alexametrics
27.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Penghasilan Pencari Kerang Menurun

MUNCAR-Gara-gara ombak besar yang terjadi di perairan Muncar, para pencari kerang harus waspada. Bila selama ini mencari di sekitar pantai, kini berburu kerang di bebatuan yang ada di sekitar Pelabuhan Muncar, kemarin (16/3).

Itu salah satunya, Mistiye, 52. Pencari kerang asal Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, itu harus pindah ke sekitar Pelabuhan Muncar karena takut diterjang ombak. Dengan membawa timba dan palu, dia mencari kerang yang menempel di bebatuan. “Ini cari kerang, di sana (pesisir) ombaknya besar,” katanya.

Menurut Mistiye, mencari kerang biasanya dilakukan di pesisir pantai pada pagi, siang, dan sore hari. Tapi, beberapa hari terakhir tidak bisa. “Saya setiap hari mencari kerang, hasilnya lumayan,” ujar ibu dua anak itu.

Kerang yang menempel di bebatuan pelabuhan, terang dia, jumlahnya tidak sebanyak yang ada di pesisir pantai. Tapi, ukuran kerang yang menempel di batu lebih besar disbanding yang ada di pantai. “Sulitnya di sini (bebatuan) harus langsung dipecah dan diambil isi kerangnya. Mengambil harus bawa palu dengan besi yang runcing,” ungkapnya.

Pencarian kerang di bebatuan sekitar pelabuhan, dalam sehari hanya hanya mampu mengumpulkan 1,5 kilogram kerang tanpa kerangka. Tapi kalau mencari di sekitar pesisir pantai, sehari bisa dapat tiga kilogram tanpa kerangka. “Isi kerang itu harganya Rp 15 ribu per kilogram. Kalau mencari di batu pelabuhan sehari dapat Rp 20 ribu. Kalau di pesisir pantai, dapat hasil sampai Rp 30 ribu per hari,” pungkasnya.

MUNCAR-Gara-gara ombak besar yang terjadi di perairan Muncar, para pencari kerang harus waspada. Bila selama ini mencari di sekitar pantai, kini berburu kerang di bebatuan yang ada di sekitar Pelabuhan Muncar, kemarin (16/3).

Itu salah satunya, Mistiye, 52. Pencari kerang asal Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, itu harus pindah ke sekitar Pelabuhan Muncar karena takut diterjang ombak. Dengan membawa timba dan palu, dia mencari kerang yang menempel di bebatuan. “Ini cari kerang, di sana (pesisir) ombaknya besar,” katanya.

Menurut Mistiye, mencari kerang biasanya dilakukan di pesisir pantai pada pagi, siang, dan sore hari. Tapi, beberapa hari terakhir tidak bisa. “Saya setiap hari mencari kerang, hasilnya lumayan,” ujar ibu dua anak itu.

Kerang yang menempel di bebatuan pelabuhan, terang dia, jumlahnya tidak sebanyak yang ada di pesisir pantai. Tapi, ukuran kerang yang menempel di batu lebih besar disbanding yang ada di pantai. “Sulitnya di sini (bebatuan) harus langsung dipecah dan diambil isi kerangnya. Mengambil harus bawa palu dengan besi yang runcing,” ungkapnya.

Pencarian kerang di bebatuan sekitar pelabuhan, dalam sehari hanya hanya mampu mengumpulkan 1,5 kilogram kerang tanpa kerangka. Tapi kalau mencari di sekitar pesisir pantai, sehari bisa dapat tiga kilogram tanpa kerangka. “Isi kerang itu harganya Rp 15 ribu per kilogram. Kalau mencari di batu pelabuhan sehari dapat Rp 20 ribu. Kalau di pesisir pantai, dapat hasil sampai Rp 30 ribu per hari,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/