alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Pasien Covid-19 Klaster Tarawih Tembus 65 Orang

RadarBanyuwangi.id – Petugas kesehatan dari Puskesmas Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, mengundang 64 warga dari Dusun Yudomulyo dan Dusun Ringinmulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, kemarin (11/5). 

Mereka menjalani rapid test antigen karena menjalin kontak langsung dengan tetangga dan keluarganya yang positif Covid-19. ”Dari 64 orang tersebut, ada anak-anak hingga orang tua,” ujar Kepala Puskesmas Kebondalem dr Hamami.

Setelah dites antigen, tiga warga dinyatakan terpapar Covid. Sedang 61 orang lainnya dinyatakan negatif. Tiga warga yang positif bukan warga Dusun Yudomulyo. Dua orang dari Dusun Ringinmulyo dan seorang lagi dari Dusun Ringintelu. ”Satu yang positif anak di bawah lima tahun (balita) asal Dusun Ringintelu. Kedua orang tua balita hasilnya negatif,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tes Covid-19 Dilanjutkan, Tentara Masih Siaga

Dengan adanya tiga warga yang positif berarti jumlah warga yang terpapar Covid-19 dari klaster Tarawih di Dusun Yudomulyo total ada 65 orang. ”Dari 65 orang yang positif, 13 anak usianya di bawah 15 tahun,” jelasnya.

Hamami menyebut tracing yang dilakukan Senin (10/5) merupakan kegiatan terakhir sebelum Lebaran. Untuk hari ini (12/11) sampai Minggu (16/5) tracing diliburkan sementara. Tracing akan kembali dilakukan pada Senin (17/5). ”Ini sudah ada rambu dari Dinas Kesehatan,” katanya.

Meski tracing libur sementara, imbuh Hamami, pemantauan terhadap klaster Tarawih ini tetap dilakukan. Sejumlah tenaga kesehatan disiagakan dengan sistem piket. ”Besok (hari ini) tidak ada tracing, kecuali ada warga yang sakit,” jelasnya.

Baca Juga :  Tetap Sabar Tangani Covid meski Dicaci Maki dan Dianggap Pengkondisian

Dari hasil rapid test antigen pada Selasa (11/5) dengan jumlah tiga orang positif, Hamami optimistis klaster Tarawih akan segera berakhir. Dengan catatan, seluruh warga bisa bekerja sama dan disiplin dalam mengikuti protokol kesehatan. ”Saya optimistis sudah mulai menurun,” pungkasnya. (sli/abi/c1)

RadarBanyuwangi.id – Petugas kesehatan dari Puskesmas Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, mengundang 64 warga dari Dusun Yudomulyo dan Dusun Ringinmulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, kemarin (11/5). 

Mereka menjalani rapid test antigen karena menjalin kontak langsung dengan tetangga dan keluarganya yang positif Covid-19. ”Dari 64 orang tersebut, ada anak-anak hingga orang tua,” ujar Kepala Puskesmas Kebondalem dr Hamami.

Setelah dites antigen, tiga warga dinyatakan terpapar Covid. Sedang 61 orang lainnya dinyatakan negatif. Tiga warga yang positif bukan warga Dusun Yudomulyo. Dua orang dari Dusun Ringinmulyo dan seorang lagi dari Dusun Ringintelu. ”Satu yang positif anak di bawah lima tahun (balita) asal Dusun Ringintelu. Kedua orang tua balita hasilnya negatif,” ungkapnya.

Baca Juga :  Warga Dusun Yudomulyo Masih Tidak Boleh Terima Tamu

Dengan adanya tiga warga yang positif berarti jumlah warga yang terpapar Covid-19 dari klaster Tarawih di Dusun Yudomulyo total ada 65 orang. ”Dari 65 orang yang positif, 13 anak usianya di bawah 15 tahun,” jelasnya.

Hamami menyebut tracing yang dilakukan Senin (10/5) merupakan kegiatan terakhir sebelum Lebaran. Untuk hari ini (12/11) sampai Minggu (16/5) tracing diliburkan sementara. Tracing akan kembali dilakukan pada Senin (17/5). ”Ini sudah ada rambu dari Dinas Kesehatan,” katanya.

Meski tracing libur sementara, imbuh Hamami, pemantauan terhadap klaster Tarawih ini tetap dilakukan. Sejumlah tenaga kesehatan disiagakan dengan sistem piket. ”Besok (hari ini) tidak ada tracing, kecuali ada warga yang sakit,” jelasnya.

Baca Juga :  LPJU Dimatikan, Rambu Lalin Diseruduk Mobil

Dari hasil rapid test antigen pada Selasa (11/5) dengan jumlah tiga orang positif, Hamami optimistis klaster Tarawih akan segera berakhir. Dengan catatan, seluruh warga bisa bekerja sama dan disiplin dalam mengikuti protokol kesehatan. ”Saya optimistis sudah mulai menurun,” pungkasnya. (sli/abi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/