alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Gara-gara Terpeleset, Kakek Meninggal di Sungai

SEMPU – Nasib tragis menimpa, Supardi Suwarso. Kakek berumur 61 tahun yang tinggal di RT 3, RW 5, Dusun Tojo Kidul, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, itu ditemukan warga sudah meninggal dengan kondisi tergeletak di sungai yang tidak jauh dari rumahnya.

Kakek yang ditemukan warga sekitar pukul 7.00, itu terlihat ada luka di bagian pelipis kiri dan robek di bagian telinga kanan. “Kakek ini diduga meninggal 12 jam sebelum ditemukan,” terang Kapolsek Sempu, AKP Jaenur Holiq melalui Kanitreskrtim, Ipda Didik Suhendi.

Sebelum ditemukan sudah meninggal itu, terang dia, kakek ini semalaman tidak pulang. Oleh keluarga, juga dicari tapi tidak ketemu. “Sebelumnya terlihat sehat di rumah tetangga yang punya hajatan,” terang Anton, 35, warga sekitar.

Baca Juga :  Larangan Buang Sampah

Sekitar pukul 15.00, kakek ini pamitan pulang dari rumah tetangga yang punya hajatan itu untuk  mencari rumput. Sekitar pukul 16.00, korban masih terlihat membeli rokok di warung tetangga. Baru pada pukul 22.00, keluarganya bingung karena kakek tidak pulang. “Keluarga dan warga mencari, tapi tidak ketemu,” terangnya..

Pada besok paginya, Anton kembali ke rumah kakek dan tidak ketemu. Tidak lama, terdengar suara jeritan warga yang melihat kakek Supardi tergeletak di sungai. “Ditemukan di sungai, tepatnya di jembatan yang belum jadi,” ungkapnya.

Anggota Polsek Sempu yang mendapat laporan penemuan mayat, langsung meluncur bersama tim medis. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan. Sudah diperiksa, tidak ada bekas kekerasan, keluarga juga tidak menuntut,” kata Kanitreskrtim, Ipda Didik Suhendi.(sli/abi)

Baca Juga :  Tangkapan di Muncar Menurun, Datangkan Ikan Layang dari Situbondo

SEMPU – Nasib tragis menimpa, Supardi Suwarso. Kakek berumur 61 tahun yang tinggal di RT 3, RW 5, Dusun Tojo Kidul, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, itu ditemukan warga sudah meninggal dengan kondisi tergeletak di sungai yang tidak jauh dari rumahnya.

Kakek yang ditemukan warga sekitar pukul 7.00, itu terlihat ada luka di bagian pelipis kiri dan robek di bagian telinga kanan. “Kakek ini diduga meninggal 12 jam sebelum ditemukan,” terang Kapolsek Sempu, AKP Jaenur Holiq melalui Kanitreskrtim, Ipda Didik Suhendi.

Sebelum ditemukan sudah meninggal itu, terang dia, kakek ini semalaman tidak pulang. Oleh keluarga, juga dicari tapi tidak ketemu. “Sebelumnya terlihat sehat di rumah tetangga yang punya hajatan,” terang Anton, 35, warga sekitar.

Baca Juga :  Warga Usir Pelaku Ritual di Pantai Rajegwesi

Sekitar pukul 15.00, kakek ini pamitan pulang dari rumah tetangga yang punya hajatan itu untuk  mencari rumput. Sekitar pukul 16.00, korban masih terlihat membeli rokok di warung tetangga. Baru pada pukul 22.00, keluarganya bingung karena kakek tidak pulang. “Keluarga dan warga mencari, tapi tidak ketemu,” terangnya..

Pada besok paginya, Anton kembali ke rumah kakek dan tidak ketemu. Tidak lama, terdengar suara jeritan warga yang melihat kakek Supardi tergeletak di sungai. “Ditemukan di sungai, tepatnya di jembatan yang belum jadi,” ungkapnya.

Anggota Polsek Sempu yang mendapat laporan penemuan mayat, langsung meluncur bersama tim medis. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan. Sudah diperiksa, tidak ada bekas kekerasan, keluarga juga tidak menuntut,” kata Kanitreskrtim, Ipda Didik Suhendi.(sli/abi)

Baca Juga :  KSP Tinara Gelar Imlek Bersama

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/