alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Musala dan Rumah Warga mulai Diperbaiki

BANGOREJO – Musala Darunnajah dan sejumlah rumah milik warga yang rusak akibat bentrok dua perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Pagar Nusa (PN) di Dusun Sukomukti, Desa Sukorejo, Kecematan Bangorejo, Banyuwangi, pada Kamis (10/3/2022), mulai diperbaiki kemarin (17/3/2022).

Warga bersama pemerintah desa, TNI, Polri, ormas dan Forum Perguruan Silat se Desa Sukorejo, mulai pukul 07.00 gotong royong memperbaiki musala dan rumah milik yang rusak. “Untuk sementara, perbaikan kita fokuskan musala dan rumahnya pak Ikhsan,” terang Kepala Desa Sukorejo, Samsudin.

Menurut Samsudin, musala Darunnajah dan rumah milik M Ikhsan yang berada persis di barat musala, kerusakannya paling parah. Usai kedua bangunan itu, nanti akan dilanjutkan rumah warga lainnya. “Rumah milik warga yang rusak itu ada enam rumah,” terangnya. 

Samsudin menyebut, akibat bentrok anggota PSHT dan PN itu membuat atap dari genting dan asbes di musala banyak yang pecah. Dalam perbaikan ini, akan diganti semua. Galvalum yang rusak di musala juga kita perbaiki,” terangnya.

Rumah M Ikhsan yang rusak berat di bagian depan, terang dia, juga akan diperbaiki semua. Semua kaca yang pecah di rumah milik imam musala itu, juga akan diganti yang baru. “Kita memperbaiki dengan gotong royong,” ujarnya.

Dengan nada serius, Samsudin menyebut sampai saat ini bantuan dari Pemkab Banyuwangi yang pernah dijanjikan oleh Bupati Ipuk Fiestiandari saat mengunjungi musala, sampai saat ini masih belum turun. “Warga trauma melihat musala dan rumah warga yang rusak tidak lekas diperbaiki,” cetusnya.

Warga yang terus emndesak agar musala dan rumah warga diperbaiki, Samsudin menyampaikan warga akhirnya menggelar pertemuan di rumahnya pada Rabu malam (16/3). Dalam pertemuan itu, salah satu agendanya penggalangan dana. “Untuk sementara dana terkumpul Rp 5 juta,” katanya.

Dana sebesar itu, masih kata dia, berasal dari Pemerintah Kecamatan Bangorejo, Pemerintah Desa Sukorejo, Pengurus NU dan Lazisnu, serta Polsek Bangorejo. “Karena dana untuk perbaikan cukup banyak, kami akan mengalang dana lagi,” katanya.

Samsudin menyebut, untuk memperbaiki musala dan enam rumah warga yang rusak akibat bentrokan PSHT dan PN, masih dibutuhkan dana yang banyak. Pihaknya berharap, bantuan dari pemkab Banyuwangi bisa segera dicairkan. “Para korban juga perlu santunan,” ujarnya.(mg5/abi)

BANGOREJO – Musala Darunnajah dan sejumlah rumah milik warga yang rusak akibat bentrok dua perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Pagar Nusa (PN) di Dusun Sukomukti, Desa Sukorejo, Kecematan Bangorejo, Banyuwangi, pada Kamis (10/3/2022), mulai diperbaiki kemarin (17/3/2022).

Warga bersama pemerintah desa, TNI, Polri, ormas dan Forum Perguruan Silat se Desa Sukorejo, mulai pukul 07.00 gotong royong memperbaiki musala dan rumah milik yang rusak. “Untuk sementara, perbaikan kita fokuskan musala dan rumahnya pak Ikhsan,” terang Kepala Desa Sukorejo, Samsudin.

Menurut Samsudin, musala Darunnajah dan rumah milik M Ikhsan yang berada persis di barat musala, kerusakannya paling parah. Usai kedua bangunan itu, nanti akan dilanjutkan rumah warga lainnya. “Rumah milik warga yang rusak itu ada enam rumah,” terangnya. 

Samsudin menyebut, akibat bentrok anggota PSHT dan PN itu membuat atap dari genting dan asbes di musala banyak yang pecah. Dalam perbaikan ini, akan diganti semua. Galvalum yang rusak di musala juga kita perbaiki,” terangnya.

Rumah M Ikhsan yang rusak berat di bagian depan, terang dia, juga akan diperbaiki semua. Semua kaca yang pecah di rumah milik imam musala itu, juga akan diganti yang baru. “Kita memperbaiki dengan gotong royong,” ujarnya.

Dengan nada serius, Samsudin menyebut sampai saat ini bantuan dari Pemkab Banyuwangi yang pernah dijanjikan oleh Bupati Ipuk Fiestiandari saat mengunjungi musala, sampai saat ini masih belum turun. “Warga trauma melihat musala dan rumah warga yang rusak tidak lekas diperbaiki,” cetusnya.

Warga yang terus emndesak agar musala dan rumah warga diperbaiki, Samsudin menyampaikan warga akhirnya menggelar pertemuan di rumahnya pada Rabu malam (16/3). Dalam pertemuan itu, salah satu agendanya penggalangan dana. “Untuk sementara dana terkumpul Rp 5 juta,” katanya.

Dana sebesar itu, masih kata dia, berasal dari Pemerintah Kecamatan Bangorejo, Pemerintah Desa Sukorejo, Pengurus NU dan Lazisnu, serta Polsek Bangorejo. “Karena dana untuk perbaikan cukup banyak, kami akan mengalang dana lagi,” katanya.

Samsudin menyebut, untuk memperbaiki musala dan enam rumah warga yang rusak akibat bentrokan PSHT dan PN, masih dibutuhkan dana yang banyak. Pihaknya berharap, bantuan dari pemkab Banyuwangi bisa segera dicairkan. “Para korban juga perlu santunan,” ujarnya.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/