alexametrics
26.7 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Curah Hujan Tinggi, Penambang Pasir Ramai-ramai Ikat Ban

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Tingginya curah hujan dan arus sungai, membuat para penambang pasir di bantaran Sungai Setail, Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, merasa ketar-ketir. Mereka takut ban yang digunakan untuk bekerja, hanyut terbawa aliran sungai yang sangat deras.

Agar tidak terbawa arus sungai, pata penambang mengikat ban yang biasa dibuat untuk bekerja dengan besi yang ditancapkan di tanah pinggir sungai. “Kalau tidak diikat dengan kuat, bisa terbawa aliran sungai,” cetus salah satu penambang pasir, Dimyati, 64, warga Dusun Krajan, Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Dimyati mengaku pernah kehilangan ban satu-satunya yang digunakan untuk mencari uang. Ban miliknya itu, terbawa aliran sungai yang sedang banjir. Satu ban berikut peralatannya hilang, ia menderita kerugian sekitar Rp 450 ribu rupiah.  “Bukan hanya bannya saja yang hilang, semua perlengkapan mencari pasir ikut hanyut,” jelasnya.

Baca Juga :  Tabrak Truk Pembawa Elpiji, Pengendara Jupiter Z Meninggal

Dimyati merinci, perlengkapan mencari pasir di Sungai Setail itu ban bekas yang harganya sekitar Rp 100 ribu, alat untuk ayak pasir sebesar ruji motor sebesar Rp 150 ribu, dan sekop pasir harganya Rp 50 ribu. Ditambah biaya perombakan ban yang dilapisi karet sekitar Rp 50 ribu, dan keperluan lainnya. “Kurang lebih sebanyak itu yang dibutuhkan untuk modal penambangan pasir,” ungkapnya.

Pebambang pasir lain, Khori, 55, juga melakukan yang sama. Agar ban miliknya tidak hanyut, diikat dengan besi yang ditancapkan di pinggir sungai. “Saat aliran sungai deras berpotensi menghasilkan pasir lebih banyak, tapi ada resiko yang harus didapatkan, ban bisa hanyut,” jelasnya.

Baca Juga :  Di Bangorejo, Banyak Pasien Covid-19 Sembuh

Khoiri mengatakan derasnya aliran sungai, terkadang tidak bisa diprediksi. Saat di tempatnya cerah, tiba-tiba banjir karena didaerah hulu sedang turun hujan deras. “Kalau ada kesempatan, pasti kami antisipasi, agar ban tidak terbawa arus,” jelasnya.(mg5/abi)

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Tingginya curah hujan dan arus sungai, membuat para penambang pasir di bantaran Sungai Setail, Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, merasa ketar-ketir. Mereka takut ban yang digunakan untuk bekerja, hanyut terbawa aliran sungai yang sangat deras.

Agar tidak terbawa arus sungai, pata penambang mengikat ban yang biasa dibuat untuk bekerja dengan besi yang ditancapkan di tanah pinggir sungai. “Kalau tidak diikat dengan kuat, bisa terbawa aliran sungai,” cetus salah satu penambang pasir, Dimyati, 64, warga Dusun Krajan, Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Dimyati mengaku pernah kehilangan ban satu-satunya yang digunakan untuk mencari uang. Ban miliknya itu, terbawa aliran sungai yang sedang banjir. Satu ban berikut peralatannya hilang, ia menderita kerugian sekitar Rp 450 ribu rupiah.  “Bukan hanya bannya saja yang hilang, semua perlengkapan mencari pasir ikut hanyut,” jelasnya.

Baca Juga :  Dua Ekskavator Bertahan, Warga Meradang

Dimyati merinci, perlengkapan mencari pasir di Sungai Setail itu ban bekas yang harganya sekitar Rp 100 ribu, alat untuk ayak pasir sebesar ruji motor sebesar Rp 150 ribu, dan sekop pasir harganya Rp 50 ribu. Ditambah biaya perombakan ban yang dilapisi karet sekitar Rp 50 ribu, dan keperluan lainnya. “Kurang lebih sebanyak itu yang dibutuhkan untuk modal penambangan pasir,” ungkapnya.

Pebambang pasir lain, Khori, 55, juga melakukan yang sama. Agar ban miliknya tidak hanyut, diikat dengan besi yang ditancapkan di pinggir sungai. “Saat aliran sungai deras berpotensi menghasilkan pasir lebih banyak, tapi ada resiko yang harus didapatkan, ban bisa hanyut,” jelasnya.

Baca Juga :  Sering Turun Hujan Deras, Hasil Tambang Pasir Meningkat

Khoiri mengatakan derasnya aliran sungai, terkadang tidak bisa diprediksi. Saat di tempatnya cerah, tiba-tiba banjir karena didaerah hulu sedang turun hujan deras. “Kalau ada kesempatan, pasti kami antisipasi, agar ban tidak terbawa arus,” jelasnya.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Surat untuk Calon Presiden

Tugu Macan Dicat Ulang

Harga Daging Ayam Terus Turun

/