alexametrics
31 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Lahan Petanian Warga Belum Bisa Dipakai

SINGOJURUH – Banjir bandang yang terjadi pada Jumat (22/6) lalu, masih menyisakan tumpukan material di lahan pertanian milik warga di Dusun Bangunrejo, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, kemarin (18/7).

Sekitar tiga hingga enam hektare sawah yang terdambak banjir, masih belum bisa ditanami. Tumpukan material lumpur dan batang pohon, masih banyak yang berserakan. “Masih menumpuk (material banjur), ini sawahnya jadi lahan lumpur dan pasir,” ujar Hartono, 37, warg Dusun Bangunrejo, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh.

Menurut Hartono, tumpukan material itu hingga kini belum ada yang member­sihkan. Para petani sengaja membiarkan karena tidak ada biaya. “Kita tidak ada biaya, biarkan saja dulu,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Hartono menyebut, warga terdampak banjir di Desa Alasmalang masih banyak yang harus dihadapi. Hanya saja, saat ini focus pada perbaikan rumah. “Masih banyak yang belum punya rumah, rumah mereka rata dengan tanah,” cetusnya.

Baca Juga :  Mendadak Bangun Rumah Warga

Hartono berharap Pemkab Banyuwangi ikut turun dalam penanganan bencana pasca tanggap darurat. Bukan hanya itu, normalisasi lahan pertanian juga diperlukan. “Semoga bisa segera ada normalisasi lahan pertanian, karena ini tempat usaha warga,” cetusnya.

Ketua panitia penerima bantuan dan pendistribusian Desa Alasmalang, Samiaji mengaku untuk bantuan bangunan rumah, pihaknya sudah melakukan langkah secepat mungkin. “Kita sudah mengebut pekerjaan pembangunan rumah untuk warga,” katanya.

Samiaji mengatakan, lahan pertanian milik warga memang banyak yang belum kembali normal. Dan panitia juga masih belum memikirkan. Karena saat ini, masih fokus memperbaiki insfrastruktur yang ada di Desa Alasmalang. “Kita masih fokus pembenahan rumah warga, untuk lahan pertanian sudah direncanakan juga. Tapi kita masih banyak membutuhkan bantuan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ramai-ramai Bayar Pajak Kendaraan

Bantuan yang ada di kantor desa, masih kata dia, kebanyakan hanya bantuan berupa bahan bangunan. Dan itu, juga sudah banyak yang didistribusikan kepada masyarakat. “Kita masih belum mendata pasti berapa rumah yang akan dibangun dan pembenahan rumah. Jika ada yang akan membantu untuk pembangunan rumah warga, kita sangat berterimakasih,” ujarnya.

Data pasti untuk bangunan rumah, jelas dia, akan segera diselesaikan. Pihaknya juga berjanji akan segera menyelesaikan surat pertanggungjawaban (SPJ) kepada pemerintah desa. “Kita sudah berusaha secepat mungkin memberikan laporan kepada desa dan kabupaten,” katanya.

SINGOJURUH – Banjir bandang yang terjadi pada Jumat (22/6) lalu, masih menyisakan tumpukan material di lahan pertanian milik warga di Dusun Bangunrejo, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, kemarin (18/7).

Sekitar tiga hingga enam hektare sawah yang terdambak banjir, masih belum bisa ditanami. Tumpukan material lumpur dan batang pohon, masih banyak yang berserakan. “Masih menumpuk (material banjur), ini sawahnya jadi lahan lumpur dan pasir,” ujar Hartono, 37, warg Dusun Bangunrejo, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh.

Menurut Hartono, tumpukan material itu hingga kini belum ada yang member­sihkan. Para petani sengaja membiarkan karena tidak ada biaya. “Kita tidak ada biaya, biarkan saja dulu,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Hartono menyebut, warga terdampak banjir di Desa Alasmalang masih banyak yang harus dihadapi. Hanya saja, saat ini focus pada perbaikan rumah. “Masih banyak yang belum punya rumah, rumah mereka rata dengan tanah,” cetusnya.

Baca Juga :  Upah Buruh Tani Rp 70 Ribu Per Hari

Hartono berharap Pemkab Banyuwangi ikut turun dalam penanganan bencana pasca tanggap darurat. Bukan hanya itu, normalisasi lahan pertanian juga diperlukan. “Semoga bisa segera ada normalisasi lahan pertanian, karena ini tempat usaha warga,” cetusnya.

Ketua panitia penerima bantuan dan pendistribusian Desa Alasmalang, Samiaji mengaku untuk bantuan bangunan rumah, pihaknya sudah melakukan langkah secepat mungkin. “Kita sudah mengebut pekerjaan pembangunan rumah untuk warga,” katanya.

Samiaji mengatakan, lahan pertanian milik warga memang banyak yang belum kembali normal. Dan panitia juga masih belum memikirkan. Karena saat ini, masih fokus memperbaiki insfrastruktur yang ada di Desa Alasmalang. “Kita masih fokus pembenahan rumah warga, untuk lahan pertanian sudah direncanakan juga. Tapi kita masih banyak membutuhkan bantuan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ramai-ramai Bayar Pajak Kendaraan

Bantuan yang ada di kantor desa, masih kata dia, kebanyakan hanya bantuan berupa bahan bangunan. Dan itu, juga sudah banyak yang didistribusikan kepada masyarakat. “Kita masih belum mendata pasti berapa rumah yang akan dibangun dan pembenahan rumah. Jika ada yang akan membantu untuk pembangunan rumah warga, kita sangat berterimakasih,” ujarnya.

Data pasti untuk bangunan rumah, jelas dia, akan segera diselesaikan. Pihaknya juga berjanji akan segera menyelesaikan surat pertanggungjawaban (SPJ) kepada pemerintah desa. “Kita sudah berusaha secepat mungkin memberikan laporan kepada desa dan kabupaten,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/