alexametrics
30.7 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Jelang Arung Kanal, Warga Mulai Sibuk Membuat Perahu

TEGALSARI – Untuk menyambut Festival Perahu yang akan digelar pada Minggu (19/12), warga Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, sejak beberapa pekan ini mulai sibuk membuat perahu. Setiap RT, membuat satu perahu berukuran mini.

Salah satunya warga di RT/RW 3, Dusun Blokagung, Desa Karangdoro. Sebuah perahu yang masih separo jadi, dikerjakan di pinggir sungai Bendungan Karangdoro. “Ini sudah dibuat sejak dua pecan lalu, dikerjakan secara gotong royong oleh warga satu RT,” terang Lutfian Nando, 25, salah satu warga.

Menurut Lutfian, model perahu yang dibuat warga itu setiap RT berbeda. Dalam festival kali ini, warga di kampungnya membuat perahu model Thailand. Meski model perahu beda, tapi memiliki ketentuan yang sama, yakni panjang pipa empat meter ditambah anjungan 1,5 meter, dan lebar kapal maksimal 1.8 meter. “Daya tampung perahu empat orang,” katanya.

Dibandingkan kegiatan tahun lalu, jelas dia, sebenarnya tidak banyak perubahan. Hanya saja, tahun lalu perahu dirancang untuk adu cepat, sedang kali ini lebih kepada bentuk. “Dulu kan balapan, sekarang festival,” jelasnya.

Nando menyebut keikutsertaan dalam kegiatan ini sebagai  bentuk kebersamaan. Untuk itu, perahu yang dibuat yang penting bagus dan tidak berlebihan. “Perahu kami masih habis Rp 2 juta, ada yang sudah habis belasan juta,” ungkapnya.

Ketua RT, 2 RW 3 Dusun Blokagung, Ulin Nuha menyebut perahu miliknya dirahasiakan. Dia ingin membuat kejutan kepada warga. “Memang ditutup, yang tahu ya yang membuat saja,” jelasnya.

Saat akan membuat, Ulin menyebut akan membuat replika kapal selam Nanggala. Tapi, ide itu ditolak sebagian warga karena dianggap traumatis. “Mau bikin kapal selam tidak boleh, khawatir menimbulkan trauma dan sensitif,” cetusnya.(sli/abi)

TEGALSARI – Untuk menyambut Festival Perahu yang akan digelar pada Minggu (19/12), warga Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, sejak beberapa pekan ini mulai sibuk membuat perahu. Setiap RT, membuat satu perahu berukuran mini.

Salah satunya warga di RT/RW 3, Dusun Blokagung, Desa Karangdoro. Sebuah perahu yang masih separo jadi, dikerjakan di pinggir sungai Bendungan Karangdoro. “Ini sudah dibuat sejak dua pecan lalu, dikerjakan secara gotong royong oleh warga satu RT,” terang Lutfian Nando, 25, salah satu warga.

Menurut Lutfian, model perahu yang dibuat warga itu setiap RT berbeda. Dalam festival kali ini, warga di kampungnya membuat perahu model Thailand. Meski model perahu beda, tapi memiliki ketentuan yang sama, yakni panjang pipa empat meter ditambah anjungan 1,5 meter, dan lebar kapal maksimal 1.8 meter. “Daya tampung perahu empat orang,” katanya.

Dibandingkan kegiatan tahun lalu, jelas dia, sebenarnya tidak banyak perubahan. Hanya saja, tahun lalu perahu dirancang untuk adu cepat, sedang kali ini lebih kepada bentuk. “Dulu kan balapan, sekarang festival,” jelasnya.

Nando menyebut keikutsertaan dalam kegiatan ini sebagai  bentuk kebersamaan. Untuk itu, perahu yang dibuat yang penting bagus dan tidak berlebihan. “Perahu kami masih habis Rp 2 juta, ada yang sudah habis belasan juta,” ungkapnya.

Ketua RT, 2 RW 3 Dusun Blokagung, Ulin Nuha menyebut perahu miliknya dirahasiakan. Dia ingin membuat kejutan kepada warga. “Memang ditutup, yang tahu ya yang membuat saja,” jelasnya.

Saat akan membuat, Ulin menyebut akan membuat replika kapal selam Nanggala. Tapi, ide itu ditolak sebagian warga karena dianggap traumatis. “Mau bikin kapal selam tidak boleh, khawatir menimbulkan trauma dan sensitif,” cetusnya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/