alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Jalan Beraspal Penuh Lubang Disemen

SEMPU – Gara-gara sering menelan korban akibat jalan berlubang dan tidak segera dibenahi, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu gotong royong menambal jalan menggunakan semen, kemarin (12/2). Biaya untuk kegiatan itu berasal dari iuran.

Salah satu warga Efendi, 35, asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu mengatakan, gotong royong memperbaiki jalan raya yang berlubang itu dilakukan mulai pukul 08.00. “Warga yang ikut gotong royong banyak sekali, ada puluhan orang,” katanya.

Dalam gotong royong ini, terang dia, jalan raya yang disemen sepanjang 100 meter. Jalan itu, penuh lubang dan sangat membahayakan pengendara, khusunya roda dua. “Banyak pemotor yang jatuh karena jalan berlubang,” ujarnya.

Baca Juga :  Batik Cap Sepi Peminat

Jalan beraspal di daerahnya itu rusak dengan berlubang, jelas dia, akibat intensitas curah hujan yang sangat tinggi. Karena harapan jalan bisa diperbaiki pemerintah lama, warga sepakat gotong royong dengan memperbaiki sendiri. “Ini dananya swadaya,” cetusnya.

Karena yang dibuat menambal itu semen, jelas dia, maka lubang yang baru ditambal untuk sementara ditutup dengan bebatuan, ban mobil, dan batang pohon pisang. Itu dilakukan agar tidak dilindas oleh kendaraan. “Ditutup biar kering dulu,” ujarnya.

Kepala Desa Sempu Nanang Santoso menjelaskan dana yang dibuat untuk menambal jalan berlubang itu bersumber dari swadaya masyarakat dan pemerintah Desa Sempu. Jalan tersebut, jalan kabupaten dengan arus lalu lintas sangat padat. “Setiap hari kendaraan yang melintas ramai,” katanya.

Baca Juga :  Bangun Rumah Korban Puting Beliung

Warga khawatir jika jalan itu terus dibiarkan berlubang, lanjut dia, akan membahayakan keselamatan para pengendara yang melintas. “Warga berinsiatif menambal jalan, meski itu jalan kabupaten,” ungkapnya.

Menurut Nanang, jalan yang rusak dengan berlubang itu efek banjir dan hujan deras yang terus mengguyur desanya. Kerusakan jalan itu belum dilaporkan kepada Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman Banyuwangi. “Jalan itu baru saja rusak, kami belum melaporkan pada pihak terkait,” pungkasnya.(kri/abi)

SEMPU – Gara-gara sering menelan korban akibat jalan berlubang dan tidak segera dibenahi, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu gotong royong menambal jalan menggunakan semen, kemarin (12/2). Biaya untuk kegiatan itu berasal dari iuran.

Salah satu warga Efendi, 35, asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu mengatakan, gotong royong memperbaiki jalan raya yang berlubang itu dilakukan mulai pukul 08.00. “Warga yang ikut gotong royong banyak sekali, ada puluhan orang,” katanya.

Dalam gotong royong ini, terang dia, jalan raya yang disemen sepanjang 100 meter. Jalan itu, penuh lubang dan sangat membahayakan pengendara, khusunya roda dua. “Banyak pemotor yang jatuh karena jalan berlubang,” ujarnya.

Baca Juga :  Bikin Geger di Arena Jaranan, Polisi Amankan Pria Pembawa Airsoft Gun

Jalan beraspal di daerahnya itu rusak dengan berlubang, jelas dia, akibat intensitas curah hujan yang sangat tinggi. Karena harapan jalan bisa diperbaiki pemerintah lama, warga sepakat gotong royong dengan memperbaiki sendiri. “Ini dananya swadaya,” cetusnya.

Karena yang dibuat menambal itu semen, jelas dia, maka lubang yang baru ditambal untuk sementara ditutup dengan bebatuan, ban mobil, dan batang pohon pisang. Itu dilakukan agar tidak dilindas oleh kendaraan. “Ditutup biar kering dulu,” ujarnya.

Kepala Desa Sempu Nanang Santoso menjelaskan dana yang dibuat untuk menambal jalan berlubang itu bersumber dari swadaya masyarakat dan pemerintah Desa Sempu. Jalan tersebut, jalan kabupaten dengan arus lalu lintas sangat padat. “Setiap hari kendaraan yang melintas ramai,” katanya.

Baca Juga :  Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Gambiran Gotong Royong Tambal Jalan Rusak

Warga khawatir jika jalan itu terus dibiarkan berlubang, lanjut dia, akan membahayakan keselamatan para pengendara yang melintas. “Warga berinsiatif menambal jalan, meski itu jalan kabupaten,” ungkapnya.

Menurut Nanang, jalan yang rusak dengan berlubang itu efek banjir dan hujan deras yang terus mengguyur desanya. Kerusakan jalan itu belum dilaporkan kepada Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman Banyuwangi. “Jalan itu baru saja rusak, kami belum melaporkan pada pihak terkait,” pungkasnya.(kri/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/