GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Genteng – Para petani yang sedang menanam cabai rawit, mulai bisa tersenyum. Setelah merugi selama pandemi Covid-19, kini harga mulai bagus dan hasil panen juga baik. Saat ini, harga cabai di pasaran pada kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 55 ribu per kilogram, kemarin (11/8).

Para petani saat pandemi Covid-19 merugi diantaranya karena harga jatuh dan cuaca ekstrem hingga kualitas cabai jelek. “Panen tahun lalu cabai kena karat daun, hasil panen jelek dan jeblok,” kata salah satu petani cabai asal usun/Desa/Kecamatan Gambiran, Minem, 50.

Menurut Minem, tanaman cabai yang terkena karat daun ini tidak hanya di kebunnya saja. Tapi, juga milik petani lain yang menanam cabai. “Kemarin (panen sebelumnya), banyak yang rugi. Sekarang bersyukur bisa balik modal,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Ipuk Bantu Bibit dan Peternakan

Selama beberapa kali panen pada musim panen tahun ini, Minem mengaku mendapat untung yang lumayan. Pasalnya, saat panen mendapat harga yang bagus. “Pas dapat harga bagus. Alhamdulillah masih untung,” katanya seraya menolak menyebutkan angka pendapatannya selama musim panen cabai tahun ini.

Meski saat ini harga cabai sudah berangsur turun, ia masih tetap bisa merasakan keuntungannya. Sebab, dianggap masih tinggi dibanding saat harga murah yang hanya laku Rp 20 ribu per kilogram. “Harga Rp 40 ribu per kilogram itu masih dapat bati (untung), di pasar mungkin sekarang sudah Rp 42 ribu per kilogramnya,” katanya.

Petani cabai lain, Andi Febri, 25, asal Dusun Parastembok, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, mengaku bersyukur dengan bagusnya harga cabai tahun ini. “Kemarin-kemarin gagal panen. Mahal sedikit saja, warga pada protes. Gak lama harganya turun lagi. Petani belum mendapat untung,” cetusnya.

Baca Juga :  Sabhara Gerebek Rumah Warga Penjual Miras Tuak

Andi mengatakan, meski harga cabai sedang tinggi, orang-orang juga perlu memerhatikan biaya perawatan cabai yang banyak demi menghindari penyakit. “Obat terus kalau cabai itu, harus rutin nyemprot (pestisida),” pungkasnya.(sas/abi)