alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Dusun Sumberjambe dan Sumberdadi Belum Aman dari Banjir

PESANGGARAN – Banjir yang melanda Dusun Sumberjambe dan Dusun Sumberdadi, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran pada Minggu sore (14/11), hingga kemarin (15/11) masih belum surut. Di perkampungan tengah Kebun Sumberjambe, terlihat air masih menggenang.

Jalan yang ada di dua dusun itu, masih belum normal karena banyak yang tergenang akibat luapan Sungai Karangtambak. Tapi, air yang sebelumnya masuk ke perumahan warga, terlihat sudah surut. Para relawan dari Destana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, sudah terjun ke lokasi banjir sejak Minggu malam (14/11).

Mereka langsung membersihkan di sejumlah titik, salah satunya SDN 2 Kandangan yang sempat tergenang. Dalam penanganan ini, juga membendung agar air tidak meluap ke jalan dengan melibatkan alat berat. “Air masih menggenang,” terang Plt.  Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Abdul Kadir.

Menurut Kadir, dari data yang ada banjir yang terjadi sejak Minggu sore (14/11), menggenangi 63 kepala keluarga (KK) di Dusun Sumberjambe dan tiga KK di Dusun Sumberdadi. Selain itu, banjir ini juga menimpa satu musala dan SDN 2 Kandangan. “Jembatan penghubung antara Dusun Sumberdadi dan Dusun Sumberjambe tergerus di bagian pondasinya,” cetusnya.

Banjir yang terjadi di dua dusun ini, jelas dia, tidak ada bangunan yang rusak. Meski air masuk ke rumah warga, tapi juga tidak menimbulkan kerusakan. “Kerugian belum bisa dipastikan, kira-kira sekitar Rp 50 juta,” cetusnya.

Langkah yang telah dilakukan BPBD dalam menangani banjir ini, terang dia, telah menyerahkan bantuan paket sembako pada 70 KK. Bantuan itu, bisa dimanfaatkan untuk lima hari kedepan. “Juta juga mendirikan posko dan dapur umum bersama pemerintah Desa Kandangan,” terangnya.

Untuk penanganan jangka menengah dan jangka panjang, Kadir menyebut harus ada perbaikan di sekitar sungai. Tapi, pihaknya belum bisa menentukan jenis penanganan yang akan dikerjakan. Keputuasan itu, akan mengacu hasil pemeriksaan di lapangan. “Kita assessment dulu, kira-kira biar tidak terulang bagaimana, pakai plengsengan atau gronjong, agar tepat dan tidak berulang-ulang,” jelasnya.

Kepala Desa Kandangan Riyono menjelaskan untuk membendung pinggir sungai dan memindahkan luapan air agar bisa ke sungai, dibantu dengan alat berat. “Rencananya aka nada dua alat berat, yang ada ini dari kebun, dari PT BSI akan segera dikirim,” cetusnya.(abi)

PESANGGARAN – Banjir yang melanda Dusun Sumberjambe dan Dusun Sumberdadi, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran pada Minggu sore (14/11), hingga kemarin (15/11) masih belum surut. Di perkampungan tengah Kebun Sumberjambe, terlihat air masih menggenang.

Jalan yang ada di dua dusun itu, masih belum normal karena banyak yang tergenang akibat luapan Sungai Karangtambak. Tapi, air yang sebelumnya masuk ke perumahan warga, terlihat sudah surut. Para relawan dari Destana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, sudah terjun ke lokasi banjir sejak Minggu malam (14/11).

Mereka langsung membersihkan di sejumlah titik, salah satunya SDN 2 Kandangan yang sempat tergenang. Dalam penanganan ini, juga membendung agar air tidak meluap ke jalan dengan melibatkan alat berat. “Air masih menggenang,” terang Plt.  Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Abdul Kadir.

Menurut Kadir, dari data yang ada banjir yang terjadi sejak Minggu sore (14/11), menggenangi 63 kepala keluarga (KK) di Dusun Sumberjambe dan tiga KK di Dusun Sumberdadi. Selain itu, banjir ini juga menimpa satu musala dan SDN 2 Kandangan. “Jembatan penghubung antara Dusun Sumberdadi dan Dusun Sumberjambe tergerus di bagian pondasinya,” cetusnya.

Banjir yang terjadi di dua dusun ini, jelas dia, tidak ada bangunan yang rusak. Meski air masuk ke rumah warga, tapi juga tidak menimbulkan kerusakan. “Kerugian belum bisa dipastikan, kira-kira sekitar Rp 50 juta,” cetusnya.

Langkah yang telah dilakukan BPBD dalam menangani banjir ini, terang dia, telah menyerahkan bantuan paket sembako pada 70 KK. Bantuan itu, bisa dimanfaatkan untuk lima hari kedepan. “Juta juga mendirikan posko dan dapur umum bersama pemerintah Desa Kandangan,” terangnya.

Untuk penanganan jangka menengah dan jangka panjang, Kadir menyebut harus ada perbaikan di sekitar sungai. Tapi, pihaknya belum bisa menentukan jenis penanganan yang akan dikerjakan. Keputuasan itu, akan mengacu hasil pemeriksaan di lapangan. “Kita assessment dulu, kira-kira biar tidak terulang bagaimana, pakai plengsengan atau gronjong, agar tepat dan tidak berulang-ulang,” jelasnya.

Kepala Desa Kandangan Riyono menjelaskan untuk membendung pinggir sungai dan memindahkan luapan air agar bisa ke sungai, dibantu dengan alat berat. “Rencananya aka nada dua alat berat, yang ada ini dari kebun, dari PT BSI akan segera dikirim,” cetusnya.(abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/