alexametrics
23.2 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Rumah Rusak Tertimpa Pohon Waru, Sahari Tidur di Emperan

SEMPU – Hampir seminggu rumahnya terbelah karena tertimpa pohon waru saat ada angin puting beliung, rumah Sahari, 60, di Dusun Krajan Kulon, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, kondisinya masih memprihatinkan. Rumah kakek yang tinggal sendirian itu belum diperbaiki, Selasa (8/2).

Rumah yang sebagian besar bangunannya terbuat dari bambu tersebut, atapnya nyaris tak bersisa. Hanya bagian dapur dan ruang tamu yang masih menyisakan genting. “Hancur lebur mas, atapnya rusak semua,” ucap Sahari kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Rumah dari anyaman bambu yang dibangun di atas tanah milik orang lain itu, rencananya baru akan direnovasi pada Rabu (9/2). Renovasi itu akan dilakukan oleh para tetangga. “Besok orang-orang soyo di sini. Kalau gak dibantu warga, saya tidak bisa ngongkosin orang, mas,” ucapnya.

Baca Juga :  Keroyok Teman Sampai Kelenger

Karena sudah hampir seminggu atapnya dibiarkan kosong, Sahari yang sehari-hari buruh tani itu harus tidur di luar rumah. Selain rumahnya yang selalu tergenang air saat turun hujan, ia mengaku juga trauma kalau harus tidur di dalam rumah. “Saya takut kejadian lagi, apalagi di samping rumah masih ada pohon besar yang tidak boleh ditebang oleh pemiliknya,” jelasnya.

Saudara Sahari, Sriyani, 50, menambahkan biaya masak untuk makan orang-orang yang ikut membantu memperbaiki rumah, harus menjual satu kambing miliknya. “Satu kambing dijual laku Rp 3 juta,” sebutnya.

Semua uang itu, jelas dia dibawa untuk mencukupi keperluan warga yang akan gotong royong memperbaiki rumah. “Kalau bahan-bahn aseprti genting dan bambu, dapat dari bantuan warga,” pungkasnya.

Baca Juga :  Warga Terancam Ngaplo

Seperti yang diberitakan harian ini sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu sore (5/2), menelan korban. Rumah Sahari, 60, di Dusun Krajan Kulon, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, rusak berat tertimpa pohon waru.

Tidak ada korban dalam kejadian ini. Akibat tertimpa pohon itu, rumah Sahari dengan dinding dari gedek itu terbelah menjadi dua. “Korban ada di rumah, untungnya selamat,” ucap Kapolsek Sempu, AKP Karyadi pada Jawa Pos Radar Genteng.(sas/abi) 

SEMPU – Hampir seminggu rumahnya terbelah karena tertimpa pohon waru saat ada angin puting beliung, rumah Sahari, 60, di Dusun Krajan Kulon, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, kondisinya masih memprihatinkan. Rumah kakek yang tinggal sendirian itu belum diperbaiki, Selasa (8/2).

Rumah yang sebagian besar bangunannya terbuat dari bambu tersebut, atapnya nyaris tak bersisa. Hanya bagian dapur dan ruang tamu yang masih menyisakan genting. “Hancur lebur mas, atapnya rusak semua,” ucap Sahari kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Rumah dari anyaman bambu yang dibangun di atas tanah milik orang lain itu, rencananya baru akan direnovasi pada Rabu (9/2). Renovasi itu akan dilakukan oleh para tetangga. “Besok orang-orang soyo di sini. Kalau gak dibantu warga, saya tidak bisa ngongkosin orang, mas,” ucapnya.

Baca Juga :  GPP dan PTPN XII Salurkan Bantuan ke Korban Bencana

Karena sudah hampir seminggu atapnya dibiarkan kosong, Sahari yang sehari-hari buruh tani itu harus tidur di luar rumah. Selain rumahnya yang selalu tergenang air saat turun hujan, ia mengaku juga trauma kalau harus tidur di dalam rumah. “Saya takut kejadian lagi, apalagi di samping rumah masih ada pohon besar yang tidak boleh ditebang oleh pemiliknya,” jelasnya.

Saudara Sahari, Sriyani, 50, menambahkan biaya masak untuk makan orang-orang yang ikut membantu memperbaiki rumah, harus menjual satu kambing miliknya. “Satu kambing dijual laku Rp 3 juta,” sebutnya.

Semua uang itu, jelas dia dibawa untuk mencukupi keperluan warga yang akan gotong royong memperbaiki rumah. “Kalau bahan-bahn aseprti genting dan bambu, dapat dari bantuan warga,” pungkasnya.

Baca Juga :  Muncul Klaster Kebondalem, 26 Warga Dinyatakan Positif Covid

Seperti yang diberitakan harian ini sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu sore (5/2), menelan korban. Rumah Sahari, 60, di Dusun Krajan Kulon, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, rusak berat tertimpa pohon waru.

Tidak ada korban dalam kejadian ini. Akibat tertimpa pohon itu, rumah Sahari dengan dinding dari gedek itu terbelah menjadi dua. “Korban ada di rumah, untungnya selamat,” ucap Kapolsek Sempu, AKP Karyadi pada Jawa Pos Radar Genteng.(sas/abi) 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/