GLENMORE, Jawa Pos Radar Genteng – Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), sangat berpengaruh terhadap aktivitas di pasar hewan Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore. Sejak muncul penyakit yang menyerang hewan ternak, kondisi pasar hewan yang dikenal terbesar di Kota Gandrung itu, tampak sepi, kemarin (10/6).

Dari pantauan wartawan Jawa Pos Radar Genteng, pada pasaran Jumat (3/6) lalu, ada sekitar 110 ekor sapi dan 74 ekor kambing dengan 70 pedagang yang terdaftar di Pasar Hewan Glenmore. Sedang kemarin (10/6), jumlah hewan ternak yang terdaftar di pos penjagaan pasar ada 79 ekor sapi dan 58 ekor kambing. “Jumlah penurunan ada 10 persen lebih,” terang Koordinator Pasar Hewan Glenmore, Slamet Budianto.

Menurut Budi, penurunan jumlah hewan yang masuk itu, murni karena ketakutan pedagang maupum pembeli dengan PMK yang sudah masuk di Banyuwangi. Mereka khawatir, ternaknya setelah dibawa ke pasar tertular dari hewan lain. “Saat ini saja sudah ada 11 sapi di Glenmore yang terkonfirmasi positif PMK,” terangnya.

Mantri hewan dari Puskeswan Kalibaru, Andul Muhsin mengatakan upaya sosialisasi PMK terus di sampaikan pada peternak, dibarengi pengecekan kesehatan dan penyemprotan disinfektan. Meski jumlah hewan ternak yang masuk ke pasar hewan menurun drastis karena takut penularan PMK, pemeriksaan tetap harus jalan. “Selama masih ada hewan ternak masuk, kami upayakan cek kesehatan,” jelas Muhsin.

Muhsin menambahkan, dari banyaknya hewan ternak yang datang di pasar, dipastikan semuanya sehat dan tidak ditemukan ada gejala PMK. Tidak semua hewan dilakukan pemeriksaan, ada yang hanya dilakukan pemantauan dari fisik luarnya, karena tidak memungkinkan dilakukan pemeriksaan semua. “Yang jelas pedagang harus jujur, jika ada indikasi PMK harus segera dilaporkan,” katanya.(mg5/abi)