alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Harga Semangka Masih Mahal

TEGALSARI – Para petani, teru­tama di Banyuwangi Selatan yang sedang menanam buah semangka, kini sedang panen. Mereka, juga bisa tersenyum karena saat ini harga buah semangka itu sedang tinggi.

Salah satu petani buah semangka, Agus Santoso, 31, mengaku tana­man buah semangka miliknya di Dusun Kaligesing, Desa Karang­mulyo, Kecamatan Tegalsari, saat ini sedang panen. “Harga semang­ka lagi bagus,” katanya.

Agus menyebut harga buah se­mangka di tingkat petani mencapai Rp 2,700 per kilogram. Harga itu dianggap ideal bagi petani. “Har­ganya lumayan baik. Asal di atas Rp 1.250 per kilogram, kita bisa lega,” terang pria asal Dusun Krajan 1, Desa/Kecamatan Tegalsari itu.

Menurut Agus, dengan luas lahan sekitar satu bau atau 7.000 meter persegi, dia mampu meng­hasilkan panen sebanyak 14 ton. Untuk biaya perawatan sekali ta­nam hingga masa panen, seti­daknya menghabiskan biaya Rp 15 juta. Sehingga, hasil yang di­peroleh bisa kembali 100 persen. “Kalau harga normal dan panen normal, Insya Allah kembali modal,” ucapnya.

Baca Juga :  Warung Kopi Jadi Sasaran Sosialisai Kamtibmas

Petani semangka lainnya, Tumari, 47, asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari, yang kini menanam di Dusun Kaligesing, Desa Karangmulyo, mengatakan harga jual buah semangka saat ini lumayan bagus. Hanya saja, tanaman miliknya itu dianggap masih 80 persen dari harapannya. “Buahnya kurang bagus sedikit, ini banyak hujan,” terangnya.

Tidak hanya di Dusun Kaligesing, Desa Karangmulyo, tanaman semangka di daerah Kecamatan Muncar, harganya juga bagus. “Saya menanam semangka di Desa Sumbersewu (Kecamatan Muncar), harganya sangat bagus, saya dapat kabar sampai Rp 3.000 per kilogram,” cetus Khoirudin, 31, warga Dusun Tembakur, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pe­sang­garan.

Bagaimana harga di pedagang, Subhan, 43, warga Dusun Karang­rejo, Desa/Kecamatan Cluring, mengatakan harga buah semangka itu sebenarnya sudah turun. “Se­be­lumnya Rp 3.000 per kilo­gram, kini tinggal Rp 2.700 per kilogram,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bekas Galian C di Sempu Mangkrak, Kini Jadi Danau

Harga semangka yang turun itu, terang dia, karena petani di daerah Kabupaten Jember mulai panen. Sejauh ini, persediaan semangka untuk tiga kabupaten, yakni di Kabupaten Banyuwangi, Jembe,r dan Lumajang selalu bersaing ketat. Jika masa panen di ketiga daerah itu bersamaan, dipastikan akan mempengaruhi harga penjualan di daerah lainnya. “Sekarang panen raya Jember, jadi di sini agak turun,” ucapnya.

Dengan banyaknya persediaan barang, Subhan mengaku bisa mengirim dua kali dalam seminggu ke Jakarta. Sekali kirim, bisa men­capai 11 ton. “Untuk meme­nu­hi pasar Jakarta,” katanya. (sli/abi)

TEGALSARI – Para petani, teru­tama di Banyuwangi Selatan yang sedang menanam buah semangka, kini sedang panen. Mereka, juga bisa tersenyum karena saat ini harga buah semangka itu sedang tinggi.

Salah satu petani buah semangka, Agus Santoso, 31, mengaku tana­man buah semangka miliknya di Dusun Kaligesing, Desa Karang­mulyo, Kecamatan Tegalsari, saat ini sedang panen. “Harga semang­ka lagi bagus,” katanya.

Agus menyebut harga buah se­mangka di tingkat petani mencapai Rp 2,700 per kilogram. Harga itu dianggap ideal bagi petani. “Har­ganya lumayan baik. Asal di atas Rp 1.250 per kilogram, kita bisa lega,” terang pria asal Dusun Krajan 1, Desa/Kecamatan Tegalsari itu.

Menurut Agus, dengan luas lahan sekitar satu bau atau 7.000 meter persegi, dia mampu meng­hasilkan panen sebanyak 14 ton. Untuk biaya perawatan sekali ta­nam hingga masa panen, seti­daknya menghabiskan biaya Rp 15 juta. Sehingga, hasil yang di­peroleh bisa kembali 100 persen. “Kalau harga normal dan panen normal, Insya Allah kembali modal,” ucapnya.

Baca Juga :  Asal Ratusan Kayu Jati masih Misterius

Petani semangka lainnya, Tumari, 47, asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari, yang kini menanam di Dusun Kaligesing, Desa Karangmulyo, mengatakan harga jual buah semangka saat ini lumayan bagus. Hanya saja, tanaman miliknya itu dianggap masih 80 persen dari harapannya. “Buahnya kurang bagus sedikit, ini banyak hujan,” terangnya.

Tidak hanya di Dusun Kaligesing, Desa Karangmulyo, tanaman semangka di daerah Kecamatan Muncar, harganya juga bagus. “Saya menanam semangka di Desa Sumbersewu (Kecamatan Muncar), harganya sangat bagus, saya dapat kabar sampai Rp 3.000 per kilogram,” cetus Khoirudin, 31, warga Dusun Tembakur, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pe­sang­garan.

Bagaimana harga di pedagang, Subhan, 43, warga Dusun Karang­rejo, Desa/Kecamatan Cluring, mengatakan harga buah semangka itu sebenarnya sudah turun. “Se­be­lumnya Rp 3.000 per kilo­gram, kini tinggal Rp 2.700 per kilogram,” ungkapnya.

Baca Juga :  Grebek Sabung Ayam Dapat Puluhan Motor

Harga semangka yang turun itu, terang dia, karena petani di daerah Kabupaten Jember mulai panen. Sejauh ini, persediaan semangka untuk tiga kabupaten, yakni di Kabupaten Banyuwangi, Jembe,r dan Lumajang selalu bersaing ketat. Jika masa panen di ketiga daerah itu bersamaan, dipastikan akan mempengaruhi harga penjualan di daerah lainnya. “Sekarang panen raya Jember, jadi di sini agak turun,” ucapnya.

Dengan banyaknya persediaan barang, Subhan mengaku bisa mengirim dua kali dalam seminggu ke Jakarta. Sekali kirim, bisa men­capai 11 ton. “Untuk meme­nu­hi pasar Jakarta,” katanya. (sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/