alexametrics
22.3 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Saluran Penyebab Banjir Kalibaru Akhirnya Dibersihkan

KALIBARU – Upaya pencegahan banjir di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, mulai dilakukan, Selasa (14/12). Drainase di selatan masjid Al Ihsan, yang berada di sisi timur Stasiun Kalibaru dibersihkan.

Kepala Stasiun Kalibaru, Ibnu Afandi mengatakan sedimentasi yang sempat terjadi di di saluran drainase samping rel kereta api (KA), sudah dibersihkan. Selain itu, petugas juga memastikan saluran yang ada di sekitar saluran tersebut bersih. “Sementara angkat sedimen dan membersihkan gorong-gorong,” terangnya.

Saluran air di sisi utara jalan raya hingga tembus ke selatan dan di sisi kantor Telkom, terang dia, hingga kini masih ada dan tidak ada pengurukan. “Saat pak camat datang, kita tunjukkan, tidak ada penutupan,” terangnya.

Ibnu mengaku juga membuat bak kontrol di area stasiun, itu untuk mencegah luapan. Hanya saja, saat kejadian memang air dari barat dan utara mengarah ke stasiun. Sehingga, luapan terkumpul di satu titik di sekitar stasiun. “Masalahnya debit air mengarah ke stasiun, jadi meluap,” terangnya.

Upaya yang dilakukan ini, sebut dia, bisa memutus ancaman banjir yang rutin terjadi setiap turun hujan deras. Terlebih, saluran air di Desa Banyuanyar juga tengah dikerjakan untuk memecah debit air yang menuju arah Desa Kalibaru Wetan. “Semoga tidak banjir lagi,” harapnya.(abi)

KALIBARU – Upaya pencegahan banjir di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, mulai dilakukan, Selasa (14/12). Drainase di selatan masjid Al Ihsan, yang berada di sisi timur Stasiun Kalibaru dibersihkan.

Kepala Stasiun Kalibaru, Ibnu Afandi mengatakan sedimentasi yang sempat terjadi di di saluran drainase samping rel kereta api (KA), sudah dibersihkan. Selain itu, petugas juga memastikan saluran yang ada di sekitar saluran tersebut bersih. “Sementara angkat sedimen dan membersihkan gorong-gorong,” terangnya.

Saluran air di sisi utara jalan raya hingga tembus ke selatan dan di sisi kantor Telkom, terang dia, hingga kini masih ada dan tidak ada pengurukan. “Saat pak camat datang, kita tunjukkan, tidak ada penutupan,” terangnya.

Ibnu mengaku juga membuat bak kontrol di area stasiun, itu untuk mencegah luapan. Hanya saja, saat kejadian memang air dari barat dan utara mengarah ke stasiun. Sehingga, luapan terkumpul di satu titik di sekitar stasiun. “Masalahnya debit air mengarah ke stasiun, jadi meluap,” terangnya.

Upaya yang dilakukan ini, sebut dia, bisa memutus ancaman banjir yang rutin terjadi setiap turun hujan deras. Terlebih, saluran air di Desa Banyuanyar juga tengah dikerjakan untuk memecah debit air yang menuju arah Desa Kalibaru Wetan. “Semoga tidak banjir lagi,” harapnya.(abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/