alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Wednesday, October 5, 2022

Peringati HUT ke-77 RI, EcoRanger Luncurkan Waste to Energy

PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng – Generasi Foundation melalui EcoRanger Kabupaten Banyuwangi, berkolaborasi dengan Bank Mandiri me-launching Waste to Energy di Pendopo Konservasi Cemara Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (10/8).

Acara yang digelar memperingati HUT ke-77 RI itu, dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi, H Sugirah, Kepala Divisi Komunikasi dan Kemitraan Generation Foundation Indonesia Saiful Hamdi, dan Kepala CSR Bank Mandiri Jember, Taufik. Juga hadir warga sekitar pantai yang berprofesi petani, nelayan, dan peternak. “Kita terus sosialisasikan pengolahan sampah pada masyarakat,” kata Koordinator EcoRanger Banyuwangi, Siti Muyasaroh.

Menurut Muyasaroh, ada dua tujuan kegiatan ini, pertama menyosialisasikan implementasi pengelolaan sampah di Dusun Pancer, Desa Sumberagung untuk meningkatkan pemanfaatan sampah organik menjadi energi atau Waste to Energy (WtE). Dan kedua mengembangkan program pengembangan masyarakat dan kerjasama dengan pemangku kepentingan dalam upaya keberlanjutan penanganan sampah domestik di Dusun Pancer, Desa Sumberagung. “Semua melibatkan masyarakat,” ujarnya.

Head of Communication and Partnership Greeneration Foundation, Saepul Hamdi menyampaikan kegiatan ini ada dua  program kerja, yaitu optimasi maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk menguraikan sampah organik menjadi kompos, dan produksi biogas yang digunakan untuk mengubah limbah hasil ternak masyarakat menjadi energi yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar gas alam di daerah Dusun Pancer, Desa Sumberagung, melalui pembangunan 10 instalasi biogas. “Peluncuran program ini sebelumnya soft launching berupa peletakan batu pertama pada 16 Juli yang diikuti seluruh tim EcoRanger Banyuwangi,” katanya.

Baca Juga :  EcoRanger Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
SIMBOLIS: Wakil Bupati Banyuwangi H Sugirah memotong tumpeng dan diberikan kepada Kepala Divisi Komunikasi dan Kemitraan Generation Foundation Indonesia, Saiful Hamdi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Rabu (10/8). (Irham Muzaki/Radar Genteng)

Menurut Saepul, tim EcoRanger mengelola 22.351 kilogram sampah setiap bulan. Untuk mengatasi laju timbulan sampah dilakukan terobosan berupa program Waste to Energy hasil kerja sama Greeneration Foundation Indonesia melalui program EcoRanger di Kabupaten Banyuwangi yang berkolaborasi dengan Wise Step Foundation, Yayasan Rumah Energi, dan PT. Bank Mandiri Indonesia. “Ada dua kegiatan, yaitu optimasi maggot BSF untuk mengurai sampah organik menjadi kompos, dan biogas untuk mengubah sampah organik menjadi energi pengganti gas alam,” ujarnya.

Kepala CSR Bank Mandiri Jember, Taufiq menyampaikan bersama dengan EcoRanger, program ini bisa menjadi salah satu langkah perubahan dalam pengelolaan sampah di Banyuwangi. Bank Mandiri mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan memperhatikan manajemen keberlanjutan pengelolaan sampah, peningkatan partisipasi komunitas dalam mendukung pelaksanaan Waste to Energy, pengukuhan legalitas, dan pengembangan model bisnis EcoRanger. “Bisa menjadi Banyuwangi Rebound, rebound berupa pengelolaan sampah yang dimulai di Dusun Pancer, semoga ini berhasil dan bermanfaat bagi kita semua terutama warga di Dusun Pancer,” harapnya.

Salah satu penerima instalasi biogas Seger mengaku sangat terbantu dengan instalasi ini di rumahnya. Ia bangga dan berterima kasih sekali bisa menerima instalasi ini. “Pupuk subsidi sekarang dikurangi, dengan adanya instalasi ini bisa memanfaatkan air limbah sebagai pupuk untuk tanaman dan biogasnya untuk memasak,” katanya.

Baca Juga :  Angin Kencang Ancam Nelayan Muncar

Wakil Bupati Banyuwangi, H. Sugirah menyampaikan Pemkab Banyuwangi sangat mengapresiasi Bank Mandiri dan tim EcoRanger. “Atas nama pemerintah daerah berterima kasih dan memberikan penghargaan sebesar-besarnya untuk Bank Mandiri dan tim EcoRanger yang telah memberikan kenyamanan bagi lingkungan dengan melakukan pengelolaan sampah, khususnya di Kabupaten Banyuwangi, karena saat ini banyak persoalan tentang sampah,” katanya.

Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Banyuwangi, H Sugirah, menyampaikan Pemkab Banyuwangi sangat mengapresiasi Bank Mandiri dan tim EcoRanger dengan adanya kegiatan ini. Karena dengan program ini, bisa memberikan kenyamanan bagi lingkungan, sampahnya teratasi dengan baik. “Atas nama pemerintah daerah, kami memberikan penghargaan sebesar-besarnya untuk semua orang yang terlibat,” katanya.

Dalam acara itu Wabup bersama para peserta diajak untuk visitasi ke lokasi instalasi maggot BSF, instalasi biogas, dan rumah edukasi yang turut diresmikan dalam kegiatan ini. Mereka melihat langsung optimasi maggot dan pemanfaatan biogas dari kotoran hewan yang digunakan untuk memasak secara langsung. “Luar biasa, biogas yang digunakan sangat spektakuler, tidak bau sama sekali,” cetus Wabup Sugirah.(mg5/abi)

PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng – Generasi Foundation melalui EcoRanger Kabupaten Banyuwangi, berkolaborasi dengan Bank Mandiri me-launching Waste to Energy di Pendopo Konservasi Cemara Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (10/8).

Acara yang digelar memperingati HUT ke-77 RI itu, dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi, H Sugirah, Kepala Divisi Komunikasi dan Kemitraan Generation Foundation Indonesia Saiful Hamdi, dan Kepala CSR Bank Mandiri Jember, Taufik. Juga hadir warga sekitar pantai yang berprofesi petani, nelayan, dan peternak. “Kita terus sosialisasikan pengolahan sampah pada masyarakat,” kata Koordinator EcoRanger Banyuwangi, Siti Muyasaroh.

Menurut Muyasaroh, ada dua tujuan kegiatan ini, pertama menyosialisasikan implementasi pengelolaan sampah di Dusun Pancer, Desa Sumberagung untuk meningkatkan pemanfaatan sampah organik menjadi energi atau Waste to Energy (WtE). Dan kedua mengembangkan program pengembangan masyarakat dan kerjasama dengan pemangku kepentingan dalam upaya keberlanjutan penanganan sampah domestik di Dusun Pancer, Desa Sumberagung. “Semua melibatkan masyarakat,” ujarnya.

Head of Communication and Partnership Greeneration Foundation, Saepul Hamdi menyampaikan kegiatan ini ada dua  program kerja, yaitu optimasi maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk menguraikan sampah organik menjadi kompos, dan produksi biogas yang digunakan untuk mengubah limbah hasil ternak masyarakat menjadi energi yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar gas alam di daerah Dusun Pancer, Desa Sumberagung, melalui pembangunan 10 instalasi biogas. “Peluncuran program ini sebelumnya soft launching berupa peletakan batu pertama pada 16 Juli yang diikuti seluruh tim EcoRanger Banyuwangi,” katanya.

Baca Juga :  Kaca Mobil Pecah Dilempar Batu
SIMBOLIS: Wakil Bupati Banyuwangi H Sugirah memotong tumpeng dan diberikan kepada Kepala Divisi Komunikasi dan Kemitraan Generation Foundation Indonesia, Saiful Hamdi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Rabu (10/8). (Irham Muzaki/Radar Genteng)

Menurut Saepul, tim EcoRanger mengelola 22.351 kilogram sampah setiap bulan. Untuk mengatasi laju timbulan sampah dilakukan terobosan berupa program Waste to Energy hasil kerja sama Greeneration Foundation Indonesia melalui program EcoRanger di Kabupaten Banyuwangi yang berkolaborasi dengan Wise Step Foundation, Yayasan Rumah Energi, dan PT. Bank Mandiri Indonesia. “Ada dua kegiatan, yaitu optimasi maggot BSF untuk mengurai sampah organik menjadi kompos, dan biogas untuk mengubah sampah organik menjadi energi pengganti gas alam,” ujarnya.

Kepala CSR Bank Mandiri Jember, Taufiq menyampaikan bersama dengan EcoRanger, program ini bisa menjadi salah satu langkah perubahan dalam pengelolaan sampah di Banyuwangi. Bank Mandiri mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan memperhatikan manajemen keberlanjutan pengelolaan sampah, peningkatan partisipasi komunitas dalam mendukung pelaksanaan Waste to Energy, pengukuhan legalitas, dan pengembangan model bisnis EcoRanger. “Bisa menjadi Banyuwangi Rebound, rebound berupa pengelolaan sampah yang dimulai di Dusun Pancer, semoga ini berhasil dan bermanfaat bagi kita semua terutama warga di Dusun Pancer,” harapnya.

Salah satu penerima instalasi biogas Seger mengaku sangat terbantu dengan instalasi ini di rumahnya. Ia bangga dan berterima kasih sekali bisa menerima instalasi ini. “Pupuk subsidi sekarang dikurangi, dengan adanya instalasi ini bisa memanfaatkan air limbah sebagai pupuk untuk tanaman dan biogasnya untuk memasak,” katanya.

Baca Juga :  EcoRanger Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Wakil Bupati Banyuwangi, H. Sugirah menyampaikan Pemkab Banyuwangi sangat mengapresiasi Bank Mandiri dan tim EcoRanger. “Atas nama pemerintah daerah berterima kasih dan memberikan penghargaan sebesar-besarnya untuk Bank Mandiri dan tim EcoRanger yang telah memberikan kenyamanan bagi lingkungan dengan melakukan pengelolaan sampah, khususnya di Kabupaten Banyuwangi, karena saat ini banyak persoalan tentang sampah,” katanya.

Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Banyuwangi, H Sugirah, menyampaikan Pemkab Banyuwangi sangat mengapresiasi Bank Mandiri dan tim EcoRanger dengan adanya kegiatan ini. Karena dengan program ini, bisa memberikan kenyamanan bagi lingkungan, sampahnya teratasi dengan baik. “Atas nama pemerintah daerah, kami memberikan penghargaan sebesar-besarnya untuk semua orang yang terlibat,” katanya.

Dalam acara itu Wabup bersama para peserta diajak untuk visitasi ke lokasi instalasi maggot BSF, instalasi biogas, dan rumah edukasi yang turut diresmikan dalam kegiatan ini. Mereka melihat langsung optimasi maggot dan pemanfaatan biogas dari kotoran hewan yang digunakan untuk memasak secara langsung. “Luar biasa, biogas yang digunakan sangat spektakuler, tidak bau sama sekali,” cetus Wabup Sugirah.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/