alexametrics
23 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Transaksi Sapi Berputar di Kalangan Pedagang

RadarBanyuwangi.id – Menjelang Ramadan, aktivitas di pasar Hewan Glenmore masih sepi. Transaksi hewan di pasar hewan terbesar di Kabupaten Banyuwangi itu juga rendah dan harga standar.

Salah satu pedagang sapi, Nurul Ibadi, 42, asal Desa Sembulung, Kecamatan Cluring mengatakan belum ada yang istimewa dengan pasar saat ini, penjualan masih landai. “Tidak ada kenaikan, harga standar saja,” jelasnya.

Dia mencontohkan, dagangannya terjual dua ekor sapi anakan pada hari pasaran kemarin. Kedua ekor sapi jenis simental itu dengan harga Rp. 31 juta. “Harga ini terbilang normal,” terangnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Meski harga stabil, bagi para pedagang ini kurang menguntungkan. Sebab, pembelian hewan ini masih didominasi para pedagang sendiri, bukan konsumen akhir. “Yang repot ya kita, yang beli juga pedagang,” terangnya.

Baca Juga :  Pasar Hewan Sumberberas Sepi Pembeli

Nurul memperkirakan kenaikan harga sapi baru terjadi setelah pertengahan puasa, ini mengikuti harga daging sapi yang biasanya naik. Untuk tradisi arisan sapi, tidak terlalu berpengaruh. Di samping jumlahnya tidak terlalu banyak, sebagian besar dari mereka sudah memiliki sapi yang akan dibagi. “Yang arisan itu biasanya sudah pada membeli sapi,” teranganya.

Hal yang sama juga disampaikan Sukron Harun, 31. Pedagang sapi asal Desa Cantuk, Kecamatan, Singojuruh ini menyampaikan pembelian sapi masih dilakukan para pedagang Banyuwangi saja. Belum ada pembeli dari luar kabupaten seperti, Jombang, Surabaya, atau Jakarta yang belanja. “Pembelinya pemain lokal alias teman-teman sendiri,” ungkapnya.

Ini sudah berlangsung lama dan kurang menguntungkan. Karena harga yang dipatok, juga kurang bisa bersaing. “Kalau seperti ini terus dan tidak ada pembeli dari luar, kemungkinan pasar akan stagnan atau malah memburuk,” jelasnya.

Baca Juga :  Rumah Ketua Golkar Diseruduk Truk BBM Pertamina

Dia hanya bisa berharap memasuki puasa hingga menjelang Lebaran, akan ada perubahan pasar. Dengan masuknya para pembeli dari luar daerah, geliat di pasar hewan akan semakin terasa dan menguntungkan pedagang lokal. “Biasanya menjelang Lebaran ada peningkatan, semoga tahun ini seperti itu,”harapnya.(sli/abi)

RadarBanyuwangi.id – Menjelang Ramadan, aktivitas di pasar Hewan Glenmore masih sepi. Transaksi hewan di pasar hewan terbesar di Kabupaten Banyuwangi itu juga rendah dan harga standar.

Salah satu pedagang sapi, Nurul Ibadi, 42, asal Desa Sembulung, Kecamatan Cluring mengatakan belum ada yang istimewa dengan pasar saat ini, penjualan masih landai. “Tidak ada kenaikan, harga standar saja,” jelasnya.

Dia mencontohkan, dagangannya terjual dua ekor sapi anakan pada hari pasaran kemarin. Kedua ekor sapi jenis simental itu dengan harga Rp. 31 juta. “Harga ini terbilang normal,” terangnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Meski harga stabil, bagi para pedagang ini kurang menguntungkan. Sebab, pembelian hewan ini masih didominasi para pedagang sendiri, bukan konsumen akhir. “Yang repot ya kita, yang beli juga pedagang,” terangnya.

Baca Juga :  Andalkan Kondisi Alam, Produksi Ikan Asin Turun

Nurul memperkirakan kenaikan harga sapi baru terjadi setelah pertengahan puasa, ini mengikuti harga daging sapi yang biasanya naik. Untuk tradisi arisan sapi, tidak terlalu berpengaruh. Di samping jumlahnya tidak terlalu banyak, sebagian besar dari mereka sudah memiliki sapi yang akan dibagi. “Yang arisan itu biasanya sudah pada membeli sapi,” teranganya.

Hal yang sama juga disampaikan Sukron Harun, 31. Pedagang sapi asal Desa Cantuk, Kecamatan, Singojuruh ini menyampaikan pembelian sapi masih dilakukan para pedagang Banyuwangi saja. Belum ada pembeli dari luar kabupaten seperti, Jombang, Surabaya, atau Jakarta yang belanja. “Pembelinya pemain lokal alias teman-teman sendiri,” ungkapnya.

Ini sudah berlangsung lama dan kurang menguntungkan. Karena harga yang dipatok, juga kurang bisa bersaing. “Kalau seperti ini terus dan tidak ada pembeli dari luar, kemungkinan pasar akan stagnan atau malah memburuk,” jelasnya.

Baca Juga :  Lewat Pengeras Suara Umumkan Dompet Hilang hingga Kampanye Cabup

Dia hanya bisa berharap memasuki puasa hingga menjelang Lebaran, akan ada perubahan pasar. Dengan masuknya para pembeli dari luar daerah, geliat di pasar hewan akan semakin terasa dan menguntungkan pedagang lokal. “Biasanya menjelang Lebaran ada peningkatan, semoga tahun ini seperti itu,”harapnya.(sli/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/