alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Periksa 18 Warga Grajagan, 3 Orang Positif Covid-19

RadarBanyuwangi.id – Pasca meninggalnya Faris Pujianto, asal Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo karena terpapar Covid-19 pada Rabu malam (11/8), para tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, langsung bergerak melakukan tracing dan pemeriksaan rapid antigen, kemarin (13/8).

Surveilans Puskesmas Grajagan, Suyono Marius, 50, mengatakan telah melakukan tracing pada 24 orang yang dekat dengan Faris Pujianto. Dari jumlah warga itu, yang menjalin kontak hanya 18 orang. “Ini keluarga dan tetangga atau teman,” terangnya.

Warga yang melakukan kontak itu, jelas dia, dilakukan tes rapid antigen. Untuk pelaksanaan pemeriksaan, dilakukan di dua tempat, yakni di rumah dan Puskesmas Grajagan. “Yang keluarga pasien meninggal, tes dilakukan di rumahnya. Kalau yang lain di Puskesmas,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan itu, jelas dia, diketahui ada tiga orang yang positif. Ketiga orang itu, semuanya keluarga pasien yang meninggal. “Sudah kita swab, tiga orang yang positif, termasuk istrinya,” jelasnya.

Suyono menyampaikan pihak keluarga sangat kooperarif selama menjalani pemeriksaan. Saat ini, mereka menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan tim Puskesmas Grajagan. “Mereka sangat baik kerjasamanya dengan petugas,” terangnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Faris Pujianto, warga Dusun Bulusari, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo meninggal setelah menjalani perawatan di RSUD Genteng.  Pria yang dinyatakan positif Covid-19 itu dibawa ke rumah sakit pada Rabu (11/8) pagi, dan malamnya meninggal. (sli/abi)

RadarBanyuwangi.id – Pasca meninggalnya Faris Pujianto, asal Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo karena terpapar Covid-19 pada Rabu malam (11/8), para tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, langsung bergerak melakukan tracing dan pemeriksaan rapid antigen, kemarin (13/8).

Surveilans Puskesmas Grajagan, Suyono Marius, 50, mengatakan telah melakukan tracing pada 24 orang yang dekat dengan Faris Pujianto. Dari jumlah warga itu, yang menjalin kontak hanya 18 orang. “Ini keluarga dan tetangga atau teman,” terangnya.

Warga yang melakukan kontak itu, jelas dia, dilakukan tes rapid antigen. Untuk pelaksanaan pemeriksaan, dilakukan di dua tempat, yakni di rumah dan Puskesmas Grajagan. “Yang keluarga pasien meninggal, tes dilakukan di rumahnya. Kalau yang lain di Puskesmas,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan itu, jelas dia, diketahui ada tiga orang yang positif. Ketiga orang itu, semuanya keluarga pasien yang meninggal. “Sudah kita swab, tiga orang yang positif, termasuk istrinya,” jelasnya.

Suyono menyampaikan pihak keluarga sangat kooperarif selama menjalani pemeriksaan. Saat ini, mereka menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan tim Puskesmas Grajagan. “Mereka sangat baik kerjasamanya dengan petugas,” terangnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Faris Pujianto, warga Dusun Bulusari, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo meninggal setelah menjalani perawatan di RSUD Genteng.  Pria yang dinyatakan positif Covid-19 itu dibawa ke rumah sakit pada Rabu (11/8) pagi, dan malamnya meninggal. (sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/