alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Gerakkan Ekonomi Masyarakat dengan Lingsir Wengi

SEMPU – Untuk membangkitkan perekonomian masyarakat, Pemerintah Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, menggelar Lingsir Wengi. Acara yang digelar setiap Sabtu malam itu, dilaksanakan di jalan raya yang ada di desa itu.

Dalam Lingsir Wengi yang dimulai sejak Sabtu (26/2/2022), puluhan pedagang ikut meramaikan. Mereka bisa jualan aneka makanan dan minuman. Juga ada yang menjual jajanan tradisional. “Acara ini sangat membantu masyarakat,”cetus Titin Sumarni, 41, salah satu pedagang asal Dusun Krajan Wetan, Desa Temuguruh.

Titin yang jualan bersama ibunya, Hidayah, 68, di tempat ini menjual makanan dengan menu andalan ayam laos. Setiap Sabtu malam, warungnya banyak didatangi pengunjung. “Bisa menambah pendapatan saya dan keluarga,” ujarnya.

Tiga kali bergabung di Lingsir Wengi, Titin mengaku pendapatannya tidak menentu. Tapi, setiap sepekan sekali tiga ekor ayam kampung untuk menu ayam laos habis terjual. “Saya tidak hanya menjual ayam laos, juga ada kue kering,” ungkapnya.

Kepala Desa Temuguruh, Asmuni menyampaikan dalam Lingsir Wengi ini ada 65 warga yang ikut jualan. Mereka itu, berasal dari desanya. “Ini untuk menggerakkan perekonomian masyarakat ditengah pandemi,” katanya.

Melalui acara ini, lanjut dia, pemerintah desa memberi kesempatan pada pegiat UMKM untuk menjajakan makanan tradisional buatannya. “Lingsir Wengi sebenarnya sudah lama, sempat berhenti karena ada Covid-19,” ujarnya.(mg2/abi)

SEMPU – Untuk membangkitkan perekonomian masyarakat, Pemerintah Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, menggelar Lingsir Wengi. Acara yang digelar setiap Sabtu malam itu, dilaksanakan di jalan raya yang ada di desa itu.

Dalam Lingsir Wengi yang dimulai sejak Sabtu (26/2/2022), puluhan pedagang ikut meramaikan. Mereka bisa jualan aneka makanan dan minuman. Juga ada yang menjual jajanan tradisional. “Acara ini sangat membantu masyarakat,”cetus Titin Sumarni, 41, salah satu pedagang asal Dusun Krajan Wetan, Desa Temuguruh.

Titin yang jualan bersama ibunya, Hidayah, 68, di tempat ini menjual makanan dengan menu andalan ayam laos. Setiap Sabtu malam, warungnya banyak didatangi pengunjung. “Bisa menambah pendapatan saya dan keluarga,” ujarnya.

Tiga kali bergabung di Lingsir Wengi, Titin mengaku pendapatannya tidak menentu. Tapi, setiap sepekan sekali tiga ekor ayam kampung untuk menu ayam laos habis terjual. “Saya tidak hanya menjual ayam laos, juga ada kue kering,” ungkapnya.

Kepala Desa Temuguruh, Asmuni menyampaikan dalam Lingsir Wengi ini ada 65 warga yang ikut jualan. Mereka itu, berasal dari desanya. “Ini untuk menggerakkan perekonomian masyarakat ditengah pandemi,” katanya.

Melalui acara ini, lanjut dia, pemerintah desa memberi kesempatan pada pegiat UMKM untuk menjajakan makanan tradisional buatannya. “Lingsir Wengi sebenarnya sudah lama, sempat berhenti karena ada Covid-19,” ujarnya.(mg2/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/