alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Hitungan Menit Ratusan Durian Amblas

SONGGON-Festival Kampung Durian yang digelar di Dusun Sembawur, Desa/Kecamatan Songgon berlangsung semarak kemarin (18/3). Acara yang akan berlangsung hingga Sabtu (24/3), itu dibuka oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Dalam acara yang baru kali pertama digelar itu, mendapat perhatian luas dari masyarakat. Ribuan warga dari berbagai daerah di Kota Gandrung, tumplek blek di lokasi tempat penimbunan kayu (TPK). Pada acara itu, ratusan buah durian asli Songgon, dalam hitungan menit habis terjual. “Saya menuju lokasi saja sudah macet, berarti festival ini sukses karena sangat menarik para pengunjung,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Bupati Anas mengatakan, Festival Kampung Durian ini merupakan bagian dari Banyuwangi Festival (B-Fest 2018) dan ini akan digelar setiap tahun. “Festival Kampung Durian ini untuk meningkatkan daya tarik wisatawan ke Banyuwangi,” kata Bupati Anas dengan bangga.

Menurut Bupati Anas, Festival Kampung Durian ini baru kali pertama digelar. Tapi, sudah sangat meriah dengan dihadiri ribuan warga dari berbagai daerah. Para pengunjung dilihat sangat antusias untuk mememeriahkan acara ini. “Ini bukan hanya menarik para wisatawan saja, tapi juga menguntungkan para pedagang kecil,” ungkapnya.

Festival Kampung Durian ini, lanjut bupati, bukan hanya diperuntukkan bagi para masyarakat yang berada di wilayah Songgon saja. Tapi juga untuk semua masyarakat yang ingin menikmati durian asli Banyuwangi. “Ini meriah sekali,” cetusnya.

Bupati Anas menyebut dipilih Kecamatan Songgon sebagai lokasi Festival Kampung Durian, karena tempatnya sangat menarik dengan lokasi yang sangat asri, sejuk, dan alamnya masih murni. “Alamnya sangat indah, murni,dan sejuk,” jelasnya.

Wilayah di Kecamatan Songgon, terang dia, salah satu daerah penghasil durian. Di kecamatan ini, ada sekitar 456 hektare lahan yang ditanami buah durian. “Masyarakat disini sangat kreatif, mampu memanfaatkan potensi kampungnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Songgon, Wagiyanto mengaku sangat senang Festival Kampung Durian masuk dalam agenda B-Fest. Sebab, untuk bisa masuk dalam B-Fest itu tidak mudah. “Saya merasa senang karena bisa masuk dalam agenda Banyuwangi Festival,” katanya.

Festival Kampung Durian ini, terang dia, diikuti oleh masyarakat yang ada di wilayahnya, dan mendukung penuh dengan kegiatan ini. Bahkan, banyak pedagang yang melelang duriannya agar acara ini berlangsung meriah. “Ini masyarakatnya sangat antusias, mereka swadaya agar acara ini bisa berjalan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan Festival Kampung Durian ini, masih kata dia, sepanjang perjalanan para pengunjung disaguhi masakan dan buah-buahan dari para pedagang yang asli warga Kecamatan Songgon. “Sepanjang jalan di lokasi ini pengunjung akan melihat dan bisa memilih beragam buah yang disuguhkan para pedagang,” jelasnya.

Camat Wagiyanto berharap Festival Kampung Durian ini bisa terus mendapat apresiasi baik dari Pemkab Banyuwangi. Kedepan, diharapkan ada kucuran dana agar bisa terus menampilkan beberapa festival untuk menghibur masyarakat. “Saya berharap ini bisa mnenjadi agenda Banyuwangi Festival,” harapnya.

Salah satu panitia penyelenggara, Yanto Suwarto mengatakan, semua durian di Banyuwangi sangat memiliki cita rasa yang khas. Sehingga tidak bisa dinikmati dari durian yang tumbuh di daerah lainnya. “Banyuwangi memiliki banyak durian, durian merah saja memiliki 75 varian rasa,” katanya.

Yanto mengaku dalam Festival Kampung Durian ini dikhususkan untuk durian Banyuwangi. Itu karena ingin memperkenalkan durian Banyuwang kepada masyarakat. “Festival ini sangat meriah, selain sukses juga membuat para pedagang penghasilannya bisa meningkat. Hanya dalam hitungan menit saja dagangan mereka langsung amblas,” cetusnya.

Yanto berharap festival ini akan terus berjalan lancar hingga pekan depan. Sebab, acara ini untuk meningkatkan ekonomi para pedagang kecil di Banyuwangi. “Ini sebagai sumber perekonomian para pedagang kecil juga,” jelasnya.

SONGGON-Festival Kampung Durian yang digelar di Dusun Sembawur, Desa/Kecamatan Songgon berlangsung semarak kemarin (18/3). Acara yang akan berlangsung hingga Sabtu (24/3), itu dibuka oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Dalam acara yang baru kali pertama digelar itu, mendapat perhatian luas dari masyarakat. Ribuan warga dari berbagai daerah di Kota Gandrung, tumplek blek di lokasi tempat penimbunan kayu (TPK). Pada acara itu, ratusan buah durian asli Songgon, dalam hitungan menit habis terjual. “Saya menuju lokasi saja sudah macet, berarti festival ini sukses karena sangat menarik para pengunjung,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Bupati Anas mengatakan, Festival Kampung Durian ini merupakan bagian dari Banyuwangi Festival (B-Fest 2018) dan ini akan digelar setiap tahun. “Festival Kampung Durian ini untuk meningkatkan daya tarik wisatawan ke Banyuwangi,” kata Bupati Anas dengan bangga.

Menurut Bupati Anas, Festival Kampung Durian ini baru kali pertama digelar. Tapi, sudah sangat meriah dengan dihadiri ribuan warga dari berbagai daerah. Para pengunjung dilihat sangat antusias untuk mememeriahkan acara ini. “Ini bukan hanya menarik para wisatawan saja, tapi juga menguntungkan para pedagang kecil,” ungkapnya.

Festival Kampung Durian ini, lanjut bupati, bukan hanya diperuntukkan bagi para masyarakat yang berada di wilayah Songgon saja. Tapi juga untuk semua masyarakat yang ingin menikmati durian asli Banyuwangi. “Ini meriah sekali,” cetusnya.

Bupati Anas menyebut dipilih Kecamatan Songgon sebagai lokasi Festival Kampung Durian, karena tempatnya sangat menarik dengan lokasi yang sangat asri, sejuk, dan alamnya masih murni. “Alamnya sangat indah, murni,dan sejuk,” jelasnya.

Wilayah di Kecamatan Songgon, terang dia, salah satu daerah penghasil durian. Di kecamatan ini, ada sekitar 456 hektare lahan yang ditanami buah durian. “Masyarakat disini sangat kreatif, mampu memanfaatkan potensi kampungnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Songgon, Wagiyanto mengaku sangat senang Festival Kampung Durian masuk dalam agenda B-Fest. Sebab, untuk bisa masuk dalam B-Fest itu tidak mudah. “Saya merasa senang karena bisa masuk dalam agenda Banyuwangi Festival,” katanya.

Festival Kampung Durian ini, terang dia, diikuti oleh masyarakat yang ada di wilayahnya, dan mendukung penuh dengan kegiatan ini. Bahkan, banyak pedagang yang melelang duriannya agar acara ini berlangsung meriah. “Ini masyarakatnya sangat antusias, mereka swadaya agar acara ini bisa berjalan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan Festival Kampung Durian ini, masih kata dia, sepanjang perjalanan para pengunjung disaguhi masakan dan buah-buahan dari para pedagang yang asli warga Kecamatan Songgon. “Sepanjang jalan di lokasi ini pengunjung akan melihat dan bisa memilih beragam buah yang disuguhkan para pedagang,” jelasnya.

Camat Wagiyanto berharap Festival Kampung Durian ini bisa terus mendapat apresiasi baik dari Pemkab Banyuwangi. Kedepan, diharapkan ada kucuran dana agar bisa terus menampilkan beberapa festival untuk menghibur masyarakat. “Saya berharap ini bisa mnenjadi agenda Banyuwangi Festival,” harapnya.

Salah satu panitia penyelenggara, Yanto Suwarto mengatakan, semua durian di Banyuwangi sangat memiliki cita rasa yang khas. Sehingga tidak bisa dinikmati dari durian yang tumbuh di daerah lainnya. “Banyuwangi memiliki banyak durian, durian merah saja memiliki 75 varian rasa,” katanya.

Yanto mengaku dalam Festival Kampung Durian ini dikhususkan untuk durian Banyuwangi. Itu karena ingin memperkenalkan durian Banyuwang kepada masyarakat. “Festival ini sangat meriah, selain sukses juga membuat para pedagang penghasilannya bisa meningkat. Hanya dalam hitungan menit saja dagangan mereka langsung amblas,” cetusnya.

Yanto berharap festival ini akan terus berjalan lancar hingga pekan depan. Sebab, acara ini untuk meningkatkan ekonomi para pedagang kecil di Banyuwangi. “Ini sebagai sumber perekonomian para pedagang kecil juga,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/