alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Nenek Tewas Mengapung di Sungai

BANGOREJO – Nasib tragis menimpa Mutinah, 90. Nenek asal Dusun Bango Sere, Desa/Kecamatan Bangorejo, itu ditemukan warga sudah meninggal dengan tubuh mengapung di sungai yang berjarak satu kilometer dari rumahnya, pada Sabtu (16/6).

Diduga, korban yang sudah pikun itu terpeleset dan jatuh saat berada di pinggir sungai. “Tidak ada luka bekas penganiayaan, diduga korban ini jatuh sendiri ke sungai,” terang Kapolsek Bangorejo, AKP Watiyo.

Menurut Watio, korban diketahui jatuh ke sungai itu bermula saat Suprihatin, 57, salah satu anak korban yang tinggal di Desa/Kecamatan Bangorejo, sekitar pukul 06.30 berkunjung ke rumah korban. Karena dipanggil ada jawaban, anak korban itu langsung masuk ke rumah. “Setelah dicari tidak ketemu, Suprihatin bertanya kepada para tetangga,” terangnya.

Para tetangga, terang dia, ternyata juga tidak ada yang tahu. Dan akhirnya, mereka mencari di sekitar rumah korban. Pada pukul 11.00, warga menemukan baju dan payung yang biasa dipakai korban di pinggir sungai yang biasa dijadikan tempat mandi warga. “Karena dicari tidak ada, warga menghubungi orang Pengairan untuk mengurangi debit air,” ungkapnya.

Baru tiga jam kemudian, jelas dia, warga menemukan tubuh nenek itu mengapung di sungai dengan kondisi sudah meninggal. Lokasi penemuan, itu berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi ditemukan pakaian dan payung milik korban. “Petugas BPBD dan warga menemukan nenek di sungai, lalu kita evakuasi dan dibawa ke rumahnya,” cetusnya.

BANGOREJO – Nasib tragis menimpa Mutinah, 90. Nenek asal Dusun Bango Sere, Desa/Kecamatan Bangorejo, itu ditemukan warga sudah meninggal dengan tubuh mengapung di sungai yang berjarak satu kilometer dari rumahnya, pada Sabtu (16/6).

Diduga, korban yang sudah pikun itu terpeleset dan jatuh saat berada di pinggir sungai. “Tidak ada luka bekas penganiayaan, diduga korban ini jatuh sendiri ke sungai,” terang Kapolsek Bangorejo, AKP Watiyo.

Menurut Watio, korban diketahui jatuh ke sungai itu bermula saat Suprihatin, 57, salah satu anak korban yang tinggal di Desa/Kecamatan Bangorejo, sekitar pukul 06.30 berkunjung ke rumah korban. Karena dipanggil ada jawaban, anak korban itu langsung masuk ke rumah. “Setelah dicari tidak ketemu, Suprihatin bertanya kepada para tetangga,” terangnya.

Para tetangga, terang dia, ternyata juga tidak ada yang tahu. Dan akhirnya, mereka mencari di sekitar rumah korban. Pada pukul 11.00, warga menemukan baju dan payung yang biasa dipakai korban di pinggir sungai yang biasa dijadikan tempat mandi warga. “Karena dicari tidak ada, warga menghubungi orang Pengairan untuk mengurangi debit air,” ungkapnya.

Baru tiga jam kemudian, jelas dia, warga menemukan tubuh nenek itu mengapung di sungai dengan kondisi sudah meninggal. Lokasi penemuan, itu berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi ditemukan pakaian dan payung milik korban. “Petugas BPBD dan warga menemukan nenek di sungai, lalu kita evakuasi dan dibawa ke rumahnya,” cetusnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/