alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Warga Desa Kumendung Terima Sertipikat PTSL

MUNCAR, Jawa Pos Radar Genteng – Sebanyak 475 warga Desa Kumendung, Kecamatan Muncar mendapat sertipikat yang diajukan dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dibagikan di Kantor Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, kemarin (17/9).

Hadir dalam penyerahan sertipikat itu, Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi Irianto, dan petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi. “Program setipikat PTSL ini berkat kerjasama antara Kelompok Masyarakat (Pokmas) PTSL dengan masyarakat Desa Kumendung,” cetus kepala Desa 9Kades) Kumendung Husaini.

Kerjasama yang baik itu, terang dia, akhirnya pengurusan sertipikat tanah milik warga bisa cepat diselesaikan. Untuk tahap pertama ini, pemerintah desa bersama BPN Banyuwangi membagikan 475 sertipikat dari 1.500 pemohon. “Awalnya Desa Kumendung mendapat kuota 2.550 pemohon, karena ada Covid-19 akhirnya kuota dikurangi menjadi 1.500 pemohon,” ujarnya.

Baca Juga :  Buka Pelayanan Telemedicine dan Home Care

Untuk selanjutnya, terang dia, akan ada pembagian sertpikat PTSL tahap II yang rencananya kan adilakukan di akhir tahun 2020. Sebab, masih ada 1.025 pemohon lagi yang sertipikatnya masih dalam proses. “Untuk biaya PTSL itu warga hanya ditarik Rp 150 ribu untuk satu bidang tanah,” terangnya.

Dalam program PTSL ini, jelas dia, warga sangat antusias. Bagi yang sertipikatnya sudah jadi, datang ke kantor desa membawa tumpeng. “Mereka syukuran. Dalam program PTSL ini pokmas haram menarik biaya tambahan, bagi warga yang belum selesai dimohon untuk bersabar,” terangnya.

Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, Irianto yang juga warga Desa Kumendung berharap masyarakat Desa Kumendung tetap menjaga kerukunan. Ia menyebut program PTSL itu hanya berlangusng empat bulan setelah pengajuan. “Proses pembuatan PTSL Desa Kumendung sangat cepat, dan itu membuat masyarakat puas,” katannya.

Baca Juga :  Ibu Cuci Piring, Balita Meninggal Kecemplung Sumur

Irianto mengaku tidak mendapat laporan pokmas atau panitia PTSL yang menarik biaya lebih dari Rp 150 ribu. “Untuk program PTSL Desa Kumendung tidak ada masalah, semua berjalan lancar,” katanya.(kri/abi)

MUNCAR, Jawa Pos Radar Genteng – Sebanyak 475 warga Desa Kumendung, Kecamatan Muncar mendapat sertipikat yang diajukan dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dibagikan di Kantor Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, kemarin (17/9).

Hadir dalam penyerahan sertipikat itu, Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi Irianto, dan petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi. “Program setipikat PTSL ini berkat kerjasama antara Kelompok Masyarakat (Pokmas) PTSL dengan masyarakat Desa Kumendung,” cetus kepala Desa 9Kades) Kumendung Husaini.

Kerjasama yang baik itu, terang dia, akhirnya pengurusan sertipikat tanah milik warga bisa cepat diselesaikan. Untuk tahap pertama ini, pemerintah desa bersama BPN Banyuwangi membagikan 475 sertipikat dari 1.500 pemohon. “Awalnya Desa Kumendung mendapat kuota 2.550 pemohon, karena ada Covid-19 akhirnya kuota dikurangi menjadi 1.500 pemohon,” ujarnya.

Baca Juga :  Ibu Cuci Piring, Balita Meninggal Kecemplung Sumur

Untuk selanjutnya, terang dia, akan ada pembagian sertpikat PTSL tahap II yang rencananya kan adilakukan di akhir tahun 2020. Sebab, masih ada 1.025 pemohon lagi yang sertipikatnya masih dalam proses. “Untuk biaya PTSL itu warga hanya ditarik Rp 150 ribu untuk satu bidang tanah,” terangnya.

Dalam program PTSL ini, jelas dia, warga sangat antusias. Bagi yang sertipikatnya sudah jadi, datang ke kantor desa membawa tumpeng. “Mereka syukuran. Dalam program PTSL ini pokmas haram menarik biaya tambahan, bagi warga yang belum selesai dimohon untuk bersabar,” terangnya.

Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, Irianto yang juga warga Desa Kumendung berharap masyarakat Desa Kumendung tetap menjaga kerukunan. Ia menyebut program PTSL itu hanya berlangusng empat bulan setelah pengajuan. “Proses pembuatan PTSL Desa Kumendung sangat cepat, dan itu membuat masyarakat puas,” katannya.

Baca Juga :  Mebeler Ukir Banyak Diburu Warga

Irianto mengaku tidak mendapat laporan pokmas atau panitia PTSL yang menarik biaya lebih dari Rp 150 ribu. “Untuk program PTSL Desa Kumendung tidak ada masalah, semua berjalan lancar,” katanya.(kri/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Operasi Patuh Semeru Kembali Digeber

percobaan

Artikel Terbaru

/