alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Dua Jamaah Masjid di Cluring Bentrok

CLURING – Keributan warga terjadi di lokasi pembangunan Masjid Al Furqon Dusun Krajan, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, pada Selasa malam (12/4). Dalam kejadian itu, tiga warga mengalami luka ringan dan harus dilarikan ke Puskesmas Benculuk, Kecamatan Cluring.

Ketiga warga yang menjadi korban itu Khairul Anam, 47; Yasin, 40, dan M Sukron Hatami, 24, semuanya warga Desa Sraten. Anam dan Yasin menderita luka memar di kepala. Sedang Sukron menderita luka lebam pada mata sebelah kiri, nyeri dada sebelah kiri, perut, punggung, dan kepala bagian atas. “Ketiga korban menjalani perawatan di UGD Puskesmas Benculuk,” cetus Kasi Humas Polresta Banyuwangi, Iptu Lita Kurniawan.

Menurut Iptu Lita, keributan itu terjadi sekitar pukul 20.45, atau setelah salat tarawih baru selesai di Masjid Al Furqon. “Keributan dipicu cek-cok antara jamaah Masjid Al Furqon dengan jamaah Masjid Baitul Muhsinin,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (13/4).

Cek-cok itu, terang lita, diduga karena jamaah Masjdi Baitul Muhsinin menegur aktivitas pembangunan Masjid Al Furqon yang sudah dilanjutkan, tanpa menunggu surat persetujuan pembangunan gedung (PBG) diterbitkan. “Setelah cek-cok, ada tindakan pemukulan,” tarangnya.

Dengan adanya kejadian itu, pada Rabu sekitar pukul 00.43, Forpimka Cluring melakukan mediasai kedua jamah masjid. Dalam pertemuan itu, juga hadir Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Cluring, takmir masjid, perwakilan omas NU dan Muhammadiyah, dan perangkat desa,” katanya.

Hasilnya, kedua pihak sepakat masalah p diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi, aksi pemukulan tetap diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. “Hasilnya positif, kedua pihak sepakat damai, pelaku masih menjalani penyelidikan Satreskrim Polresta Banyuwanyi,” jelasnya

Kepala Desa Sraten, H. Arif Rahman Mulyadi saat dikonfirmasi membenarkan ada dua proses pembangunan masjid yang sedang berjalan di desanya, Masjid Al Furqon dan Masjid Baitul Muhsinin. “Dua masjid itu sudah dibangun mulai awal 2021 lalu,” katanya.

Tapi hingga saat ini, kata kepala desa, izin pembangunan masjid belum keluar. Sehingga, kedua dua masjid yang amaliyah jamaahnya berbeda itu, proses pembangunannya harus dihentikan dulu. “Masjid Al Furqon amaliyah jamaahnya Muhammadiyah, sedangkan jamaah Masjid Baitul Muhsinin beramaliyah NU,” ucapnya.

Sebelum Ramadan, lanjut dia, Pemerintah Desa Sraten sudah mengumpulkan kedua pengurus masjid di kantor desa. Dalam pertemuan itu, meminta pengurus masjid menghentikan proses pembangunan masjid. “Saya pribadi menyayangkan tidak kunjung terbitnya PBG kedua masjid dari Pemkab Banyuwangi,” cetusnya.

Padahal, masih kata dia, izin pembangunan tempat hiburan atau yang lainya, terkesan sangat dipermudah. “Untuk tempat hiburan izinnya mudah, untuk membangun masjid mengurus izin sangat sulit,” cetusnya.(sas/abi)

CLURING – Keributan warga terjadi di lokasi pembangunan Masjid Al Furqon Dusun Krajan, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, pada Selasa malam (12/4). Dalam kejadian itu, tiga warga mengalami luka ringan dan harus dilarikan ke Puskesmas Benculuk, Kecamatan Cluring.

Ketiga warga yang menjadi korban itu Khairul Anam, 47; Yasin, 40, dan M Sukron Hatami, 24, semuanya warga Desa Sraten. Anam dan Yasin menderita luka memar di kepala. Sedang Sukron menderita luka lebam pada mata sebelah kiri, nyeri dada sebelah kiri, perut, punggung, dan kepala bagian atas. “Ketiga korban menjalani perawatan di UGD Puskesmas Benculuk,” cetus Kasi Humas Polresta Banyuwangi, Iptu Lita Kurniawan.

Menurut Iptu Lita, keributan itu terjadi sekitar pukul 20.45, atau setelah salat tarawih baru selesai di Masjid Al Furqon. “Keributan dipicu cek-cok antara jamaah Masjid Al Furqon dengan jamaah Masjid Baitul Muhsinin,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (13/4).

Cek-cok itu, terang lita, diduga karena jamaah Masjdi Baitul Muhsinin menegur aktivitas pembangunan Masjid Al Furqon yang sudah dilanjutkan, tanpa menunggu surat persetujuan pembangunan gedung (PBG) diterbitkan. “Setelah cek-cok, ada tindakan pemukulan,” tarangnya.

Dengan adanya kejadian itu, pada Rabu sekitar pukul 00.43, Forpimka Cluring melakukan mediasai kedua jamah masjid. Dalam pertemuan itu, juga hadir Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Cluring, takmir masjid, perwakilan omas NU dan Muhammadiyah, dan perangkat desa,” katanya.

Hasilnya, kedua pihak sepakat masalah p diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi, aksi pemukulan tetap diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. “Hasilnya positif, kedua pihak sepakat damai, pelaku masih menjalani penyelidikan Satreskrim Polresta Banyuwanyi,” jelasnya

Kepala Desa Sraten, H. Arif Rahman Mulyadi saat dikonfirmasi membenarkan ada dua proses pembangunan masjid yang sedang berjalan di desanya, Masjid Al Furqon dan Masjid Baitul Muhsinin. “Dua masjid itu sudah dibangun mulai awal 2021 lalu,” katanya.

Tapi hingga saat ini, kata kepala desa, izin pembangunan masjid belum keluar. Sehingga, kedua dua masjid yang amaliyah jamaahnya berbeda itu, proses pembangunannya harus dihentikan dulu. “Masjid Al Furqon amaliyah jamaahnya Muhammadiyah, sedangkan jamaah Masjid Baitul Muhsinin beramaliyah NU,” ucapnya.

Sebelum Ramadan, lanjut dia, Pemerintah Desa Sraten sudah mengumpulkan kedua pengurus masjid di kantor desa. Dalam pertemuan itu, meminta pengurus masjid menghentikan proses pembangunan masjid. “Saya pribadi menyayangkan tidak kunjung terbitnya PBG kedua masjid dari Pemkab Banyuwangi,” cetusnya.

Padahal, masih kata dia, izin pembangunan tempat hiburan atau yang lainya, terkesan sangat dipermudah. “Untuk tempat hiburan izinnya mudah, untuk membangun masjid mengurus izin sangat sulit,” cetusnya.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/