alexametrics
28.7 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Ketinggalan Rapid Test, Santri Blokagung Diminta Balik Kanan

RadarBanyuwangi.id – Belasan santri Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari, yang kembali ke pondoknya terpaksa ditolak masuk ke pesatren, kemarin (14/6).  Penyebabnya, mereka belum menjalani pemeriksaan rapid antigen.

Di pesantren itu, setiap santri yang datang setelah liburan Lebaran, saat akan masuk ke asrama harus steril dari Covid-19. Pesantren memfasilitasi rapid antigen, hanya pelaksanaannya mulai pagi hingga tengah hari. “Jadwal rapid antigen ini sudah kita umumkan,” terang salah satu panitia panitia kedatangan santri, Abdul Roqib, 26, kepada RadarBanyuwangi.id.

Makanya, setiap kelompok atau rombongan santri yang akan kembali ke pesantren, dipastikan sudah mengetahui kebijakan wajib rapid antigen itu. “Yang tidak tahu itu biasanya datang dengan tidak ikut rombongan,” jelasnya.

Santri yang datang harus menjalani tes rapid antigen. Bagi santri yang belum menjalani pemeriksaan, diarahkan ke laboratorium yang ditunjuk pesantren untuk menjalani rapid antigen. “Kita arahkan ke laboratorium yang sudah kita tunjuk,” jelasnya.

Salah satu santri yang kecele Trialaili, 16, asal Ternate, Maluku Utara mengatakan berangkat ke pesantren di antar kerabatnya dari Jember. “Saya tidak tahu, saya pikir rapid antigen sampai sore,” katanya.(sli/abi)

RadarBanyuwangi.id – Belasan santri Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari, yang kembali ke pondoknya terpaksa ditolak masuk ke pesatren, kemarin (14/6).  Penyebabnya, mereka belum menjalani pemeriksaan rapid antigen.

Di pesantren itu, setiap santri yang datang setelah liburan Lebaran, saat akan masuk ke asrama harus steril dari Covid-19. Pesantren memfasilitasi rapid antigen, hanya pelaksanaannya mulai pagi hingga tengah hari. “Jadwal rapid antigen ini sudah kita umumkan,” terang salah satu panitia panitia kedatangan santri, Abdul Roqib, 26, kepada RadarBanyuwangi.id.

Makanya, setiap kelompok atau rombongan santri yang akan kembali ke pesantren, dipastikan sudah mengetahui kebijakan wajib rapid antigen itu. “Yang tidak tahu itu biasanya datang dengan tidak ikut rombongan,” jelasnya.

Santri yang datang harus menjalani tes rapid antigen. Bagi santri yang belum menjalani pemeriksaan, diarahkan ke laboratorium yang ditunjuk pesantren untuk menjalani rapid antigen. “Kita arahkan ke laboratorium yang sudah kita tunjuk,” jelasnya.

Salah satu santri yang kecele Trialaili, 16, asal Ternate, Maluku Utara mengatakan berangkat ke pesantren di antar kerabatnya dari Jember. “Saya tidak tahu, saya pikir rapid antigen sampai sore,” katanya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/