alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Jelang Ramadan, Pasar Gendoh Rawan Terjadi Penipuan

RadarBanyuwangi.id –  Mendekati Ramadan, masyarakat harus waspada, apalagi saat berada di tempat umum seperti pasar, terminal, dan stasiun. Tindak kejahatan seperti penipuan dan copet sering terjadi.

Daerah yang pernah terjadi aksi kejahatan, itu di Pasar Gendoh, Kecamatan Sempu. Pelaku berpura-pura memberikan bantuan kepada pedagang pasar. “Pedagang harus waspada pada pembeli,” cetus Kepala Pasar Gendoh, Ulut Mustofa.

Saat melakukan transaksi, terang dia, pedagang juga diminta memeriksa uang yang dibuat membayar. Sebab, mendekati Ramadan banyak beredar uang palsu (upal). “Modus penipuan sering terjadi saat mendekati Ramadan dan Lebaran,” ujarnya.

Menurut Ulut, yang sering menjadi sasaran penipuan itu pedangan baju, penjual daging, dan toko perhiasan. Modus pelaku banyak macamnya, salah satu pedangan pernah menjadi korban dengan dalih pemberian sembako.  Saat itu, gelang dan kalung emas milik korban raib dan kerugian sekitar Rp 20 juta. “Pedangan pasar harus lebih waspada, jangan terpengaruh bujuk rayu orang tak dikenal,” katanya.

Kapolsek Sempu, Iptu Rudi Sunaryanto mengatakan anggotanya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan mengajak masyarakat menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan. Sehingga, tercipta situasi yang kondusif. “Dengan begitu masyarakat semakin waspada saat berada di tempat umum,” terangnya.

Untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, patroli di pasar dilakukan secara rutin. Dalam patroli itu, anggota berkomunikasi kepada para pedagang dan pengunjung di pasar itu.“Kami patroli dengan blusukan di pasar,” cetusnya.(kri/abi)

RadarBanyuwangi.id –  Mendekati Ramadan, masyarakat harus waspada, apalagi saat berada di tempat umum seperti pasar, terminal, dan stasiun. Tindak kejahatan seperti penipuan dan copet sering terjadi.

Daerah yang pernah terjadi aksi kejahatan, itu di Pasar Gendoh, Kecamatan Sempu. Pelaku berpura-pura memberikan bantuan kepada pedagang pasar. “Pedagang harus waspada pada pembeli,” cetus Kepala Pasar Gendoh, Ulut Mustofa.

Saat melakukan transaksi, terang dia, pedagang juga diminta memeriksa uang yang dibuat membayar. Sebab, mendekati Ramadan banyak beredar uang palsu (upal). “Modus penipuan sering terjadi saat mendekati Ramadan dan Lebaran,” ujarnya.

Menurut Ulut, yang sering menjadi sasaran penipuan itu pedangan baju, penjual daging, dan toko perhiasan. Modus pelaku banyak macamnya, salah satu pedangan pernah menjadi korban dengan dalih pemberian sembako.  Saat itu, gelang dan kalung emas milik korban raib dan kerugian sekitar Rp 20 juta. “Pedangan pasar harus lebih waspada, jangan terpengaruh bujuk rayu orang tak dikenal,” katanya.

Kapolsek Sempu, Iptu Rudi Sunaryanto mengatakan anggotanya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan mengajak masyarakat menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan. Sehingga, tercipta situasi yang kondusif. “Dengan begitu masyarakat semakin waspada saat berada di tempat umum,” terangnya.

Untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, patroli di pasar dilakukan secara rutin. Dalam patroli itu, anggota berkomunikasi kepada para pedagang dan pengunjung di pasar itu.“Kami patroli dengan blusukan di pasar,” cetusnya.(kri/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/