alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Giling Daging Naik Hingga 300 Persen

MUNCAR – Di hari-hari terakhir Ramadan, membawa berkah bagi warga yang membuka usaha penggilingan daging. Omzet mereka naik tiga kali lipat dibanding hari biasa. Sebagian besar, warga membeli daging untuk dibuat pentol bakso.

Salah satu pemilik usaha penggilingan daging di Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Suryani, 50, mengatakan omzet usahanya semakin naik sejak Senin (4/6). Peningkatan itu mencapai tiga kali lipat dari biasanya. “Besok (hari ini) tambah banyak lagi,” ungkapnya

Menurut Suryani, penggilingan daging miliknya itu biasanya buka sejak pagi hingga siang. Tapi menjelang Lebaran, dirinya buka sejak pukul 03.00 hingga siang hari. Itu dilakukan untuk memenuhi permintaan jasa penggilingan daging. “Siang masih ada, kadang juga sampai sore,” jelasnya.

Jasa penggilingan daging pentol bakso, sebenarnya banyak tersedia. Tapi, semua tempat penggilingan daging itu ramai dan dipadati warga. “Ramainya itu setiap Idul Adha dan Idul Fitri, tapi masih ramai Idul Fitri,” katanya.

Menurut Suryani, untuk jasa giling daging itu dikenakan tarif  Rp 7.000 per kilogram daging. Tarif sebanyak itu, sudah termasuk jasa racik bumbu bakso sesuai dengan selera warga. “Kalau bumbu raciknya bisa beli disini, ada juga yang bawa dari rumah,” ungkapnya.

Karena meningkatnya pengguna jasa penggilingan daging, dia menambah jumlah karyawan. Jika biasanya hanya ditangani oleh dua orang karyawan, untuk menjelang Lebaran ini ditambah hingga empat orang karyawan baru. “Jadi total ada enam orang karyawan dengan dibuat system kerja bergantian,” terangnya.

Sementara itu, Siti Maisaroh, 32, salah seorang warga yang menggiling daging mengaku sengaja dalam Lebaran tahun ini membuat menu masakan tambahan berupa pentol ayam. Pentol itu akan disajikan untuk keluarga dan kerabat yang datang ke rumahnya. “ Bakso enak dan lebih tahan lama dibanding jenis masakan lainnya,” terang ibu satu anak asal Dusun Damtelu, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo itu.(rio/abi)

MUNCAR – Di hari-hari terakhir Ramadan, membawa berkah bagi warga yang membuka usaha penggilingan daging. Omzet mereka naik tiga kali lipat dibanding hari biasa. Sebagian besar, warga membeli daging untuk dibuat pentol bakso.

Salah satu pemilik usaha penggilingan daging di Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Suryani, 50, mengatakan omzet usahanya semakin naik sejak Senin (4/6). Peningkatan itu mencapai tiga kali lipat dari biasanya. “Besok (hari ini) tambah banyak lagi,” ungkapnya

Menurut Suryani, penggilingan daging miliknya itu biasanya buka sejak pagi hingga siang. Tapi menjelang Lebaran, dirinya buka sejak pukul 03.00 hingga siang hari. Itu dilakukan untuk memenuhi permintaan jasa penggilingan daging. “Siang masih ada, kadang juga sampai sore,” jelasnya.

Jasa penggilingan daging pentol bakso, sebenarnya banyak tersedia. Tapi, semua tempat penggilingan daging itu ramai dan dipadati warga. “Ramainya itu setiap Idul Adha dan Idul Fitri, tapi masih ramai Idul Fitri,” katanya.

Menurut Suryani, untuk jasa giling daging itu dikenakan tarif  Rp 7.000 per kilogram daging. Tarif sebanyak itu, sudah termasuk jasa racik bumbu bakso sesuai dengan selera warga. “Kalau bumbu raciknya bisa beli disini, ada juga yang bawa dari rumah,” ungkapnya.

Karena meningkatnya pengguna jasa penggilingan daging, dia menambah jumlah karyawan. Jika biasanya hanya ditangani oleh dua orang karyawan, untuk menjelang Lebaran ini ditambah hingga empat orang karyawan baru. “Jadi total ada enam orang karyawan dengan dibuat system kerja bergantian,” terangnya.

Sementara itu, Siti Maisaroh, 32, salah seorang warga yang menggiling daging mengaku sengaja dalam Lebaran tahun ini membuat menu masakan tambahan berupa pentol ayam. Pentol itu akan disajikan untuk keluarga dan kerabat yang datang ke rumahnya. “ Bakso enak dan lebih tahan lama dibanding jenis masakan lainnya,” terang ibu satu anak asal Dusun Damtelu, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo itu.(rio/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/