alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

PMI Asal Gambiran Meninggal di Malaysia

GAMBIRAN – Satu lagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) meninggal di luar negeri. Pahlawan devisa yang bernasib malang itu Ida Wiranti, 36, warga Dusun Krajan 2, RT1, RW 1, Desa/Kecamatan Gambiran. Ia  meninggal di Malaysia pada Minggu (7/3).

Hingga kemarin (12/3), jenazah Ida Wiranti masih dalam perjalanan dan belum tiba di rumahnya. TKI itu meninggal karena menderita radang kandung empedu. “Dari keterangan Kedutaan Besar RI di Malaysia, meninggal karena sakit,” terang Suyanto, orang tua Ida Wiranti.

Suyanto mengatakan, saat ini putrinya itu dalam proses pemulangan. Semua biaya berkaitan dengan anaknya, ditanggung oleh pemerintah. “Semua sudah diurus, kita sedang menunggu kedatangan jenazahnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Leganya, Rumah Korban Puting Beliung Bisa Ditempati

Menurut Suyanto, anaknya itu sudah berada di Malaysia sejak tiga tahun lalu. Selama ini, Ida yang telah memiliki dua anak itu di negeri Jiran bekerja di restoran. “Cucu saya dari Ida itu dua,” terangnya.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Banyuwangi, Muhammad Iqbal mengatakan PMI asal Gambiran yang meninggal di Malaysia itu statusnya tanpa dokumen. Tapi, untuk pengurusan kematian jenazah sampai pemulangan sudah dipenuhi. “Terkait hak-haknya seperti gaji, kami tidak membantu secara penuh,” katanya.(sli/abi)

GAMBIRAN – Satu lagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) meninggal di luar negeri. Pahlawan devisa yang bernasib malang itu Ida Wiranti, 36, warga Dusun Krajan 2, RT1, RW 1, Desa/Kecamatan Gambiran. Ia  meninggal di Malaysia pada Minggu (7/3).

Hingga kemarin (12/3), jenazah Ida Wiranti masih dalam perjalanan dan belum tiba di rumahnya. TKI itu meninggal karena menderita radang kandung empedu. “Dari keterangan Kedutaan Besar RI di Malaysia, meninggal karena sakit,” terang Suyanto, orang tua Ida Wiranti.

Suyanto mengatakan, saat ini putrinya itu dalam proses pemulangan. Semua biaya berkaitan dengan anaknya, ditanggung oleh pemerintah. “Semua sudah diurus, kita sedang menunggu kedatangan jenazahnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Tujuh PMI Dideportasi Malaysia, Salah Satunya Membawa Bayi

Menurut Suyanto, anaknya itu sudah berada di Malaysia sejak tiga tahun lalu. Selama ini, Ida yang telah memiliki dua anak itu di negeri Jiran bekerja di restoran. “Cucu saya dari Ida itu dua,” terangnya.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Banyuwangi, Muhammad Iqbal mengatakan PMI asal Gambiran yang meninggal di Malaysia itu statusnya tanpa dokumen. Tapi, untuk pengurusan kematian jenazah sampai pemulangan sudah dipenuhi. “Terkait hak-haknya seperti gaji, kami tidak membantu secara penuh,” katanya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/