “Anak-anak di bawah umur belum diperkenankan naik motor sendiri, apalagi tidak pakai helm, itu membahayakan sekali,” cetusnya.

Untuk pengendara motor yang masih anak-anak itu, kapolsek mengaku hanya memberikan teguran kepada anak yang melanggar. Itu dilakukan sebagai wujud kasih sayang kepada generasi penerus bangsa. “Kalau di lain hari masih melanggar,a kan kita tindak tegas,” katanya.

Kapolsek berharap orang tua tidak memberi izin kepada anak-anaknya yang masih di bawah umur naik motor. Selain melanggar aturan, itu juga membahayakan bagi anak itu sendiri. “Peran orang tua sangat besar,” ujarnya.

Selain operasi pada anak-anak, kapolsek mengaku juga merazia bengkel motor yang ada di wilayahnya. “Pemilik bengkel diminta tidak melayani pelanggan yang menggunakan motor protolan, atau diminta untuk mengganti onderdil yang tidak standar,” ungkapnya. (*)

SILIRAGUNG – Pengendara motor di bawah umur dan maraknya penggunaan knalpot brong, masih cukup marak di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Itu seperti yang ada di daerah Kecamatan Siliragung, kemarin (19/3).

Untuk menertibkan itu, Kapolsek Siliragung AKP Endro Abrianto melakukan pembinaan pada anak di bawah umur yang kedapatan membawa motor. “Masih anak-anak naik motor, tidak membawa helm pula,” cetus Kapolsek.

Kapolsek mengaku rishi dengan banyaknya anak-anak yang berkeliaran di jalan raya dengan naik motor. Makanya, anak-anak itu dihentikan dan diminta menaati aturan yang ada. “Anak-anak di bawah umur belum diperkenankan naik motor sendiri, apalagi tidak pakai helm, itu membahayakan sekali,” cetusnya.

Untuk pengendara motor yang masih anak-anak itu, kapolsek mengaku hanya memberikan teguran kepada anak yang melanggar. Itu dilakukan sebagai wujud kasih sayang kepada generasi penerus bangsa. “Kalau di lain hari masih melanggar,a kan kita tindak tegas,” katanya.

Kapolsek berharap orang tua tidak memberi izin kepada anak-anaknya yang masih di bawah umur naik motor. Selain melanggar aturan, itu juga membahayakan bagi anak itu sendiri. “Peran orang tua sangat besar,” ujarnya.

Selain operasi pada anak-anak, kapolsek mengaku juga merazia bengkel motor yang ada di wilayahnya. “Pemilik bengkel diminta tidak melayani pelanggan yang menggunakan motor protolan, atau diminta untuk mengganti onderdil yang tidak standar,” ungkapnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/