alexametrics
24 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Keluarga Yakin Hendrik Mati Dibunuh

SRONO, Jawa Pos Radar Genteng – Sudah empat hari, Hendrik Irwanto, 55, asal Dusun Sumberagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, meninggal dengan cara tragis. Bapak satu anak itu ditemukan hanyut di Sungai Pandan, Dusun Sagad, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring dengan kepala penuh luka dan darah yang masih segar pada Jum’at  sore (7/1).

Istri Hendrik Irwanto, Suparti, 46, menyebut kematian suaminya itu tidak wajar. Melihat luka di kepala, ia yakin karena dibunuh. “Saya yakin suami saya dibunuh. Saya pengin tahu apa motifnya sehingga dipermalukan (dibunuh dan ditelanjangi) seperti ini,” ujar Suparti pada Jawa Pos Radar Genteng.

Suparti menyebut barang milik suaminya, seperti motor Honda Scoopy, pakaian, dompet, handphone (HP), dan jam tangan ditemukan di pinggir sungai Dusun Krajan II, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, itu dianggap aneh dan janggal. “Lokasi barang di dekat rumah kosong timurnya bekas pemandian Atlanta, itu berjarak 10 kilometer dari lokasi penemuan mayat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jangankan Pengunjung, Wartawan Saja Diusir

Keanehan lain, jelas dia, suaminya yang setiap hari menjadi buruh pembuatan kotak buah itu pinter berenang. Sebelum pandemi Covid-19, suaminya itu bekerja di industri pembuatan kapal. Sehingga, tidak mungkin tenggelam saat mandi di sungai. “Lagi pula kenapa tiba-tiba mandi di sana, padahal pamitnya ke rumah temannya, namanya Bibit di Srono,” tuturnya.   

Suparti mengaku kaget atas tragedi yang menimpa suaminya itu. Ia tidak percaya ditinggal suaminya dengan cara seperti ini. Apalagi, suaminya itu selama ini tidak punya musuh. “Suami saya itu orangnya pendiam, selain untuk kerja, ia jarang keluar rumah,” sebutnya.

Untuk itu, Suparti dan keluarga berharap kepolisian bisa segera mengungkap kasus kematian suaminya itu. “Saya harap pak polisi bisa menemukan siapa pelakunya, kalau memang dibunuh,” pungkasnya.

Kapolsek Cluring, AKP Agus Priyono mengatakan untuk mengungkap kasus ini masih terus melakukan penyelidikan. Dalam menangani kasus ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan Polresta Banyuwangi. “Masih kami selidiki,” katanya.

Baca Juga :  Hari tanpa Bayangan, Panas Matahari Semakin Menyengat

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, mayat berkelamin laki-laki tanpa identitas atau Mr. X, ditemukan warga sedang terapung di Sungai Pandan, wilayah Dusun Sagad, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, sekitar pukul 16.30, pada Jumat (7/1).

Saat ditemukan, korban yang ternyata Hendrik Irwanto, 55, warga Dusun Sumberagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono itu, dalam kondisi tidak mengenakan pakaian dengan kepala penuh darah yang masih baru. “Mayat itu ditemukan dengan kondisi tidak mengenakan pakaian,” terang Kapolsek Cluring, AKP Agus Priyono.

Menurut Kapolsek, mayat laki-laki bertubuh gempal dengan tato burung Rajawali di dada sebelah kiri itu ditemukan Muhammad Yusuf, 46, warga Dusun Sagad, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, sedang terapung di sungai yang sedang banjir. “Ditemukan sudah meninggal,” katanya.

SRONO, Jawa Pos Radar Genteng – Sudah empat hari, Hendrik Irwanto, 55, asal Dusun Sumberagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, meninggal dengan cara tragis. Bapak satu anak itu ditemukan hanyut di Sungai Pandan, Dusun Sagad, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring dengan kepala penuh luka dan darah yang masih segar pada Jum’at  sore (7/1).

Istri Hendrik Irwanto, Suparti, 46, menyebut kematian suaminya itu tidak wajar. Melihat luka di kepala, ia yakin karena dibunuh. “Saya yakin suami saya dibunuh. Saya pengin tahu apa motifnya sehingga dipermalukan (dibunuh dan ditelanjangi) seperti ini,” ujar Suparti pada Jawa Pos Radar Genteng.

Suparti menyebut barang milik suaminya, seperti motor Honda Scoopy, pakaian, dompet, handphone (HP), dan jam tangan ditemukan di pinggir sungai Dusun Krajan II, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, itu dianggap aneh dan janggal. “Lokasi barang di dekat rumah kosong timurnya bekas pemandian Atlanta, itu berjarak 10 kilometer dari lokasi penemuan mayat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jangankan Pengunjung, Wartawan Saja Diusir

Keanehan lain, jelas dia, suaminya yang setiap hari menjadi buruh pembuatan kotak buah itu pinter berenang. Sebelum pandemi Covid-19, suaminya itu bekerja di industri pembuatan kapal. Sehingga, tidak mungkin tenggelam saat mandi di sungai. “Lagi pula kenapa tiba-tiba mandi di sana, padahal pamitnya ke rumah temannya, namanya Bibit di Srono,” tuturnya.   

Suparti mengaku kaget atas tragedi yang menimpa suaminya itu. Ia tidak percaya ditinggal suaminya dengan cara seperti ini. Apalagi, suaminya itu selama ini tidak punya musuh. “Suami saya itu orangnya pendiam, selain untuk kerja, ia jarang keluar rumah,” sebutnya.

Untuk itu, Suparti dan keluarga berharap kepolisian bisa segera mengungkap kasus kematian suaminya itu. “Saya harap pak polisi bisa menemukan siapa pelakunya, kalau memang dibunuh,” pungkasnya.

Kapolsek Cluring, AKP Agus Priyono mengatakan untuk mengungkap kasus ini masih terus melakukan penyelidikan. Dalam menangani kasus ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan Polresta Banyuwangi. “Masih kami selidiki,” katanya.

Baca Juga :  Ciptakan Aplikasi Irigasi Cabai

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, mayat berkelamin laki-laki tanpa identitas atau Mr. X, ditemukan warga sedang terapung di Sungai Pandan, wilayah Dusun Sagad, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, sekitar pukul 16.30, pada Jumat (7/1).

Saat ditemukan, korban yang ternyata Hendrik Irwanto, 55, warga Dusun Sumberagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono itu, dalam kondisi tidak mengenakan pakaian dengan kepala penuh darah yang masih baru. “Mayat itu ditemukan dengan kondisi tidak mengenakan pakaian,” terang Kapolsek Cluring, AKP Agus Priyono.

Menurut Kapolsek, mayat laki-laki bertubuh gempal dengan tato burung Rajawali di dada sebelah kiri itu ditemukan Muhammad Yusuf, 46, warga Dusun Sagad, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, sedang terapung di sungai yang sedang banjir. “Ditemukan sudah meninggal,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/