alexametrics
24.6 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Terpaksa Jual Kambing untuk Perbaiki Rumah

SEMPU – Rumah milik Sahari, 60, di Dusun Krajan Kulon, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, yang terbelah menjadi dua karena tertimpa pohon waru saat ada angin kencang pada Sabtu sore (5/2), oleh warga diperbaiki dengan cara gotong royong, Rabu (9/2).

Untuk memperbaiki rumah Sahari, ada warga yang membantu genting dan bambu. Sedang lainnya, ditanggung oleh Sahari dengan menjual kambing. “Menjual kambing untuk memperbaiki rumah,” cetus Sriyani, 50, salah satu adik Sahari.

Sriyani menyebut, kakaknya itu hidup sendiri dan tidak punya apa-apa. Saat rumahnya ambruk, berharap ada bantuan untuk memperbaiki lagi. “Karena tidak ada bantuan dari pemerintah, akhirnya menjual kambing itu,” katanya.

Saudara Sahari, Sriyani, 50, menambahkan biaya masak untuk makan orang-orang yang ikut membantu memperbaiki rumah, harus menjual satu ekor kambing miliknya. “Satu ekor kambing dijual laku Rp 3 juta,” sebutnya.

Uang sebanyak Rp 3 juta itu, oleh Sahari diserahkan pada Sriyani semua. Dan uang itu, hanya untuk biaya memperbaiki rumah termasuk memasak untuk orang yang gotong royong. “Kasihan Kang Sahari kalau tidak segera diperbaiki,” katanya.

Rumah Sahari yang sebagian besar bangunannya dari bambu itu, atapnya nyaris tak bersisa. Hanya bagian dapur dan ruang tamu yang masih menyisakan genting. “Hancur lebur mas, atapnya rusak semua,” ucap Sahari pada Jawa Pos Radar Genteng.

Karena sudah hampir seminggu atapnya bolong, Sahari yang sehari-hari buruh tani itu harus tidur di luar rumah. Selain rumahnya yang selalu tergenang air saat turun hujan, ia mengaku trauma kalau harus tidur di dalam rumah. “Saya takut kejadian lagi, apalagi di samping rumah masih ada pohon besar yang tidak boleh ditebang oleh pemiliknya,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan harian ini sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu sore (5/2), menelan korban. Rumah Sahari, 60, di Dusun Krajan Kulon, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, rusak berat tertimpa pohon waru.

Tidak ada korban dalam kejadian ini. Akibat tertimpa pohon itu, rumah Sahari dengan dinding dari gedek itu terbelah menjadi dua. “Korban ada di rumah, untungnya selamat,” ucap Kapolsek Sempu, AKP Karyadi pada Jawa Pos Radar Genteng.(sas/abi) 

SEMPU – Rumah milik Sahari, 60, di Dusun Krajan Kulon, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, yang terbelah menjadi dua karena tertimpa pohon waru saat ada angin kencang pada Sabtu sore (5/2), oleh warga diperbaiki dengan cara gotong royong, Rabu (9/2).

Untuk memperbaiki rumah Sahari, ada warga yang membantu genting dan bambu. Sedang lainnya, ditanggung oleh Sahari dengan menjual kambing. “Menjual kambing untuk memperbaiki rumah,” cetus Sriyani, 50, salah satu adik Sahari.

Sriyani menyebut, kakaknya itu hidup sendiri dan tidak punya apa-apa. Saat rumahnya ambruk, berharap ada bantuan untuk memperbaiki lagi. “Karena tidak ada bantuan dari pemerintah, akhirnya menjual kambing itu,” katanya.

Saudara Sahari, Sriyani, 50, menambahkan biaya masak untuk makan orang-orang yang ikut membantu memperbaiki rumah, harus menjual satu ekor kambing miliknya. “Satu ekor kambing dijual laku Rp 3 juta,” sebutnya.

Uang sebanyak Rp 3 juta itu, oleh Sahari diserahkan pada Sriyani semua. Dan uang itu, hanya untuk biaya memperbaiki rumah termasuk memasak untuk orang yang gotong royong. “Kasihan Kang Sahari kalau tidak segera diperbaiki,” katanya.

Rumah Sahari yang sebagian besar bangunannya dari bambu itu, atapnya nyaris tak bersisa. Hanya bagian dapur dan ruang tamu yang masih menyisakan genting. “Hancur lebur mas, atapnya rusak semua,” ucap Sahari pada Jawa Pos Radar Genteng.

Karena sudah hampir seminggu atapnya bolong, Sahari yang sehari-hari buruh tani itu harus tidur di luar rumah. Selain rumahnya yang selalu tergenang air saat turun hujan, ia mengaku trauma kalau harus tidur di dalam rumah. “Saya takut kejadian lagi, apalagi di samping rumah masih ada pohon besar yang tidak boleh ditebang oleh pemiliknya,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan harian ini sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu sore (5/2), menelan korban. Rumah Sahari, 60, di Dusun Krajan Kulon, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, rusak berat tertimpa pohon waru.

Tidak ada korban dalam kejadian ini. Akibat tertimpa pohon itu, rumah Sahari dengan dinding dari gedek itu terbelah menjadi dua. “Korban ada di rumah, untungnya selamat,” ucap Kapolsek Sempu, AKP Karyadi pada Jawa Pos Radar Genteng.(sas/abi) 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/