alexametrics
23.3 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Satpol PP Copot Paksa Banner Iklan Bodong

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Petugas Satpol PP Kecamatan Genteng menggaruk banner dan papan reklame yang tidak berizin dan habis masa izinnya, Rabu (13/7). Dalam operasi ini, mereka menyusuri di sepanjang jalan yang ada di Kota Genteng.

Banner berisi iklan tanpa izin yang ada di toko dan warung, juga tidak lupus dari razia yang dilakukan petugas penertiban milik Pemkab Banyuwangi itu. “Kita sering operasi, tapi masih menemukan banner iklan bodong,” cetus Koordinator Satpol PP Kecamatan Genteng, Masruri.

Menurut Masruri, di sejumlah ruang jalan yang ada di Kota Genteng, sebenarnya daerah terlarang untuk iklan rokok. Tapi, masih banyak perusahaan rokok yang membandel. “Sesuai Perbub nomor 10 tahun 2013, ada daerah-daerah terlarang untuk iklan rokok,” katanya.

Baca Juga :  Permintaan Bibit Pepaya California Meningkat

Operasi yang dimulai pukul 08.00 sampai pukul 10.00, jelas dia, berhasil membongkar 10 banner tanpa izin dan habis masa izinnya. Untuk banner rokok tanpa izin, ada lima yang terpasang di depan toko warga. “Pengiklan rokok hanya berani menaruh di toko, tidak dijalan,” jelasnya.

Masruri mengaku sudah memberi himbauan kepada pemilik toko yang memasang banner rokok untuk tidak menerima banner rokok lagi. “Para pemilik toko mengaku tidak tahu ada peraturan yang melarang memasang iklan rokok di sekitar Kota Genteng,” ungkapnya.

Salah satu pemilik toko, Arina, 35, yang berada di Jalan Hasanudin, Dusun Krajan II, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng mengaku tidak tahu ada larangan iklan rokok di toko. “Saya tidak akan menerima lagi pemberian banner dari sales rokok,” katanya.(mg5/abi)

Baca Juga :  Mandi di Sungai Bersama Kuda

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Petugas Satpol PP Kecamatan Genteng menggaruk banner dan papan reklame yang tidak berizin dan habis masa izinnya, Rabu (13/7). Dalam operasi ini, mereka menyusuri di sepanjang jalan yang ada di Kota Genteng.

Banner berisi iklan tanpa izin yang ada di toko dan warung, juga tidak lupus dari razia yang dilakukan petugas penertiban milik Pemkab Banyuwangi itu. “Kita sering operasi, tapi masih menemukan banner iklan bodong,” cetus Koordinator Satpol PP Kecamatan Genteng, Masruri.

Menurut Masruri, di sejumlah ruang jalan yang ada di Kota Genteng, sebenarnya daerah terlarang untuk iklan rokok. Tapi, masih banyak perusahaan rokok yang membandel. “Sesuai Perbub nomor 10 tahun 2013, ada daerah-daerah terlarang untuk iklan rokok,” katanya.

Baca Juga :  Tiga Bulan Buron, Maling Kayu Akhirnya Diringkus

Operasi yang dimulai pukul 08.00 sampai pukul 10.00, jelas dia, berhasil membongkar 10 banner tanpa izin dan habis masa izinnya. Untuk banner rokok tanpa izin, ada lima yang terpasang di depan toko warga. “Pengiklan rokok hanya berani menaruh di toko, tidak dijalan,” jelasnya.

Masruri mengaku sudah memberi himbauan kepada pemilik toko yang memasang banner rokok untuk tidak menerima banner rokok lagi. “Para pemilik toko mengaku tidak tahu ada peraturan yang melarang memasang iklan rokok di sekitar Kota Genteng,” ungkapnya.

Salah satu pemilik toko, Arina, 35, yang berada di Jalan Hasanudin, Dusun Krajan II, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng mengaku tidak tahu ada larangan iklan rokok di toko. “Saya tidak akan menerima lagi pemberian banner dari sales rokok,” katanya.(mg5/abi)

Baca Juga :  Jembatan Wiroguno Jadi Spot Selfie Favorit Anak Muda

Artikel Terkait

Most Read

Membentuk Hukum

Sukses Konservasi Penyu dan Cemara Udang

Pentingnya Pengawasan Orangtua

Tatap Muka Terbatas Bisa Dimulai

Artikel Terbaru

/