alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Anak Pentolan LSM Digebuki Preman

MUNCAR – Diduga telah melakukan penganiayaan, Nanang Wahyudi, 35, warga Dusun Tegalpare, Desa Wringin Putih, Kecamatan Muncar, ditangkap oleh anggota Polsek Muncar, Senin (18/6).

Tersangka diciduk polisi di rumahnya karena diduga telah menganiaya Anis Samsudi, 46, warga Dusun Dam Telu, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, pada Sabtu malam (16/6). “Pelaku telah menganiaya korban sampai babak belur,” ujar Kapolsek Muncar, Kompol Toha Chairi.

Menurut kapolsek, dugaan penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (16/6) sekitar pukul 20.30, di Dusun Tegalpare, Desa Wringin Putih. Saat itu, korban akan ke rumah temannya yang ada di Dusun Tegalpare. “Korban berniat ke rumah temannya untuk silahturahmi,” katanya.

Saat mendekati rumah temannya, terang kapolsek, korban dihentikan oleh pelaku yang diduga sedang mabuk. Saat kejadian, tersangka ini memang menganggu setiap pengandara yang melintas. “Korban berhenti, baru memarkir motornya langsung dipukul oleh pelaku,” cetusnya.

Korban yang berusaha bertahan dengan terluka dibagian leher, oleh pelaku masih terus dihajar. Malahan, preman yang tubuhnya penuh tato itu juga merusak kaca rumah warga sekitar. “Pelaku sangat brutal,” ungkapnya.

Karena tindakannya yang semakin ngawur, di an­tara warga akhirnya melapor ke polsek. Dan polisi juga langsung meluncur ke lokasi kejadian. Saat polisi datang, tersangka sempat kabur dan sempat kejar-kejaran dengan polisi. “Pelaku kabur ke arah barat,” katanya.

Polisi tidak mau kalah. Pelaku itu langsung dikejar hingga sampai di Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring yang berjarak sekitar delapan kilometer.

“Berhasil kita tangkap saat tiba di Desa Kaliploso,” ungkapnya.

Kapolsek menyebut saat ini anggotanya masih terus melakukan pemeriksaan kepada tersangka. Pelaku diduga mabuk karena dari bau mulutnya tercium mau minuman keras (miras). “Masih dalam proses tindak lanjut, pelaku kita amankan di polsek,” tujarnya.

Sementara itu, orang tua Anis, Ipung Poniyahadi mengaku tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu. Apalagi dari hasil visum, pelaku seperti berusaha membunuh korbannya. “Pelaku ini benar-benar preman dan sangat meresahkan,” sebut tokoh LSM Banyuwangi itu.

Ipong meminta aparat kepolisian harus bertindak tegas dan memberantas premanisme yang ada di Banyuwangi. Karena tindakan premanisme seperti itu sangat meresahkan masyarakat. “Preman seperti ini harus dibrantas dan ditindak tegas,” ungkapnya.

MUNCAR – Diduga telah melakukan penganiayaan, Nanang Wahyudi, 35, warga Dusun Tegalpare, Desa Wringin Putih, Kecamatan Muncar, ditangkap oleh anggota Polsek Muncar, Senin (18/6).

Tersangka diciduk polisi di rumahnya karena diduga telah menganiaya Anis Samsudi, 46, warga Dusun Dam Telu, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, pada Sabtu malam (16/6). “Pelaku telah menganiaya korban sampai babak belur,” ujar Kapolsek Muncar, Kompol Toha Chairi.

Menurut kapolsek, dugaan penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (16/6) sekitar pukul 20.30, di Dusun Tegalpare, Desa Wringin Putih. Saat itu, korban akan ke rumah temannya yang ada di Dusun Tegalpare. “Korban berniat ke rumah temannya untuk silahturahmi,” katanya.

Saat mendekati rumah temannya, terang kapolsek, korban dihentikan oleh pelaku yang diduga sedang mabuk. Saat kejadian, tersangka ini memang menganggu setiap pengandara yang melintas. “Korban berhenti, baru memarkir motornya langsung dipukul oleh pelaku,” cetusnya.

Korban yang berusaha bertahan dengan terluka dibagian leher, oleh pelaku masih terus dihajar. Malahan, preman yang tubuhnya penuh tato itu juga merusak kaca rumah warga sekitar. “Pelaku sangat brutal,” ungkapnya.

Karena tindakannya yang semakin ngawur, di an­tara warga akhirnya melapor ke polsek. Dan polisi juga langsung meluncur ke lokasi kejadian. Saat polisi datang, tersangka sempat kabur dan sempat kejar-kejaran dengan polisi. “Pelaku kabur ke arah barat,” katanya.

Polisi tidak mau kalah. Pelaku itu langsung dikejar hingga sampai di Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring yang berjarak sekitar delapan kilometer.

“Berhasil kita tangkap saat tiba di Desa Kaliploso,” ungkapnya.

Kapolsek menyebut saat ini anggotanya masih terus melakukan pemeriksaan kepada tersangka. Pelaku diduga mabuk karena dari bau mulutnya tercium mau minuman keras (miras). “Masih dalam proses tindak lanjut, pelaku kita amankan di polsek,” tujarnya.

Sementara itu, orang tua Anis, Ipung Poniyahadi mengaku tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu. Apalagi dari hasil visum, pelaku seperti berusaha membunuh korbannya. “Pelaku ini benar-benar preman dan sangat meresahkan,” sebut tokoh LSM Banyuwangi itu.

Ipong meminta aparat kepolisian harus bertindak tegas dan memberantas premanisme yang ada di Banyuwangi. Karena tindakan premanisme seperti itu sangat meresahkan masyarakat. “Preman seperti ini harus dibrantas dan ditindak tegas,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Most Read

G A Y A T R I

Polri antsipasi Arus Balik

Satpol PP Gencar Razia Rumah Kos

Jalan ke Wisata PM Rusak Parah

Artikel Terbaru

/