alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Pesanggaran Banjir, Selancar Terganggu

PESANGGARAN-Banjir yang sering terjadi di wilayah Kecamatan Pesanggaran, berdampak kurang baik terhadap kegiatan pariwisata di sejumlah destinasi yang ada di wilayah Banyuwangi Selatan.

Gara-gara banjir itu akses menuju ke lokasi wisata sedikit terganggu. Selain jalan yang sering tergenang, juga banyak yang rusa. Para pecinta selancar, juga terganggu karena air Laut Selatan jadi keruh dan terasa gatal.

Salah satu pengelola surf camp di sekitar Pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Bagus Prihandoyo, mengatakan dari jumlah kedatangan wisatawan memang tidak ada pengaruh. Para wisatawan asing, banyak yang pergi dan datang secara bergantian. “Wisatawan asing masih sama,” cetus pengelola Kingkong Surf Camp seraya menyebut baru kedatangan tamu dari Swiss.

Bagus menyampaikan para wisatawan mengagumi keindahan alam dan suasana di Pantai Pulau Merah. Menurutnya pantai dan sunset sangat bagus. “Untuk keindahan alamnya, Pantai Pulau Merah dianggap luar biasa,” cetusnya.

Hanya saja, terang dia, para wisatawan asing itu mengeluhkan gara-gara banjir, air laut jadi kotor dan keruh. Saat mereka bermain selancar, badannya juga terasa gatal. “Sebenarnya soal banjir tidak masalah, tapi gatalnya itu yang menganggu,” cetusnya.

Ditambahkan oleh pengelola Mojo Surf Camp, Ari Zai. Sejak datangnya 2018 ini, wisatawan yang datang ke Pantai Pulau Merah untuk bermain tidak mengalami perubahan, termasuk akibat banjir. “Wisatawan asing kebanyakan dari Eropa dan Aussie (Australia),” ucapnya.

Kegiatan wisatawan, terutama untuk bermain selancar sedikit terganggu saat ada luapan banjir. Itu karena air laut menjadi keruh. Tapi saat air laut kembali normal, para wisatawan kembali  bersemangat. “Sempat terganggu, tapi surfing lagi,” jelasnya.(sli/abi)

PESANGGARAN-Banjir yang sering terjadi di wilayah Kecamatan Pesanggaran, berdampak kurang baik terhadap kegiatan pariwisata di sejumlah destinasi yang ada di wilayah Banyuwangi Selatan.

Gara-gara banjir itu akses menuju ke lokasi wisata sedikit terganggu. Selain jalan yang sering tergenang, juga banyak yang rusa. Para pecinta selancar, juga terganggu karena air Laut Selatan jadi keruh dan terasa gatal.

Salah satu pengelola surf camp di sekitar Pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Bagus Prihandoyo, mengatakan dari jumlah kedatangan wisatawan memang tidak ada pengaruh. Para wisatawan asing, banyak yang pergi dan datang secara bergantian. “Wisatawan asing masih sama,” cetus pengelola Kingkong Surf Camp seraya menyebut baru kedatangan tamu dari Swiss.

Bagus menyampaikan para wisatawan mengagumi keindahan alam dan suasana di Pantai Pulau Merah. Menurutnya pantai dan sunset sangat bagus. “Untuk keindahan alamnya, Pantai Pulau Merah dianggap luar biasa,” cetusnya.

Hanya saja, terang dia, para wisatawan asing itu mengeluhkan gara-gara banjir, air laut jadi kotor dan keruh. Saat mereka bermain selancar, badannya juga terasa gatal. “Sebenarnya soal banjir tidak masalah, tapi gatalnya itu yang menganggu,” cetusnya.

Ditambahkan oleh pengelola Mojo Surf Camp, Ari Zai. Sejak datangnya 2018 ini, wisatawan yang datang ke Pantai Pulau Merah untuk bermain tidak mengalami perubahan, termasuk akibat banjir. “Wisatawan asing kebanyakan dari Eropa dan Aussie (Australia),” ucapnya.

Kegiatan wisatawan, terutama untuk bermain selancar sedikit terganggu saat ada luapan banjir. Itu karena air laut menjadi keruh. Tapi saat air laut kembali normal, para wisatawan kembali  bersemangat. “Sempat terganggu, tapi surfing lagi,” jelasnya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/