alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Manfaat Abu untuk Menyuburkan Lahan Pertanian

GAMBIRAN-Tumpukan jerami dan sekam yang tidak terpakai, ternyata masih bisa dimanfaatkan untuk pertanian. Itu seperti di lahan pembuangan jerami padi Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran.

Para petani di daerah itu,  membakar jerami dan sekam untuk menambah kesuburan lahan persawahan. “Abu sekam dan jerami ini untuk media hidroponik tetes,” cetus Suratno, 54, warga Dusun Petahunan, Desa Jajag. Kecamatan Gambiran.

Menurut Suratno, media abu ini memang masih kalah dibandingkan hidroponik konvensional menggunakan pipa dan paralon. Tapi, jika dihitung dari biaya pengeluaran bisa lebih hemat hingga 70 persen. “Sebenarnya bagus paralon, tapi ini bisa lebih hemat,” jelasnya.

Dalam praktiknya, jelas dia, abu dicampur dengan tanah dan ditaruh di polybag untuk penanaman cabai dan okra. Dengan dicampur abu, bakteri dan jamur yang menghambat pertumbuhan tanaman bisa ditekan. Bahkan, bisa dimanfaatnya hingga dua kali penanaman. “Bisa dipastikan tidak ada bakterinya,” ucapnya.

Baca Juga :  Pandemi Berkepanjangan, Jadwal Petik Laut Pancer Tidak jelas

Hal senada disampaikan Wiyono, 50. Petani asal Desa/Kecamatan Tegalsari itu mengaku menggunakan abu untuk media tanam bibit cabai. “Saya buat untuk menanam bibit cabai, hasilnya bagus,” katanya.

Petani yang menggunakan abu jerami dan sekam itu, bukan hanya Suratni dan Wiyono. Para petani lainnya, setiap hari mengambil abu jerami itu. “Ini limbahnya pabrik, Mas,” jelasnya.

GAMBIRAN-Tumpukan jerami dan sekam yang tidak terpakai, ternyata masih bisa dimanfaatkan untuk pertanian. Itu seperti di lahan pembuangan jerami padi Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran.

Para petani di daerah itu,  membakar jerami dan sekam untuk menambah kesuburan lahan persawahan. “Abu sekam dan jerami ini untuk media hidroponik tetes,” cetus Suratno, 54, warga Dusun Petahunan, Desa Jajag. Kecamatan Gambiran.

Menurut Suratno, media abu ini memang masih kalah dibandingkan hidroponik konvensional menggunakan pipa dan paralon. Tapi, jika dihitung dari biaya pengeluaran bisa lebih hemat hingga 70 persen. “Sebenarnya bagus paralon, tapi ini bisa lebih hemat,” jelasnya.

Dalam praktiknya, jelas dia, abu dicampur dengan tanah dan ditaruh di polybag untuk penanaman cabai dan okra. Dengan dicampur abu, bakteri dan jamur yang menghambat pertumbuhan tanaman bisa ditekan. Bahkan, bisa dimanfaatnya hingga dua kali penanaman. “Bisa dipastikan tidak ada bakterinya,” ucapnya.

Baca Juga :  LPJU Lain Dipadamkan, LPJU Tenaga Surya Terus Menyala

Hal senada disampaikan Wiyono, 50. Petani asal Desa/Kecamatan Tegalsari itu mengaku menggunakan abu untuk media tanam bibit cabai. “Saya buat untuk menanam bibit cabai, hasilnya bagus,” katanya.

Petani yang menggunakan abu jerami dan sekam itu, bukan hanya Suratni dan Wiyono. Para petani lainnya, setiap hari mengambil abu jerami itu. “Ini limbahnya pabrik, Mas,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/