alexametrics
27.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Gunung Semeru Erupsi, Pendaki Raung Meningkat

KALIBARU – Meski saat ini Gunung Raung mengeluarkan asap putih, tapi pendaki melalui Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, meningkat. Peningkatan ini, salah satunya karena pendakian di Gunung Semeru ditutup total karena erupsi.

Salah satu guide pendakian Gunung Raung, Eko Wahyudianto, 45, mengatakan pendaki di Gunung Raung dan Semeru, itu cukup banyak. Bila salah satu dari kedua gunung itu ditutup, maka para pendaki akan mendaki gunung yang tidak ditutup. “Gunung Semeru itu salah satu gunung favorit, kalau tutup pendaki cari alternatif lain, salah satunya Gunung Raung,” katanya.

Meski tidak merinci jumlah kenaikan pendaki, Eko sebagai guide dari Posko Pendakian di Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, mengaku dalam sebulan bisa naik ke gunung untuk mengantar tamu antara delapan hingga 10 kali. “Sejak Gunung Semeru erupsi, setiap hari ada 10 orang pendaki,” terangnya.

Gunung Raung yang sempat mengeluarkan asap putih setinggi 200 sampai 400 meter di atas puncak, menurut Eko itu tidak berdampak terhadap jumlah pendaki yang datang. “Para pendaki sudah paham, asap putih di Gunung Raung itu sudah biasa terjadi,” ujarnya.

Yang membuat para guide dan orang yang mencari kehidupan dari aktivitas pendakian Gunung Raung ini, jelas dia, tingginya curah hujan. Menurutnya, jika curah hujan tinggi, para pendaki akan mengurungkan niat naik ke gunung. Apalagi, Gunung Raung ini termasuk gunung berbahaya dengan trek yang sulit. “Kalau hujan pendaki sedikit,” sebutnya.

Eko dan para ojek yang ada di jalur pendakian Gunung Raung itu berharap aktivitas vulkanik gunung paling tinggi nomor tiga di Jawa Timur itu normal-normal saja. Setelah tutup setahun karena pandemi Covid-19, mereka tidak ingin mata pencariannya hilang lagi. “Semoga tidak ikut erupsi,” harapnya.(mg3/abi)

KALIBARU – Meski saat ini Gunung Raung mengeluarkan asap putih, tapi pendaki melalui Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, meningkat. Peningkatan ini, salah satunya karena pendakian di Gunung Semeru ditutup total karena erupsi.

Salah satu guide pendakian Gunung Raung, Eko Wahyudianto, 45, mengatakan pendaki di Gunung Raung dan Semeru, itu cukup banyak. Bila salah satu dari kedua gunung itu ditutup, maka para pendaki akan mendaki gunung yang tidak ditutup. “Gunung Semeru itu salah satu gunung favorit, kalau tutup pendaki cari alternatif lain, salah satunya Gunung Raung,” katanya.

Meski tidak merinci jumlah kenaikan pendaki, Eko sebagai guide dari Posko Pendakian di Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, mengaku dalam sebulan bisa naik ke gunung untuk mengantar tamu antara delapan hingga 10 kali. “Sejak Gunung Semeru erupsi, setiap hari ada 10 orang pendaki,” terangnya.

Gunung Raung yang sempat mengeluarkan asap putih setinggi 200 sampai 400 meter di atas puncak, menurut Eko itu tidak berdampak terhadap jumlah pendaki yang datang. “Para pendaki sudah paham, asap putih di Gunung Raung itu sudah biasa terjadi,” ujarnya.

Yang membuat para guide dan orang yang mencari kehidupan dari aktivitas pendakian Gunung Raung ini, jelas dia, tingginya curah hujan. Menurutnya, jika curah hujan tinggi, para pendaki akan mengurungkan niat naik ke gunung. Apalagi, Gunung Raung ini termasuk gunung berbahaya dengan trek yang sulit. “Kalau hujan pendaki sedikit,” sebutnya.

Eko dan para ojek yang ada di jalur pendakian Gunung Raung itu berharap aktivitas vulkanik gunung paling tinggi nomor tiga di Jawa Timur itu normal-normal saja. Setelah tutup setahun karena pandemi Covid-19, mereka tidak ingin mata pencariannya hilang lagi. “Semoga tidak ikut erupsi,” harapnya.(mg3/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/