GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI yang akan menaikan tarif ojek online (Ojol) mulai Minggu (14/8) depan, disambut beragam para pelaku ojek berbasis aplikasi itu.

Salah satunya Irwan Okta, 27, Warga Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng yang sudah tiga tahun bekerja di ojol itu menyebut sudah waktunya tarif dinaikkan. “Kami senang ada kenaikan tarif,” katanya.

Kenaikan tarif itu, terang dia, terbagi tiga zona, dan setiap zona kenaikannya berbeda-beda. Ketiga zona itu meliputi Pulau Sumatera dan Jawa, zona dua wilayah Jabotabek, dan lainnya masuk zona tiga. “Saya berada di zona satu, Sumatera dan jawa,” ujarnya.

Baca Juga :  Buronan Dugaan Penganiayaan Selingkuhan Dibekuk di Rumahnya

Kenaikan tarif di setiap zona, jelas dia, itu sebenarnya tidak terlalu tinggi, yakni hanya sekitar Rp 600. Bila sebelumnya tarif Rp 2.000 per kilometer, dengan ada kenaikan menjadi Rp 2.600 per kilometer. “Saya senang tarif ojol naik, pendapatan bisa naik,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjut dia, kebijakan tarif ojol itu kemungkinan akan berdampak pada pengguna jasa ojol. Dengan ada kenaikan ini, pengguna jasa ojol dipastikan tidak sebanyak sebelum tarif naik. “Padahal saat ini sepi pelanggan, jelasnya.

Tukang ojol lain, M Hasyim asal Desa/Kecamatan Tegalsari merasa bingung menyikapi kebijakan kenaikan tarif ojol ini. Ia tidak tahu senang atau susah. Satu sisi kenaikan tarif pasti pendapatan naik, tapi kalau tarif dinaikan bisa berakibat penurunan jumlah pelanggan. “Ya biasa sajalah, yang penting masih bisa kerja,” katanya. (mg5/abi)

Baca Juga :  Gerebek Penjual Miras Jenis Tuak