alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Friday, August 19, 2022

Warga Resah Truk Galian C Rusak Jalan

SEMPU – Aktivitas galian B berupa bebatuan dan tanah uruk di area perkebunan tebu, Desa Ka­rangsari, Kecamatan Sempu, kini meresahkan warga sekitar. Sebab, jalan menuju perkebunan tebu itu menjadi rusak akibat sering dilewati puluhan dump truk yang mengambil batu dan tanah uruk.

Salah satu warga Desa Karangsari, Jalalidin, 45, mengatakan, penam­bangan itu beroperasi sejak dua tahun, dan itu membuat lingku­ngan sekitar rusak. “Perlu ada perhatian khusus dari pemerintah, jalannya jadi rusak,” katanya.

Jalan menuju lokasi galian C itu, terang dia, itu masih berupa jalan tanah. Jalan itu kini rusak berat karena setiap hari dilewati puluhan dump truck. “Warga yang akan bekerja menuju perkebunan harus bergantian dengan truk yang lewat. Jalannya kecil dan hanya dapat dilewati satu truk saja,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Cek Dampak Banjir Sungai Lembu, Perintahkan Pengerukan

Jika aktivitas tambang itu terus berlanjut, warga khawatir akan mengakibatkan kerusakan jalan semakin parah dan tidak dapat dilewati lagi. Selain itu, area tam­bang itu lahan produktif dan berdekatan dengan perkebunan tebu. “Kami takut jika terjadi long­sor dan tanahnya menimbun ta­naman tebu,” katanya.

SEMPU – Aktivitas galian B berupa bebatuan dan tanah uruk di area perkebunan tebu, Desa Ka­rangsari, Kecamatan Sempu, kini meresahkan warga sekitar. Sebab, jalan menuju perkebunan tebu itu menjadi rusak akibat sering dilewati puluhan dump truk yang mengambil batu dan tanah uruk.

Salah satu warga Desa Karangsari, Jalalidin, 45, mengatakan, penam­bangan itu beroperasi sejak dua tahun, dan itu membuat lingku­ngan sekitar rusak. “Perlu ada perhatian khusus dari pemerintah, jalannya jadi rusak,” katanya.

Jalan menuju lokasi galian C itu, terang dia, itu masih berupa jalan tanah. Jalan itu kini rusak berat karena setiap hari dilewati puluhan dump truck. “Warga yang akan bekerja menuju perkebunan harus bergantian dengan truk yang lewat. Jalannya kecil dan hanya dapat dilewati satu truk saja,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kalangan LSM dan Ormas mendesak aparat penegak hukum

Jika aktivitas tambang itu terus berlanjut, warga khawatir akan mengakibatkan kerusakan jalan semakin parah dan tidak dapat dilewati lagi. Selain itu, area tam­bang itu lahan produktif dan berdekatan dengan perkebunan tebu. “Kami takut jika terjadi long­sor dan tanahnya menimbun ta­naman tebu,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/