alexametrics
23.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Enam Hari Dirawat Belum Sadar, Dua Anggota PSHT Masih Jalani Perawatan

GENTENG – Tawuran dua perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Pagar Nusa (PN) di Dusun Sukomukti, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, pada Kamis (10/3/2022) ternyata masih belum tuntas semua.

Setelah satu anggota PSHT mengalami luka yang cukup parah di beberapa bagian tubuh dan akhirnya meninggal, hingga Selasa (15/3/2022) masih ada dua anggota PSHT yang masih menjalani perawatan di RS Al Rohmah Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, dan RS Graha Medika Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. “Sudah enam hari dirawat dan belum sadar,” cetus humas PSHT Cabang Banyuwangi, Ali Nurfatoni.

Menurut Toni, sapaan Ali Nurfatoni, sebenarnya tidak hanya dua orang yang mendapatkan perawatan medis. Sejumlah warga PSHT sempat dilarikan ke rumah sakit karena terluka, tapi banyak yang sudah diizinkan pulang. “Sebagian besar diizinkan pulang setelah mendapatkan perawatan,” katanya.

Menurut Toni, ada tiga anggota PSHT Banyuwangi yang menjalani opname di tiga rumah sakit di daerah Kecamatan Gambiran. Hanya saja, satu pasien lainnya yang dirawat di RS Al Huda Gambiran sudah membaik dan dizinkan pulang. “Yang dirawat di RS Al Huda sudah pulang,” terangnya.

Toni mengaku setelah ketegangan di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, jumlah korban yang mengalami luka-luka masih simpang siur. Setelah kejadian, kepolisian mendata ada 14 orang yang terluka dan sempat dirawat di Puskesmas Pesanggaran dan Puskesmas Kebondalem. “Yang dari Puskesmas Kebondalem dirujuk ke RSU Al Huda Gambiran,” pungkasnya.(mg5/abi)

GENTENG – Tawuran dua perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Pagar Nusa (PN) di Dusun Sukomukti, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, pada Kamis (10/3/2022) ternyata masih belum tuntas semua.

Setelah satu anggota PSHT mengalami luka yang cukup parah di beberapa bagian tubuh dan akhirnya meninggal, hingga Selasa (15/3/2022) masih ada dua anggota PSHT yang masih menjalani perawatan di RS Al Rohmah Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, dan RS Graha Medika Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. “Sudah enam hari dirawat dan belum sadar,” cetus humas PSHT Cabang Banyuwangi, Ali Nurfatoni.

Menurut Toni, sapaan Ali Nurfatoni, sebenarnya tidak hanya dua orang yang mendapatkan perawatan medis. Sejumlah warga PSHT sempat dilarikan ke rumah sakit karena terluka, tapi banyak yang sudah diizinkan pulang. “Sebagian besar diizinkan pulang setelah mendapatkan perawatan,” katanya.

Menurut Toni, ada tiga anggota PSHT Banyuwangi yang menjalani opname di tiga rumah sakit di daerah Kecamatan Gambiran. Hanya saja, satu pasien lainnya yang dirawat di RS Al Huda Gambiran sudah membaik dan dizinkan pulang. “Yang dirawat di RS Al Huda sudah pulang,” terangnya.

Toni mengaku setelah ketegangan di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, jumlah korban yang mengalami luka-luka masih simpang siur. Setelah kejadian, kepolisian mendata ada 14 orang yang terluka dan sempat dirawat di Puskesmas Pesanggaran dan Puskesmas Kebondalem. “Yang dari Puskesmas Kebondalem dirujuk ke RSU Al Huda Gambiran,” pungkasnya.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/