alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Seluruh Jalan Tikus Menuju TN Alas Purwo Ditutup

RadarBanyuwangi.id – Seluruh akses menuju ke hutan di kawasan Taman Nasional (TN) Alas Purwo, wilayah Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo diperketat, kemarin (10/8). Selain jalur utama, semua jalan tikus termasuk jalur laut juga diawasi.

Kebijakan memperketat pengawasan menuju ke Alas Purwo itu, karena pengunjung yang akan melakukan tirakatan pada malam 1 Sura cukup banyak. Padahal, masih penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Yang akan ke Alas Purwo pada malam 1 Sura masih banyak, kita larang masuk,” cetus Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Alas Purwo, Probo Wresni Aji.

Menurut Probo, saat ini di TN Alas Purwo sepi dan tidak ada pengunjung yang bisa masuk. Beberapa petapa yang datang dengan berjalan kaki, tetap dilarang masuk. Di antara mereka, ada yang nekat masuk melalui jalur tikus dan berhasil dihadang. “Kami perketat penjagaan siang dan malam,” katanya.

Bagi sebagian masyarakat, terang dia, malam 1 Sura itu dianggap sakral. Mereka melakukan ritual dengan menginap di sejumlah gua yang ada di TN Alas Purwo. “Sudah dua tahun ini tidak ada ritual malam 1 Sura di TN Alas Purwo karena pandemi Covid-19,” cetusnya.

Meski semua jalur menuju TN Alas Purwo itu telah ditutup dan dijaga ketat, tapi masih ada warga yang berhasil lolos masuk dan melakukan ritual. “Saya baru pulang dari Alas Purwo, semua jalan memang ditutup,” terang Seno Aji, salah satu warga asal Kecamatan Gambiran.

Menurut Seno, ritual malam 1 Sura di Alas Purwo itu dilakukan setiap tahun. Untuk tahun ini, ia berangkat pada Senin pagi (9/8), dan tirakatan hingga semalaman di Gua Istana. “Saya berangkat bersama tujuh orang,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (10/8).(kri/abi)

RadarBanyuwangi.id – Seluruh akses menuju ke hutan di kawasan Taman Nasional (TN) Alas Purwo, wilayah Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo diperketat, kemarin (10/8). Selain jalur utama, semua jalan tikus termasuk jalur laut juga diawasi.

Kebijakan memperketat pengawasan menuju ke Alas Purwo itu, karena pengunjung yang akan melakukan tirakatan pada malam 1 Sura cukup banyak. Padahal, masih penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Yang akan ke Alas Purwo pada malam 1 Sura masih banyak, kita larang masuk,” cetus Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Alas Purwo, Probo Wresni Aji.

Menurut Probo, saat ini di TN Alas Purwo sepi dan tidak ada pengunjung yang bisa masuk. Beberapa petapa yang datang dengan berjalan kaki, tetap dilarang masuk. Di antara mereka, ada yang nekat masuk melalui jalur tikus dan berhasil dihadang. “Kami perketat penjagaan siang dan malam,” katanya.

Bagi sebagian masyarakat, terang dia, malam 1 Sura itu dianggap sakral. Mereka melakukan ritual dengan menginap di sejumlah gua yang ada di TN Alas Purwo. “Sudah dua tahun ini tidak ada ritual malam 1 Sura di TN Alas Purwo karena pandemi Covid-19,” cetusnya.

Meski semua jalur menuju TN Alas Purwo itu telah ditutup dan dijaga ketat, tapi masih ada warga yang berhasil lolos masuk dan melakukan ritual. “Saya baru pulang dari Alas Purwo, semua jalan memang ditutup,” terang Seno Aji, salah satu warga asal Kecamatan Gambiran.

Menurut Seno, ritual malam 1 Sura di Alas Purwo itu dilakukan setiap tahun. Untuk tahun ini, ia berangkat pada Senin pagi (9/8), dan tirakatan hingga semalaman di Gua Istana. “Saya berangkat bersama tujuh orang,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (10/8).(kri/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/