alexametrics
30.7 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Manfaatkan Sungai untuk Budidaya Ikan

BANGOREJO – Sejumlah warga yang tinggal di sekitar aliran sungai Pekalen Sampean di Dusun Tanjungrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, membudidaya ikan di aliran sungai, Jumat (15/4). Mereka memanfaatkan aliran, dengan harapan bisa menambah pendapatan bagi keluarganya.

Salah satu pembudidaya ikan, Wiyono 56, mengaku mencoba budidaya ikan di sungai yang mengalir sejak sebulan lalu. Ia memiliki tiga kotak yang berisi bibit ikan untuk dibesarkan, setiap kotaknya berisi sekitar 1000 ekor ikan jenis nila, patin, dan tombro. “Saya masih taha uji coba,” katanya.

Wiyono mengaku bibit ikan yang besarkan itu dibeli dengan harga Rp 500 setiap ekornya dengan ukuran agak besar. Dengan ukuran itu, diharapkan tidak bisa keluar dari kotak yang sudah dilapisi dengan jaring. “Sungai memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter, kalau hujan bisa bertambah,” terangnya.

Agar kotak tidak bergerak saat arus sungai deras, terang dia, maka diantisipasi dengan diikat tali dan dikaitkan pada pohon di sekitar sungai. “Setiap sisi kotak sudah saya tancapkan bambu di dasar sungai,” jelasnya.

Pembudidaya ikan lainnya, Agus mengaku memilik dua kotak ikan yang berisi setiap kotaknya sekitar 500 ekor ikan jenis nila.  Menurutnya, budidaya ikan pada air yang mengalir lebih cepat disbanding di kolam. “Kurang lebih lima bulan ikan sudah bisa dipanen,” ucapnya.

Agus mengaku sedang tahap uji coba. Kalau nanti pengeluaran lebih sedikit daripada di kolam, usaha ini akan dilanjutkan dan menambah jumlah ikanya. Pemanfaatan sungai untuk budidaya ikan, harus mendapatkan izin dari Dinas Pengairan, sehingga mereka tida sembarangan menambah kotak. “Kami harus izin kepada pengairan,” pungkasnya.(mg5/abi)

BANGOREJO – Sejumlah warga yang tinggal di sekitar aliran sungai Pekalen Sampean di Dusun Tanjungrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, membudidaya ikan di aliran sungai, Jumat (15/4). Mereka memanfaatkan aliran, dengan harapan bisa menambah pendapatan bagi keluarganya.

Salah satu pembudidaya ikan, Wiyono 56, mengaku mencoba budidaya ikan di sungai yang mengalir sejak sebulan lalu. Ia memiliki tiga kotak yang berisi bibit ikan untuk dibesarkan, setiap kotaknya berisi sekitar 1000 ekor ikan jenis nila, patin, dan tombro. “Saya masih taha uji coba,” katanya.

Wiyono mengaku bibit ikan yang besarkan itu dibeli dengan harga Rp 500 setiap ekornya dengan ukuran agak besar. Dengan ukuran itu, diharapkan tidak bisa keluar dari kotak yang sudah dilapisi dengan jaring. “Sungai memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter, kalau hujan bisa bertambah,” terangnya.

Agar kotak tidak bergerak saat arus sungai deras, terang dia, maka diantisipasi dengan diikat tali dan dikaitkan pada pohon di sekitar sungai. “Setiap sisi kotak sudah saya tancapkan bambu di dasar sungai,” jelasnya.

Pembudidaya ikan lainnya, Agus mengaku memilik dua kotak ikan yang berisi setiap kotaknya sekitar 500 ekor ikan jenis nila.  Menurutnya, budidaya ikan pada air yang mengalir lebih cepat disbanding di kolam. “Kurang lebih lima bulan ikan sudah bisa dipanen,” ucapnya.

Agus mengaku sedang tahap uji coba. Kalau nanti pengeluaran lebih sedikit daripada di kolam, usaha ini akan dilanjutkan dan menambah jumlah ikanya. Pemanfaatan sungai untuk budidaya ikan, harus mendapatkan izin dari Dinas Pengairan, sehingga mereka tida sembarangan menambah kotak. “Kami harus izin kepada pengairan,” pungkasnya.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/