KALIBARU, Jawa Pos Radar Genteng – Para guide pendakian Gunung Raung di Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru gelisah. Status gunung berapi yang naik ke level II atau waspada sejak Sabtu (30/7), membuat pendakian ditutup. Dan itu, menutup mata pencariannya.

Padahal, pendakian Gunung Raung itu baru beroperasi lagi pada Oktober 2021, setelah ditutup karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Sekarang pendakian ditutup lagi karena (Gunung) Raung erupsi,” kata salah satu guide pendakian Gunung Raung, Eko Wahyudianto, 45, kemarin (11/8).

Eko yang juga anggota sekretariat pendakian Gunung Raung itu  mengaku hanya bisa pasrah dengan tutupnya pendakian tersebut. “Bagaimana lagi, memang harus tutup karena statusnya naik, sangat berbahaya kalau dibuka,” ucapnya.

Baca Juga :  Pentas Jaranan Dibubarkan Petugas

Dengan tutupnya pendakian Gunung Raung itu, masih kata Eko, berarti sudah tiga tahun tidak ada pendaki yang melakukan upacara pengibaran bendera merah putih di Puncak Sejati Gunung Raung. “Dulu banyak pendaki yang menggelar upacara kemerdekaan di atas (puncak). Berangkat dari base camp 16 Agustus dan sampai puncak pas 17 Agustus,” jelasnya.

TOP: Para pendaki yang naik ke puncak Gunung Raung melalui jalur Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru pada 2020. (Eko For RadarBanyuwangi.id)

Dengan ditutupnya pendakian ini, membuat para guide lesu. Sebab, jumlah pendaki saat Agustus itu biasanya banyak, terutama saat 17 Agustus. “Kalau Agustus itu bisa sampai 120-an orang yang naik,” cetusnya.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung, Mukijo, menjelaskan sampai saat ini status Gunung Raung masih level II atau waspada. Dan status itu belum dicabut meski gunung dengan ketinggian 3.332 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu sudah tidak mengeluarkan gejala letusan atau erupsi. “Rekomendasi masih sama, karena status masih waspada,” ujarnya.

Baca Juga :  Bermain Bola di Bendungan Alasmalang

Beberapa rekomendasi itu, kata Mukijo, pengunjung tidak boleh mendekati pusat erupsi di kawah puncak dengan radius tiga kilometer. “Untuk itu pendakian tidak diperkenankan, termasuk itu (pengibaran bendera merah putih saat HUT ke-77 RI),” tegasnya.(sas/abi)