alexametrics
24 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Pelajaran Anti Mainstream, Belajar Matematika Digubuk

BANGOREJO – Belasan anak usia sekolah dasar, tampak menikmati proses belajar bersama di Saung atau gubuk milik Kepala Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Andik Santoso, kemairn (15/3). Di tempat itu, mereka belajar matematika dasar dengan metode jari atau jaritmatika.

Eko Purnomo, 52, mentor dalam belajar bersama itu mengatakan anak-anak yang ikut belajar ini para siswa dari sekolah dasar di Desa Sambimulyo. Di tempat itu, materi yang diajarkan khusus pelajaran matematika dengan metode yang lebih menyenangkan. “Kami ajarkan jaritmatika dan bermain angka,” katanya.

Kegiatan belajar bersama ini, bermula saat sekolah meniadakan pembelajaran tatap muka (PTM). Saat itu, banyak siswa yang kebingungan dalam mengerjakan materi matematika. Ia menggagas belajar bersama di saung milik kepala desa. “Ada tempat, kita manfaatkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kunjungi Kiai Hisyam, Kapolresta: Saya Minta Doa Ulama

Pria yang juga pemerhati pendidikan matematika itu mengaku dengan menggelar belajar bersama ini, para siswa bisa belajar matematika dengan cara yang mudah. Para siswa asuhnya itu, dari keluarga beragam. Mereka ada yang dari kalangan berada, tapi juga banyak dari keluarga yang tidak mampu, dan tidak punya laptop atau handphone android. “Saya ingin anak pinggiran yang tidak mampu dipinggirkan dalam penguasaan matematika,” jelasnya.

Melalui kegiatan yang dilakukan pada anak-anak itu, ia berharap nanti ada bibit-bibit jago matematika yang bisa mengikuti kejuaraan. Matematika itu penting dipelajari karena dasar semua cabang ilmu. “Anak-anak kalau lihat matematika seperti momok, makanya kita pakai metode bermain,” ujarnya.

Baca Juga :  Potensi Dam Concrong Masih Belum Optimal

Kepala Desa Sambimulyo, Andik santoso mengaku merasa senang ada warga yang tergerak mengajarkan matematika kepada anak-anak. Dia berharap, kegiatan ini bisa memicu rasa senang anak-anak dalam belajar, khususnya pelajaran matematika. “Saya senang, kalau anak-anak bisa menguasai matematika tanpa beban, tentu itu menarik,” katanya.(sli/abi)

BANGOREJO – Belasan anak usia sekolah dasar, tampak menikmati proses belajar bersama di Saung atau gubuk milik Kepala Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Andik Santoso, kemairn (15/3). Di tempat itu, mereka belajar matematika dasar dengan metode jari atau jaritmatika.

Eko Purnomo, 52, mentor dalam belajar bersama itu mengatakan anak-anak yang ikut belajar ini para siswa dari sekolah dasar di Desa Sambimulyo. Di tempat itu, materi yang diajarkan khusus pelajaran matematika dengan metode yang lebih menyenangkan. “Kami ajarkan jaritmatika dan bermain angka,” katanya.

Kegiatan belajar bersama ini, bermula saat sekolah meniadakan pembelajaran tatap muka (PTM). Saat itu, banyak siswa yang kebingungan dalam mengerjakan materi matematika. Ia menggagas belajar bersama di saung milik kepala desa. “Ada tempat, kita manfaatkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Potensi Dam Concrong Masih Belum Optimal

Pria yang juga pemerhati pendidikan matematika itu mengaku dengan menggelar belajar bersama ini, para siswa bisa belajar matematika dengan cara yang mudah. Para siswa asuhnya itu, dari keluarga beragam. Mereka ada yang dari kalangan berada, tapi juga banyak dari keluarga yang tidak mampu, dan tidak punya laptop atau handphone android. “Saya ingin anak pinggiran yang tidak mampu dipinggirkan dalam penguasaan matematika,” jelasnya.

Melalui kegiatan yang dilakukan pada anak-anak itu, ia berharap nanti ada bibit-bibit jago matematika yang bisa mengikuti kejuaraan. Matematika itu penting dipelajari karena dasar semua cabang ilmu. “Anak-anak kalau lihat matematika seperti momok, makanya kita pakai metode bermain,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemdes Wringinrejo Bagikan 352 Sertifikat

Kepala Desa Sambimulyo, Andik santoso mengaku merasa senang ada warga yang tergerak mengajarkan matematika kepada anak-anak. Dia berharap, kegiatan ini bisa memicu rasa senang anak-anak dalam belajar, khususnya pelajaran matematika. “Saya senang, kalau anak-anak bisa menguasai matematika tanpa beban, tentu itu menarik,” katanya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Laboratorium Merdeka

Bayi Dari ODGJ Diboyong Ke RSUD

Artikel Terbaru

/