alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Jalur Alternatif Menuju Kota Genteng Rusak Parah

GENTENG – Baru ditambal sepekan lalu, atau pada Selasa (9/11), jalan raya mulai simpang tiga IAI Ibrahimy, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng menuju Dusun Jenisari, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, sudah banyak yang rusak lagi.

Warga yang jengkel karena tidak lekas diperbaiki lagi, jalan berlubang cukup besar dan dalam itu dibuat untuk mainan pancing. “Sudah ditambal pada Selasa (9/11), tapi tidak dilanjutkan,” cetus Annisa, 36, salah satu warga Desa Genteng Wetan.

Di antara lubang di jalan yang sudah ditambal, ternyata ada yang rusak lagi. Selain itu, masih banyak lubang cukup besar dan dalam belum ditambal. “Jalannya banyak lubang yang besar dan dalam seperti kolam pancing,” katanya.

Koordinator Dinas PU Cipta Karya UPTD Wilayah Genteng, Thoyib saat dikonfirmasi mengatakan penambalan di jalan yang rusak di Desa Genteng Wetan itu dihentikan sementara. Penambalan menggunakan digem atau aspal dingin yang dilakukan beberapa waktu lalu, tampaknya kurang efektif karena kondisi sering hujan dan arus lalu lintas cukup padat. “Buktinya setelah ditambal, ada yang mengelupas, digem tidak mampu dan jebol lagi,” terangnya.

Toyib mengaku sudah melaporkan ke Dinas PU Cipta Karya Perumahan dan Permukiman Banyuwangi. Untuk memperbaiki, rencananya akan dilakukan penambalan menggunakan aspal panas. “Rencana penambalan minggu-minggu,” jelasnya.(abi)

GENTENG – Baru ditambal sepekan lalu, atau pada Selasa (9/11), jalan raya mulai simpang tiga IAI Ibrahimy, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng menuju Dusun Jenisari, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, sudah banyak yang rusak lagi.

Warga yang jengkel karena tidak lekas diperbaiki lagi, jalan berlubang cukup besar dan dalam itu dibuat untuk mainan pancing. “Sudah ditambal pada Selasa (9/11), tapi tidak dilanjutkan,” cetus Annisa, 36, salah satu warga Desa Genteng Wetan.

Di antara lubang di jalan yang sudah ditambal, ternyata ada yang rusak lagi. Selain itu, masih banyak lubang cukup besar dan dalam belum ditambal. “Jalannya banyak lubang yang besar dan dalam seperti kolam pancing,” katanya.

Koordinator Dinas PU Cipta Karya UPTD Wilayah Genteng, Thoyib saat dikonfirmasi mengatakan penambalan di jalan yang rusak di Desa Genteng Wetan itu dihentikan sementara. Penambalan menggunakan digem atau aspal dingin yang dilakukan beberapa waktu lalu, tampaknya kurang efektif karena kondisi sering hujan dan arus lalu lintas cukup padat. “Buktinya setelah ditambal, ada yang mengelupas, digem tidak mampu dan jebol lagi,” terangnya.

Toyib mengaku sudah melaporkan ke Dinas PU Cipta Karya Perumahan dan Permukiman Banyuwangi. Untuk memperbaiki, rencananya akan dilakukan penambalan menggunakan aspal panas. “Rencana penambalan minggu-minggu,” jelasnya.(abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/