alexametrics
23.3 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Warga Songgon Keringkan Sungai

SONGGON –  Dampak aliran sungai Badeng yang keruh dan mengandung pasir hingga delapan bulan lamanya, membuat aliran sungai yang ada di wilayah Kecamatan Songgon, menjadi dangkal. Di daerah aliran sungai (DAS) dipenuhi pasir warna merah.

Warga di Dusun Songgorejo, Desa/Kecamatan Songgon, terpaksa mengeringkan sungai untuk dilakukan pembersihan. Itu dilakukan agar pasir merah yang ada di sungai tidak masuk ke persawahan, kemarin (15/4). “Kalau tidak dikeringkan dan dibersihkan, pasir merah masuk ke persawahan,” terang Hartono, salah satu petani setempat.

Menurut Hartono, saluran air itu dikeringkan sejak Sabtu (14/4). Itu dilakukan karena saat ini sudah banyak dampak yang dirasakan oleh warga sekitar, yakni sawah dan lahan yang dipadati pasir. “Semua warga susah karena sawahnya dipenuhi pasir,” katanya.

Baca Juga :  Asyik Judi Remi Digaruk Polisi

Petani lainnya, Sumaryono, 51, mengaku senang aliran irigasi itu untuk sementara dikeringkan. Karena banyak pasir yang sudah menumpuk di laham persawahan. “Jika tidak segera dikeringkan, takutnya semakin menumpuk di sawah,” katanya.

Saluran air yang dikeringkan, lanjut dia, sebenarnya mengganggu para petani yang kini tengah menanam padi. Tapi bila tidak dilakukan, maka persawahan akan dipenuhi pasir dan tidak bisa ditanami lagi. “Saat dikeringkan ini warga banyak yang mencari pasir,” ungkapnya.

Sumaryono berharap, saluran dan air sungai Badeng tersebut bisa cepat kembali normal. Sebab, itu telah membuat banyak warga resah. “Semoga pemerintah bisa cepat mencari solusi dari kejadian ini,” harapnya.(rio/abi)

SONGGON –  Dampak aliran sungai Badeng yang keruh dan mengandung pasir hingga delapan bulan lamanya, membuat aliran sungai yang ada di wilayah Kecamatan Songgon, menjadi dangkal. Di daerah aliran sungai (DAS) dipenuhi pasir warna merah.

Warga di Dusun Songgorejo, Desa/Kecamatan Songgon, terpaksa mengeringkan sungai untuk dilakukan pembersihan. Itu dilakukan agar pasir merah yang ada di sungai tidak masuk ke persawahan, kemarin (15/4). “Kalau tidak dikeringkan dan dibersihkan, pasir merah masuk ke persawahan,” terang Hartono, salah satu petani setempat.

Menurut Hartono, saluran air itu dikeringkan sejak Sabtu (14/4). Itu dilakukan karena saat ini sudah banyak dampak yang dirasakan oleh warga sekitar, yakni sawah dan lahan yang dipadati pasir. “Semua warga susah karena sawahnya dipenuhi pasir,” katanya.

Baca Juga :  Nenek Ditemukan Mengapung di Sungai Cluring

Petani lainnya, Sumaryono, 51, mengaku senang aliran irigasi itu untuk sementara dikeringkan. Karena banyak pasir yang sudah menumpuk di laham persawahan. “Jika tidak segera dikeringkan, takutnya semakin menumpuk di sawah,” katanya.

Saluran air yang dikeringkan, lanjut dia, sebenarnya mengganggu para petani yang kini tengah menanam padi. Tapi bila tidak dilakukan, maka persawahan akan dipenuhi pasir dan tidak bisa ditanami lagi. “Saat dikeringkan ini warga banyak yang mencari pasir,” ungkapnya.

Sumaryono berharap, saluran dan air sungai Badeng tersebut bisa cepat kembali normal. Sebab, itu telah membuat banyak warga resah. “Semoga pemerintah bisa cepat mencari solusi dari kejadian ini,” harapnya.(rio/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/