alexametrics
23.7 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Pandemi Belum Berakhir, Prospek Bisnis Masker Masih Menjanjikan

RadarBanyuwangi.id – Pandemi masih berlangsung. Dibanding setahun lalu, jumlah penjual masker eceran sudah mulai berkurang. Padahal, itu masih cukup menjanjikan,

Salah satu penjual masker Cengy  Stefanus, 27, warga Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, mengaku  sejak sebulan ini menekuni penjualan masker di pinggir jalan. Awalnya, ini dilakukan sekadar iseng, tapi melihat permintaan yang cukup tinggi, akhirnya diseriusi. “Awalnya cuma pasang-pasang status jualan, tidak punya stok,” jelasnya.

Sejak pertama berjualan hingga saat ini, pembelian terbilang laris. Setiap hari, masker yang dijual laku antara 10 kardus hingga 30 kardus. Harga masker itu dibanderol mulai paket Rp. 10 ribu hingga Rp. 50 ribu per boks atau kardus isi 50 masker. “Saya pernah menjual hingga tembus 50 kardus dalam sehari,” jelas Cengy kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  Amankan Empat Pemabuk dan Penjual Miras

Cengy mengungkapkan, masker yang dijual itu didatangkan dari Surabaya. Dia menegaskan, barang yang dijual bukan dari penimbunan seperti yang  banyak terjadi saat awal pandemi. “Ini baru sebulanan, barangnya baru semua,” terangnya.

Saat ini masker sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Sehingga, menjual masker sudah seperti menjual minuman atau rokok.  Masker dengan beragam jenis bisa dijual, dan itu memiliki segmentasi peminat. “Kalau di sini paling laris yang standar, masker medis ada peminatnya sendiri,” ungkapnya.(sli/abi)

RadarBanyuwangi.id – Pandemi masih berlangsung. Dibanding setahun lalu, jumlah penjual masker eceran sudah mulai berkurang. Padahal, itu masih cukup menjanjikan,

Salah satu penjual masker Cengy  Stefanus, 27, warga Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, mengaku  sejak sebulan ini menekuni penjualan masker di pinggir jalan. Awalnya, ini dilakukan sekadar iseng, tapi melihat permintaan yang cukup tinggi, akhirnya diseriusi. “Awalnya cuma pasang-pasang status jualan, tidak punya stok,” jelasnya.

Sejak pertama berjualan hingga saat ini, pembelian terbilang laris. Setiap hari, masker yang dijual laku antara 10 kardus hingga 30 kardus. Harga masker itu dibanderol mulai paket Rp. 10 ribu hingga Rp. 50 ribu per boks atau kardus isi 50 masker. “Saya pernah menjual hingga tembus 50 kardus dalam sehari,” jelas Cengy kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  Moeldoko dan Sugirah Ajak Petani Pakai Pupuk Organik

Cengy mengungkapkan, masker yang dijual itu didatangkan dari Surabaya. Dia menegaskan, barang yang dijual bukan dari penimbunan seperti yang  banyak terjadi saat awal pandemi. “Ini baru sebulanan, barangnya baru semua,” terangnya.

Saat ini masker sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Sehingga, menjual masker sudah seperti menjual minuman atau rokok.  Masker dengan beragam jenis bisa dijual, dan itu memiliki segmentasi peminat. “Kalau di sini paling laris yang standar, masker medis ada peminatnya sendiri,” ungkapnya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/