alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Berita Hoax Pemotor Kena Layangan

TEGALSARI, Jawa Pos Radar Genteng – Beredarnya video yang memperlihatkan seorang pemotor tergeletak dengan luka sayatan di leher akibat terkena senar layangan, beredar luas di media sosial (medsos). Dalam video berdurasi 20 detik itu, bertuliskan di depan Masjid Al Huda, Dusun Krajan, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari.

Video yang terlanjur viral itu, sempat membuat Kapolsek Tegalsari Iptu Lipur kerepotan. Sebab, di lokasi yang ditunjukkan dalam gambar itu ternyata tidak pernah ada kecelakaan. “Itu hoax,” cetus Iptu Lipur.

Menurut Lipur, video itu memang benar ada. Hanya saja, terjadi di Solo, Jawa Tengah. Untuk di Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari tidak ada kecelakaan akibat terkena senar layangan. “Itu hoax, tidak terjadi di Banyuwangi,” ujarnya.

Menurut Lipur, video itu banyak menyebar di medsos dan diberi tulisan lokasi kejadian di wilayah hukumnya. Atas beredaranya video itu, menimbulkan keresahan warga. “Saya yakin itu perbuatan iseng orang yang sengaja membuat resah,” cetus perwira polisi yang lama di lalu lintas itu.

Ia menegaskan warga tidak termakan isu hoax yang banyak beredar di medsos. Masyarakat harus cerdas mengonsumsi berita yang beredar, dan tidak menyebarkan kabar yang belum tentu kebenarannya. “Kami sudah sosialisasi kepada warga agar tidak termakan berita palsu,” katanya.

Hanya saja, jelas dia, beredarnya video itu ada hikmahnya. Diharapkan masyarakat tidak bermain layang-layang disembarang tempat. Penngguna jalan juga lebih berhati-hati dan waspada dengan selalu memakai helm. “Itu peringatan bagi pemotor yang tidak waspada saat berkendara,” ujarnya.(*)

TEGALSARI, Jawa Pos Radar Genteng – Beredarnya video yang memperlihatkan seorang pemotor tergeletak dengan luka sayatan di leher akibat terkena senar layangan, beredar luas di media sosial (medsos). Dalam video berdurasi 20 detik itu, bertuliskan di depan Masjid Al Huda, Dusun Krajan, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari.

Video yang terlanjur viral itu, sempat membuat Kapolsek Tegalsari Iptu Lipur kerepotan. Sebab, di lokasi yang ditunjukkan dalam gambar itu ternyata tidak pernah ada kecelakaan. “Itu hoax,” cetus Iptu Lipur.

Menurut Lipur, video itu memang benar ada. Hanya saja, terjadi di Solo, Jawa Tengah. Untuk di Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari tidak ada kecelakaan akibat terkena senar layangan. “Itu hoax, tidak terjadi di Banyuwangi,” ujarnya.

Menurut Lipur, video itu banyak menyebar di medsos dan diberi tulisan lokasi kejadian di wilayah hukumnya. Atas beredaranya video itu, menimbulkan keresahan warga. “Saya yakin itu perbuatan iseng orang yang sengaja membuat resah,” cetus perwira polisi yang lama di lalu lintas itu.

Ia menegaskan warga tidak termakan isu hoax yang banyak beredar di medsos. Masyarakat harus cerdas mengonsumsi berita yang beredar, dan tidak menyebarkan kabar yang belum tentu kebenarannya. “Kami sudah sosialisasi kepada warga agar tidak termakan berita palsu,” katanya.

Hanya saja, jelas dia, beredarnya video itu ada hikmahnya. Diharapkan masyarakat tidak bermain layang-layang disembarang tempat. Penngguna jalan juga lebih berhati-hati dan waspada dengan selalu memakai helm. “Itu peringatan bagi pemotor yang tidak waspada saat berkendara,” ujarnya.(*)

Artikel Terkait

Most Read

Pemasangan Girder Jembatan Diundur

SMPN 1 Tegaldlimo Suguhkan Aneka Budaya

Telkom Jajaki Kerja Sama

Artikel Terbaru

/