alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Jembatan Pesanggaran Dibangun Lagi dengan APBD 2018

PESANGGARAN –  Bupati Abdullah Azwar Anas memastikan jembatan ambrol yang diterjang banjir di Desa Pancer, Kecamatan Pesanggaran, segera dibangun kembali.  Pembangunan kembali jembatan itu akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018.

Kepastian pembangunan kembali jembatan itu disampaikan Anas saat mengunjungi lokasi jembatan ambrol di Kecamatan Pesanggaran kemarin (15/1). ”Sebenarnya ini di kawasan Perhutani, tapi segera kita bangun kembali menggunakan anggaran APBD 2018 ini. Karena ini tergolong urgen. Untuk tahun ini, dua jembatan dulu yang akan kita bangun,” ungkap Anas

Jembatan yang ambrol tersebut adalah Jembatan Babakan yang menghubungkan Pancer dengan wisata Pantai Wedi Ireng. Jembatan Babakan adalah satu dari empat jembatan yang ambrol akibat banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Pesanggaran pada Rabu malam (10/1). 

        Pengakuan beberapa warga setempat, banjir yang melanda desanya adalah merupakan siklus yang terjadi setiap 15 tahun sekali. Jembatan tersebut sebelumnya dibangun swadaya masyarakat sebagai akses menuju Pantai Wedi Ireng.

Anas mengatakan, Pemkab Banyuwangi akan fokus pada pembangunan infrastruktur jembatan. Hal ini karena wilayah terdampak banjir tersebut berada dalam kawasan Perhutani yang membutuhkan regulasi tertentu untuk dilakukan pembangunan infrastruktur.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang (DPU-CKPR) Mujiono menambahkan, pembangunan jembatan yang ambrol akan dilakukan dalam tiga bulan ke depan. ”Kita harus menghitung dulu tinggi, lebar dan panjangnya. Kemudian juga alur lainnya. Perlu dilakukan studi dan pembetonan terlebih dahulu,” ungkap Mujiono.

Untuk sementara, lanjut Mujiono, dibangun jembatan darurat untuk mengganti fungsi jembatan yang ambrol. ”Kita bangun jembatan darurat dengan kayu sembari menunggu selesainya jembatan yang baru,” tutur Mujiono.

Selain jembatan, jalan aspal yang rusak, akan ditambal juga. ”Satgas jalan berlubang segera kami kerahkan kemari,” jelas Mujiono (afi/c1)

PESANGGARAN –  Bupati Abdullah Azwar Anas memastikan jembatan ambrol yang diterjang banjir di Desa Pancer, Kecamatan Pesanggaran, segera dibangun kembali.  Pembangunan kembali jembatan itu akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018.

Kepastian pembangunan kembali jembatan itu disampaikan Anas saat mengunjungi lokasi jembatan ambrol di Kecamatan Pesanggaran kemarin (15/1). ”Sebenarnya ini di kawasan Perhutani, tapi segera kita bangun kembali menggunakan anggaran APBD 2018 ini. Karena ini tergolong urgen. Untuk tahun ini, dua jembatan dulu yang akan kita bangun,” ungkap Anas

Jembatan yang ambrol tersebut adalah Jembatan Babakan yang menghubungkan Pancer dengan wisata Pantai Wedi Ireng. Jembatan Babakan adalah satu dari empat jembatan yang ambrol akibat banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Pesanggaran pada Rabu malam (10/1). 

        Pengakuan beberapa warga setempat, banjir yang melanda desanya adalah merupakan siklus yang terjadi setiap 15 tahun sekali. Jembatan tersebut sebelumnya dibangun swadaya masyarakat sebagai akses menuju Pantai Wedi Ireng.

Anas mengatakan, Pemkab Banyuwangi akan fokus pada pembangunan infrastruktur jembatan. Hal ini karena wilayah terdampak banjir tersebut berada dalam kawasan Perhutani yang membutuhkan regulasi tertentu untuk dilakukan pembangunan infrastruktur.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang (DPU-CKPR) Mujiono menambahkan, pembangunan jembatan yang ambrol akan dilakukan dalam tiga bulan ke depan. ”Kita harus menghitung dulu tinggi, lebar dan panjangnya. Kemudian juga alur lainnya. Perlu dilakukan studi dan pembetonan terlebih dahulu,” ungkap Mujiono.

Untuk sementara, lanjut Mujiono, dibangun jembatan darurat untuk mengganti fungsi jembatan yang ambrol. ”Kita bangun jembatan darurat dengan kayu sembari menunggu selesainya jembatan yang baru,” tutur Mujiono.

Selain jembatan, jalan aspal yang rusak, akan ditambal juga. ”Satgas jalan berlubang segera kami kerahkan kemari,” jelas Mujiono (afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/