alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Jelang Ramadan, Sentra Sandang Kurang Bergairah

GENTENG – Ramadan kurang sebulan. Sentra pasar sandang dan pakaian di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan Kecamatan Genteng, kurang bergairah. Padahal biasanya, di pusat grosir itu sudah ramai hingga menjelang hari Raya Idul Fitri.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, di beberapa toko grosir kain dan pakaian jadi yang biasanya selalu ramai, kini terlihat sepi. Harapan akan panen saat Ramadan, sepertinya akan pupus. “Sekarang sepi,” terang Mukhlis, 54, salah satu penyedia bahan kain di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.

Menurut Mukhlis, bila mengacu sebelum pandemi, tiga bulan sebelum Lebaran, orang yang belanja kain dan pakaian sudah ramai. Tapi sekarang ini, sebulan sebelum Ramadan masih sangat sepi. “Biasanya Rajab itu sudah ramai, kita sudah mulai nambah stok,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Ipuk Kepincut Cubek dan Ulekan

Tapi kali ini berbeda, saat ini ketentuan yang diterapkan pabrik kepada supplier berbeda. Dulu, mereka bisa titip. Supplier bisa menitipkan barang ke pedagang. Tapi saat ini banyak pabrik meminta tunai. “Kalau pabrik minta cash ke supplier, kita ya terdampak,” jelasnya.

Untuk persiapan Ramadan besok, dia mengaku belum ada rencana menambah persediaan barang. Itu karena kondisi pasar serba belum pasti. Ia memilih menghabiskan persediaan lama. “Sepertinya belum ada rencana menambah stok,” terangnya.

Pedagang grosir lainnya, Langit Saputro Aji,  32, menyampaikan belum menambah persediaan barang. Sejumlah usaha produksi seperti kerudung yang biasanya mulai produksi masal, hingga sebulan sebelum Ramadan ini belum dimulai. “Para penjahit yang kerja di tempat saya juga belum mulai kerja,” katanya.

Baca Juga :  Pasar Takjil Jadi Ladang Ekonomi Pelaku UMKM hingga Kalangan Difabel

Jika mengacu Ramadan tahun lalu, kondisi pasar surut. Saat itu geliat pasar mulai terasa pada minggu ketiga. Di tahun ini, diperkirakan kondisinya tidak beda. Atau bisa lebih parah. “Kalau pembelian perorangan tetap, yang kulakan berkurang,” ungkapnya.(sli/abi)

GENTENG – Ramadan kurang sebulan. Sentra pasar sandang dan pakaian di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan Kecamatan Genteng, kurang bergairah. Padahal biasanya, di pusat grosir itu sudah ramai hingga menjelang hari Raya Idul Fitri.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, di beberapa toko grosir kain dan pakaian jadi yang biasanya selalu ramai, kini terlihat sepi. Harapan akan panen saat Ramadan, sepertinya akan pupus. “Sekarang sepi,” terang Mukhlis, 54, salah satu penyedia bahan kain di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.

Menurut Mukhlis, bila mengacu sebelum pandemi, tiga bulan sebelum Lebaran, orang yang belanja kain dan pakaian sudah ramai. Tapi sekarang ini, sebulan sebelum Ramadan masih sangat sepi. “Biasanya Rajab itu sudah ramai, kita sudah mulai nambah stok,” katanya.

Baca Juga :  Tandon Pencegah Kekeringan Mangkrak

Tapi kali ini berbeda, saat ini ketentuan yang diterapkan pabrik kepada supplier berbeda. Dulu, mereka bisa titip. Supplier bisa menitipkan barang ke pedagang. Tapi saat ini banyak pabrik meminta tunai. “Kalau pabrik minta cash ke supplier, kita ya terdampak,” jelasnya.

Untuk persiapan Ramadan besok, dia mengaku belum ada rencana menambah persediaan barang. Itu karena kondisi pasar serba belum pasti. Ia memilih menghabiskan persediaan lama. “Sepertinya belum ada rencana menambah stok,” terangnya.

Pedagang grosir lainnya, Langit Saputro Aji,  32, menyampaikan belum menambah persediaan barang. Sejumlah usaha produksi seperti kerudung yang biasanya mulai produksi masal, hingga sebulan sebelum Ramadan ini belum dimulai. “Para penjahit yang kerja di tempat saya juga belum mulai kerja,” katanya.

Baca Juga :  Pikap Patrol Dihadang Polisi

Jika mengacu Ramadan tahun lalu, kondisi pasar surut. Saat itu geliat pasar mulai terasa pada minggu ketiga. Di tahun ini, diperkirakan kondisinya tidak beda. Atau bisa lebih parah. “Kalau pembelian perorangan tetap, yang kulakan berkurang,” ungkapnya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Tugu Macan Dicat Ulang

Harga Daging Ayam Terus Turun

Harga Cabai Rawit mulai Pedas

/