Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Genteng
icon featured
Genteng

Aturan Mulai Longgar, Usaha Kopiah Bangkit

18 September 2021, 13: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Aturan Mulai Longgar, Usaha Kopiah Bangkit

TANCAP GAS: Pemilik usaha kopiah, Fuadi di tempat usahanya di Dusun Parastembok, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu kemarin (17/9). (Salis Ali Muhyidin/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

SEMPU – Serangan virus korona di Kabupaten Banyuwangi sejak Maret 2020, membuat pelaku usaha kecil kelimpungan. Para perajin kopiah di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, banyak yang tutup sementara.

Tapi saat ini, mereka sudah mulai bangkit dengan membuka usahanya lagi. Dan pengiriman barang hingga ke luar daerah, juga sudah dilakukan. “Saya sempat berhenti kerja sekitar empat bulan,” cetus perajin kopiah, Muhammad Fuadi, 27, warga Dusun Panjen, Desa Jambewangi Kecamatan Sempu, kemarin (17/9).

Fuadi mengaku usaha membuat kopiah ini warisan kakeknya. Dan ini, sudah ada sejak 20 tahun lalu. Saat menghentikan usaha membuat kopiah, karena permintaan terus menurun. “Saat itu bahan baku kain tidak ada,” cetusnya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Baca juga: Terlalu Lama Libur, Ruang Kelas Jadi Sarang Ular Kobra Bertelur

Sebelum pandemi, terang dia, usaha kopiah banyak mempekerjakan warga sekitar. Di tempatnya, ada empat karyawan, da nada delapan karyawan lain bekerja di rumahnya masing-masing. “Dalam sehari bisa membuat 100 kopiah,” ungkapnya.

Dengan belum stabilnya permintaan kopiah di pasaran, jelas dia, para penjahit yang awalnya hanya fokus dalam satu pekerjaan, kini harus mencari pekerjaan sampingan. “Sekarang banyak yang beralif profesi, jadi tidak fokus menjahit di sini,” cetusnya.

Setelah masa-masa sulit itu, Fuadi bersama para karyawannya telah memulai produksi kopiah di tempatnya. Permintaan kopiah, juga sudah mulai ada. “Sekarang bahan baku juga sudah tersedia,” katanya.(mg3/abi)

(bw/*/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia