alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Kursi Produksi Cluring Tembus Prancis

CLURING – Usaha industri kreatif anyaman kursi dari rotan di Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, mampu menyerap tenaga kerja warga sekitar. Sedikitnya 10 orang telah direkrut untuk bergabung di usaha kerajinan ini, Selasa (12/4/2022).

Sebanyak 10 orang yang direkrut menjadi tenaga di usaha kreatif ini, masih diajari cara merajut rotan untuk kursi. Ada dua pekerjaan di tempat itu, membuat kerangka dari kayu jati dan menganyam kursi. “Kalau belum biasa agak susah, kita ajari dulu,” terang salah satu pegawai senior, Muslik, 65.  

Usaha kreatif yang dibuka di Desa Tampo ini, terang dia, untuk menumbuhkan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Apalagi, selama pandemi Covid-19 kondisi perekonomian rusak. “Kami juga ingin membantu masyarakat,” cetusnya.

Muslik yang asli Malang itu mengaku sudah 25 tahun bekerja di usaha kreatif kursi rotan. Selama ini, pernah pindah ke Bali, Sidoarjo, dan sekarang di Banyuwangi. “Pegawai ada yang dari Bali juga,” terangnya.

Kursi yang dikerjakan di Banyuwangi ini, terang dia, tidak hanya untuk pasar lokal Banyuwangi. Tapi, akan di eksport ke sejumlah negara seperti Australia, Amerika, dan Prancis. “Barang dikirim ke Bali lalu dieksport,” terangnya.

Menurut Muslik, usaha yang ditekuni bersama beberapa pegawai ini, dalam sebulan berhasil mengirim ke Bali sebanyak 150 kursi. Untuk membuat kerajinan ini, dibutuhkan keuletan dan ketelatenan. “Kalau sudah terampil, dua hari bisa menyelesaikan tiga kursi,” cetusnya.(mg5/abi)

CLURING – Usaha industri kreatif anyaman kursi dari rotan di Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, mampu menyerap tenaga kerja warga sekitar. Sedikitnya 10 orang telah direkrut untuk bergabung di usaha kerajinan ini, Selasa (12/4/2022).

Sebanyak 10 orang yang direkrut menjadi tenaga di usaha kreatif ini, masih diajari cara merajut rotan untuk kursi. Ada dua pekerjaan di tempat itu, membuat kerangka dari kayu jati dan menganyam kursi. “Kalau belum biasa agak susah, kita ajari dulu,” terang salah satu pegawai senior, Muslik, 65.  

Usaha kreatif yang dibuka di Desa Tampo ini, terang dia, untuk menumbuhkan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Apalagi, selama pandemi Covid-19 kondisi perekonomian rusak. “Kami juga ingin membantu masyarakat,” cetusnya.

Muslik yang asli Malang itu mengaku sudah 25 tahun bekerja di usaha kreatif kursi rotan. Selama ini, pernah pindah ke Bali, Sidoarjo, dan sekarang di Banyuwangi. “Pegawai ada yang dari Bali juga,” terangnya.

Kursi yang dikerjakan di Banyuwangi ini, terang dia, tidak hanya untuk pasar lokal Banyuwangi. Tapi, akan di eksport ke sejumlah negara seperti Australia, Amerika, dan Prancis. “Barang dikirim ke Bali lalu dieksport,” terangnya.

Menurut Muslik, usaha yang ditekuni bersama beberapa pegawai ini, dalam sebulan berhasil mengirim ke Bali sebanyak 150 kursi. Untuk membuat kerajinan ini, dibutuhkan keuletan dan ketelatenan. “Kalau sudah terampil, dua hari bisa menyelesaikan tiga kursi,” cetusnya.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/