alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Harga Buah Jeruk Nipis Anjlok

TEGALDLIMO – Harga jeruk nipis kembali merosot. Pedagang jeruk terpaksa membuang jeruk dagangannya karena dianggap tidak laku dijual. Itu terjadi di Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, kemarin (10/3).

Salah satu pedagang jeruk nipis, Robet Saputra, 20, asal Dusun Purworejo, Desa Kalipait mengatakan membuang jeruk nipis dagangannya lantaran tidak masuk kriteria pasar. Jeruk nipis miliknya banyak yang berubah warna kekuningan dan kulit buahnya terluka. “Sekarang pasar membutuhkan jeruk nipis kualitas bagus, jeruk nipis kualitas jelek tidak laku,” ujarnya.

Menurut Robet, saat ini harga buah jeruk nipis di tingkat petani Rp 700 per kilogram. Sedangkan di tingkat pengepul, harganya Rp 1.000 per kilogram. “Permintaan pasar yang hanya menerima jeruk nipis kualitas bagus, maka kita harus lebih jeli memilah jeruk,” katanya.

Baca Juga :  Jagoan Tani Jadi Model Pertanian Modern

Jika tidak, masih kata dia, maka pasar di Bali, Surabaya, Jogjakarta, dan Jakarta tidak mau membeli jeruk nipis dari Banyuwangi. “Saat ini saya mengirim jeruk nipis kualitas bagus ke Bali, Surabaya, Jogjakarta, dan Jakarta. Yang diminta hanya yang kualitas super bagus,” cetusnya.

Robet menyebut, harga jeruk nipis itu memang tidak pasti. Dua pekan lalu, harganya hanya Rp 500 per kilogram. Harga jeruk nipis pernah mahal pada tahun 2018 yang laku terjual Rp 24 ribu per kilogram. “Saat ini harga jeruk nipis fluktuatif,” terangnya.

Salah satu petani jeruk, Tinah, 48, asal Dusun Purworejo, Desa Kalipait, mengaku enggan memanen buah jeruk nipis karena harganya murah. Bila memanen, juga malas untuk memilah. “Hanya bikin kesal, harganya murah, pedagang hanya minta yang bagus-bagus saja,” keluhnya.

Baca Juga :  Pembobol SDK Budi Luhur Itu Akhirnya Diringkus Polisi

Meski harga buah nipis anjlok, Tinah mengaku tidak berniat mengganti tanaman jeruk nipisnya dengan tanaman lain. Ia memilih menunggu harga kembali naik. “Sementara ini saya biarkan dulu, kalau harga sudah naik akan saya panen lagi,” katanya.(kri/abi)

TEGALDLIMO – Harga jeruk nipis kembali merosot. Pedagang jeruk terpaksa membuang jeruk dagangannya karena dianggap tidak laku dijual. Itu terjadi di Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, kemarin (10/3).

Salah satu pedagang jeruk nipis, Robet Saputra, 20, asal Dusun Purworejo, Desa Kalipait mengatakan membuang jeruk nipis dagangannya lantaran tidak masuk kriteria pasar. Jeruk nipis miliknya banyak yang berubah warna kekuningan dan kulit buahnya terluka. “Sekarang pasar membutuhkan jeruk nipis kualitas bagus, jeruk nipis kualitas jelek tidak laku,” ujarnya.

Menurut Robet, saat ini harga buah jeruk nipis di tingkat petani Rp 700 per kilogram. Sedangkan di tingkat pengepul, harganya Rp 1.000 per kilogram. “Permintaan pasar yang hanya menerima jeruk nipis kualitas bagus, maka kita harus lebih jeli memilah jeruk,” katanya.

Baca Juga :  Bunga Bangkai Tumbuh di Pekarangan Rumah, Warga Justru Bingung

Jika tidak, masih kata dia, maka pasar di Bali, Surabaya, Jogjakarta, dan Jakarta tidak mau membeli jeruk nipis dari Banyuwangi. “Saat ini saya mengirim jeruk nipis kualitas bagus ke Bali, Surabaya, Jogjakarta, dan Jakarta. Yang diminta hanya yang kualitas super bagus,” cetusnya.

Robet menyebut, harga jeruk nipis itu memang tidak pasti. Dua pekan lalu, harganya hanya Rp 500 per kilogram. Harga jeruk nipis pernah mahal pada tahun 2018 yang laku terjual Rp 24 ribu per kilogram. “Saat ini harga jeruk nipis fluktuatif,” terangnya.

Salah satu petani jeruk, Tinah, 48, asal Dusun Purworejo, Desa Kalipait, mengaku enggan memanen buah jeruk nipis karena harganya murah. Bila memanen, juga malas untuk memilah. “Hanya bikin kesal, harganya murah, pedagang hanya minta yang bagus-bagus saja,” keluhnya.

Baca Juga :  Programkan Tandonisasi di Setiap Desa

Meski harga buah nipis anjlok, Tinah mengaku tidak berniat mengganti tanaman jeruk nipisnya dengan tanaman lain. Ia memilih menunggu harga kembali naik. “Sementara ini saya biarkan dulu, kalau harga sudah naik akan saya panen lagi,” katanya.(kri/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/